Modafinil

01 Feb 2019

Modafinil dapat mengobati rasa kantuk berlebihan.

Modalert, Provigil

Modafinil digunakan untuk mengurangi rasa kantuk yang berlebihan karena narkolepsi, sleep apnea, atau gangguan tidur lainnya. Modafinil juga digunakan untuk membantu Anda tetap terjaga selama bekerja jika Anda memiliki waktu tidur yang tidak teratur. Obat ini tidak menyembuhkan gangguan tidur dan mungkin tidak akan benar-benar menghilangkan rasa kantuk. Modafinil bekerja dengan mempengaruhi zat-zat di dalam otak yang dapat mengontrol siklus tidur. Namun obat ini tidak disarankan digunakan untuk mengatasi kelelahan atau menunda tidur jika Anda tidak memiliki gangguan tidur.

Modafinil (Modafinil)
Golongan

Stimulan SSP (Sistem Saraf Pusat)

Kategori obat

Obat resep

Bentuk sediaan obat

Tablet

Dikonsumsi oleh

Dewasa

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Dosis obat

Dosis diberikan oleh dokter berdasarkan kondisi medis. Dosis yang diberikan mungkin bervariasi berdasarkan kondisi individu. Selama pengobatan, dokter akan melihat respons terhadap pengobatan dan melakukan penyesuaian dosis bila diperlukan.

Narkolepsi, Sleep Apnea

  • Dewasa: Dosis awal 200 mg/hari, pada pagi hari atau untuk 2 kali konsumsi (Maks. 400 mg/hari sesuai respons).
  • Lansia: 100 mg/hari

Gangguan Tidur karena Shift Kerja

  • Dewasa: 200 mg/hari, 1 jam sebelum mulai bekerja.
  • Lansia: 100 mg/hari.

Ikuti petunjuk resep dokter dan cara pakai yang tertera pada kemasan obat. Modafinil dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Untuk mengatasi narkolepsi dan sleep apnea, minum obat ini pada pagi hari. Anda juga bisa konsultasi dengan dokter untuk pembagian dosis obat ini pada pagi dan siang hari. Jika Anda menggunakan obat ini untuk gangguan tidur karena shift kerja, minum obat ini 1 jam sebelum Anda mulai bekerja.

Efek samping yang mungkin terjadi setelah menggunakan obat ini adalah:

  • Sakit kepala
  • Mual
  • Insomnia
  • Kebingungan

Beberapa efek samping yang lebih serius juga mungkin terjadi, seperti detak jantung tidak teratur, perubahan suasana hati, dan halusinasi. Jika efek ini menetap atau memburuk, segera beritahu dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Beritahukan dokter Anda mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi medis, seperti:

  • Riwayat penyakit jantung
  • Riwayat gangguan kejiwaan (gangguan mental, depresi, dan kecemasan)
  • Penyalahgunaan alkohol atau obat-obatan terlarang
  • Gangguan hati
  • Gangguan ginjal
  • Kehamilan dan menyusui

Obat ini dapat membuat Anda pusing. Penyalahgunaan alkohol atau obat-obatan terlarang dapat membuat efek sampingnya meningkat. Untuk wanita hamil, konsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Jangan menggunakan obat ini jika mempunyai kondisi medis, seperti:

  • Aritmia jantung
  • Hipertensi yang tidak terkontrol

Informasi lebih lengkap bisa dilihat pada kemasan.

Menggunakan modafinil dengan obat-obatan lain dapat menyebabkan terjadinya interaksi, seperti:

  • Meningkatkan kadar modafinil dalam darah dengan carbamazepine, phenobarbital.
  • Mengurangi efektivitas kontrasepsi.
  • Menurunkan kadar siklosporin dalam darah.
  • Mengurangi pembersihan obat phenytoin, warfarin, diazepam, propranolol, omeprazole.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/modafinil-oral-route/description/drg-20064870
diakses pada 28 November 2018.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/modafinil?mtype=generic
diakses pada 28 November 2018.

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-16962/modafinil-oral/details
diakses pada 28 November 2018.

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Sexsomnia, Gangguan Tidur dalam Bentuk Hubungan Seks Saat Tidur

Anda mungkin masih tidak familiar dengan kondisi medis sexsomnia. Gangguan tidur ini membuat penderitanya berhubungan seks, dalam berbagai macam bentuk, di fase tidur yang paling dalam.
30 Dec 2019|Fadli Adzani
Baca selengkapnya
Sexsomnia, Gangguan Tidur dalam Bentuk Hubungan Seks Saat Tidur

Pentingnya Matikan Lampu Sebelum Tidur yang Harus Anda Ketahui

Matikan lampu sebelum tidur dapat membuat tubuh beristirahat dengan lebih berkualitas sehingga Anda terhindar dari berbagai penyakit fisik maupun mental.
07 Aug 2020|Asni Harismi
Baca selengkapnya
Pentingnya Matikan Lampu Sebelum Tidur yang Harus Anda Ketahui

Masih Terbiasa Tidur Setelah Makan? Pencernaan Bisa Bermasalah

Banyak yang mengatakan bahwa berbaring setelah makan akan membuat tubuh gendut dan perut buncit. Faktanya, tidur setelah makan hanya akan menambah beban kerja pencernaan dan merusak kualitas tidur.
21 Oct 2019|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Masih Terbiasa Tidur Setelah Makan? Pencernaan Bisa Bermasalah