Misoprostol

02 Mar 2021| Dea Febriyani
Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri
Misoprostol digunakan untuk mengobati dan mencegah tukak lambung dan duodenum

Misoprostol digunakan untuk mengobati dan mencegah tukak lambung dan duodenum

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Chromalux, Dialami, Gastrul, Invitec, Mipros, Noprostol

Deskripsi obat

Misoprostol digunakan untuk mengobati dan mencegah tukak lambung dan duodenum, yaitu luka pada dinding lambung dan usus dua belas jari. Obat ini juga digunakan untuk mencegah maag (gastritis) yang dialami akibat mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), seperti aspirin, ibuprofen atau naproxen, terutama jika memiliki risiko atau riwayat tukak lambung atau duodenum.

Misoprostol termasuk ke dalam golongan obat analog prostaglandin. Obat ini melindungi lapisan perut dengan menurunkan jumlah asam lambung dan membantu menjaga perut dari kerusakan asam. Selain itu, obat ini juga membantu mengurangi risiko komplikasi ulkus serius, seperti perdarahan. 

Misoprostol ()
GolonganKelas terapi : Antasida, agen antireflus, dan antiulser. Klasifikasi Obat : Analog prostaglandin.
Kategori obatObat resep
Bentuk sediaan obatTablet
Dikonsumsi olehDewasa
Kategori kehamilan dan menyusuiKategori X: Penggunaan obat ini tidak disarankan pada ibu hamil.
Dosis obatDosis setiap orang berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Efek samping obat

Setiap penggunaan obat berpotensi menimbulkan efek samping. Jika efek samping memburuk, segera cari bantuan tenaga medis. Efek samping yang mungkin timbul dari pemakaian misoprostol, antara lain:

  • Mual
    Hindari makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan. Beristirahatlah dengan posisi kepala lebih tinggi dari kaki Anda. Jika Anda merasa mual saat bangun di pagi hari, makanlah daging tanpa lemak atau keju sebelum tidur.
    Anda juga bisa meletakkan biskuit di samping tempat tidur Anda dan makanlah sedikit sesaat setelah bangun tidur. Minumlah setidaknya enam gelas air sehari.
  • Muntah
    Duduk atau berbaring dalam posisi bersandar. Minumlah sedikit minuman manis. Minuman yang mengandung gula mampu membantu menenangkan perut. Namun, hindari minuman asam, seperti jus jeruk atau jus anggur.
  • Diare
    Untuk mengatasi diare ringan, Anda perlu mengganti cairan dan elektrolit (garam) yang hilang dengan meminum banyak air atau minuman olahraga kaya elektrolit. Hindari kopi, minuman berkafein, minuman manis, soda, dan alkohol karena memiliki efek pencahar. Hindari juga produk susu.
  • Pusing
    Jika Anda mulai merasa pusing, berbaringlah agar tidak pingsan, lalu duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Berhati-hatilah saat mengemudi atau mengoperasikan mesin, jika Anda mengalami efek samping ini.
  • Perdarahan pada vagina yang tidak normal, termasuk intermenstrual, perdarahan menstruasi yang berlebihan (menorrhagia), dan perdarahan pascamenopause
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia)
  • Perut kembung
  • Kemerahan (ruam)
  • Peningkatan kontraksi uterus

Perhatian Khusus

Beri tahu dengan dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya. Hati-hati menggunakan misoprostol pada kondisi:

  • Penderita penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular)
  • Penderita tekanan darah rendah (hipotensi)
  • Penderita tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Penderita penyakit pembuluh darah otak (serebrovaskular)
  • Penderita penyakit usus
  • Kehilangan cairan tubuh (dehidrasi)
  • Penderita gangguan ginjal
  • Menyusui

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Penyimpanan

Simpan pada suhu 25°C.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis, seperti:

  • Alergi terhadap komponen obat ini
  • Penggunaan misoprostol pada ibu hamil atau akan melahirkan
  • Pasien dengan kondisi ari-ari atau plasenta terdapat di bawah rahim (plasenta previa)
  • Kehamilan di luar kandungan atau rahim (kehamilan ektopik)
  • Penderita perdarahan vagina yang tidak dapat dijelaskan setelah 24 minggu kehamilan

Kategori kehamilan & menyusui

Kategori X: Penggunaan misoprostol tidak disarankan pada ibu hamil.

Penelitian menunjukkan adanya dampak berupa kelainan pada janin, mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin, serta risiko efek sampingnya lebih besar pada wanita hamil daripada manfaatnya.

Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi obat ini. Khusus bagi ibu hamil trimester pertama, harus lebih berhati-hati mengingat efek sampingnya dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan organ janin.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami hal berikut:

  • Muntah darah
  • Feses berdarah atau berwarna hitam

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya.

Misoprostol dapat mengalami interaksi dengan obat:

  • Obat antasida yang mengandung magnesium
    Penggunaan bersama misoprostol dapat memperburuk kondisi diare.
  • Obat oksitoksik untuk memperlancar persalinan
    Penggunaan bersama misoprostol dapat meningkatkan risiko kontraksi rahim atau uterus.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Pionas. http://pionas.pom.go.id/monografi/misoprostol
Diakses pada 5 Februari 2021

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/misoprostol?mtype=generic
Diakses pada 5 Februari 2021

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-6111/misoprostol-oral/details https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a689009.html
Diakses pada 5 Februari 2021

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a689009.html
Diakses pada 5 Februari 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email