Mirzap Tablet 30 mg

22 Agu 2020| Dea Febriyani

Deskripsi obat

Mirzap tablet adalah obat antidepresan yang digunakan untuk mengatasi depresi dan meningkatkan suasana hati. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. MIrzap tablet mengandung zat aktif mirtazipin.
Mirzap Tablet 30 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HET0
Produk HalalYa
Kandungan utamaMirtazipin.
Kelas terapiAntidepresan.
Klasifikasi obatTerasiklik.
Kemasan1 box isi 3 strip @ 10 tablet (30 mg)
ProdusenNovell Pharmaceutical

Informasi zat aktif

Mirtazipin atau golongan antidepresan tetrasiklik piperazinoazepine bekerja dengan meningkatkan aktivitas noradrenergik dan serotonergik melalui blokade reseptor alfa-2 adrenergik presinaptik sentral. Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, mirtazipin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diabsorbsi baik dari saluran pencernaan. Waktu puncak konsentrasi plasma adalah 2 jam.
  • Distribusi: Ikatan protein plasma adalah 85%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati oleh demetilasi dan oksidasi diikuti oleh glukuronidasi.
  • Ekskresi: Diekskresi melalu urin dan feses dan waktu paruh eliminasi adalah 20-40 jam

Indikasi (manfaat) obat

  • Mengatasi depresi.
  • Memperbaiki suasana hati.

Mirtazipin atau golongan antidepresan tetrasiklik piperazinoazepine bekerja menyeimbangkan kandungan senyawa kimia alami dalam otak yang terlibat mempengaruhi suasana hati.

Komposisi obat

Mirtazipin 30 mg.

 

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa:

  • Dosis awal: 15 mg/hari, dosis dapat ditingkatkan secara bertahap berdasarkan respon pasien terhadap obat.
  • Dosis lazim: 15-45 mg/hari dalam 1-2 dosis terbagi.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Efek samping obat

  • Nafsu makan dan berat badan meningkat.
    Mengonsumsi mirtazapin dapat menyebabkan Anda merasa lebih lapar sehingga dapat mempengaruhi berat badan Anda. Cobalah mengonsumsi makanan seimbat yang sehat tanoa menambah porsi makan Anda. Jangan mengonsumsi makanan ringan yang mengandung banyak kalori seperti keripik, kue, biskuit, dan manisan. Jika Anda merasa lapar dia antara waktu makan, cobalah konsumsi buah, sayuran, dan makanan rendah kalori. Olahraga teratur juga dapat membantu menjaga berat badan Anda agar tetap stabil.
  • Sakit kepala.
    Cobalah untuk beristirahat dan minum banyak cairan dan jangan minum alkohol terlalu banyak. Konsultasikan kepada apoteker Anda untuk merekomendasikan obat penhilang rasa sakit dan bicarakan dengan dokter Anda jika sakit kepala berlangsung lebih dari seminggu atau keadaan semakin memburuk.
  • Mengantuk.
    Jangsn mengemudi atau menjalankan mesin jika merasa mengantuk. Hindari mengonsumsi alkohol sebab akan memperburuk kondisi Anda menjadi lebih lelah. Konsultasikan kepada dokter Anda bila efek samping ini telah mengganggu sebab Anda mungkin membutuhkan obat lain.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
    Cobalah untuk memperbanyak konsumsi makanan berserat tinggi seperti buah dan sayuran segar dan sereal serta minum banyak air. Cobalah berolahraga lebih teratur sepereti dengan berjalan kaki atau lari setiap hari. Jika hal tersebut tidak membantu, segera hubungi dokter Anda.
  • Mulut kering.
    Jika mengonsumsi mirtazipin Anda mengalami mulut kering cobalah untuk mengunyah permen karet bebas gula atau menghisap permen bebas gula.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan riwayat gangguan kejiwaan seperti perubahan emosi (bipolar) dan upaya menyakikit diri sendiri.
  • Pasien dengan riwayat penyakit hati dan ginjal.
  • Pasien kejang.
  • Pasiden dengan kadar kolesterol atau trigliserida tinggi.
  • Pasien penyakit jantung seperti serangan jantung.
  • Pasien stroke.
  • Pasien yang kehilangan cairan tubuh (dehidrasi).
  • Pasien tekanan darah rendah.
  • Pasien dengan riwayat kerusakan saraf akibat tekanan pada bola mata (glaukoma).

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan mirzap tablet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien gangguan hati.
    Mirtazipin tidak disarankan untuk pasien dengan gangguan hati karena mirtazipin berisiko menyebabkan menurunkan tekanan darah.
  • Pasien dengan riwayat konsumsi obat antidepresan lain.
    Walaupun jarang ditemukan, mirtazipin tidak disarankan untuk pasien riwayat konsumsi obat antidepresan lain karena mirtazipin berisiko meningkatkan tekanan darah.
  • Pasien dengan kerusakan saraf akibat tekanan pada bola mata (glaukoma).
    Mirtazipin tidak disarankan untuk pasien glaukoma karena mirtazipin berisiko meningkatkan tekanan pada mata.
  • Pasien gangguan kejang (epilepsi).
    Walaupun jarang ditemukan, mirtazipin tidak disarankan untuk pasien dengan gangguan hati karena mirtazipin berisiko mengalami kejang-kejang.
  • Pasien yang mengonsumsi warfarin.
    Mirtazipin tidak disarankan untuk pasien yang mengonsumi warfarin karena mirtazipin berisiko meningkatkan efek dari warfarin dan berisiko menyebabkan pembekuan darah.
  • Wanita hamil atau sedang mempersiapkan kehamilan.
  • Ibu menyusui.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap mirtazipin.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Iobenguane I 123
    Penggunaan bersama mertazipin menurunkan efek dari iobenguane I 123.
  • Lefamulin.
    Penggunaan bersama lemafulin meningkatkan efek dari mirtazipin dengan mempengaruhi metabolisme enzim hati CYP3A4.
  • Prokarbazin.
    Prokarbazin dan mirtazipin meningkatkan kadar serotonin dalam tubuh.
  • Rasagiline.
    Rasagiline dan mirtazipin meningkatkan kadar serotonin dalam tubuh.
  • Selegiline.
    Selegiline dan mirtazipin meningkatkan kadar serotonin dalam tubuh.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

  • Sakit parah pada perut atau punggung dan merasa mual.
    Jika Anda mengalami hal tersebut, hentikan penggunaan obat ini dan segera konsultasikan ke profesional kesehatan Anda karena hal tersebut dapat menjadi tanda atau gejala radang pankreas (pankreatitis).
  • Sakit kepala berlangsung terus-menerus, kebingungan, kelemahan atau kram otot yang sering dan berkepanjangan.
    Jika Anda mengalami hal tersebut, hentikan penggunaan obat ini dan segera
  • konsultasikan ke profesional kesehatan Anda karena hal tersebut dapat menjadi tanda rendahnya kadar natrium dalam darah Anda yang dapat menyebabkan kejang pada kasus yang parah.
  • Kulit atau bagian putih mata yang berubah menjadi kuning.
    Jika Anda mengalami hal tersebut, hentikan penggunaan obat ini dan segera konsultasikan ke profesional kesehatan Anda karena hal tersebut dapat menjadi tanda atau gejala masalah hati.
  • Demam tinggi, sakit tenggorokan, dan sariawan.
    Jika Anda mengalami hal tersebut, hentikan penggunaan obat ini dan segera konsultasikan ke profesional kesehatan Anda karena hal tersebut dapat menjadi tanda atau gejala masalah pada sel darah Anda.
  • Memiliki keinginan untuk menyakiti diri sendiri atau mengakhiri hidup.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/mirtazapine
Diakses pada 13 Agustus 2020

Nhs. https://www.nhs.uk/medicines/mirtazapine/
Diakses pada 13 Agustus 2020

Medscapae. https://reference.medscape.com/drug/remeron-soltab-mirtazapine-342966#3
Diakses pada 13 Agustus 2020

Webmd. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-13706-4047/mirtazapine-oral/mirtazapine-oral/details
Diakses pada 13 Agustus 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Sebelum Anda Membantu Penderita Depresi, Pahami Gejalanya Terlebih Dahulu

Dengan banyaknya persepsi salah mengenai depresi di media sosial atau platform lainnya, menunjukkan bahwa banyak orang tidak tahu apa itu depresi dan bagaimana rasanya depresi. Pemahaman tentang depresi sebaiknya dipelajari sebelum membantu penderita depresi, agar tidak semakin memperburuk gejala mereka.
03 May 2019|Aby Rachman
Baca selengkapnya
Sebelum Anda Membantu Penderita Depresi, Pahami Gejalanya Terlebih Dahulu

Termasuk Gejala Depresi, Rasa Putus Asa Perlu Segera Ditangani

Putus asa merupakan salah satu gejala depresi yang perlu Anda waspadai. Berikut adalah beberapa cara yang dapat membantu Anda mengatasi rasa putus asa.
24 Jun 2020|Salis Annisa
Baca selengkapnya
Termasuk Gejala Depresi, Rasa Putus Asa Perlu Segera Ditangani

Kerap Terpikir Bunuh Diri atau Suicidal Thoughts? Bagaimana Mengatasinya

Setidaknya satu orang setiap 40 detik meninggal dunia akibat bunuh diri. Dalam setahun, angkanya bisa mencapai 800.000 orang. Itulah mengapa suicidal thoughts atau pikiran tentang bunuh diri tidak bisa disepelekan. Kenali gejala suicidal thougts dan cara menghadapinya.
24 Apr 2020|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Kerap Terpikir Bunuh Diri atau Suicidal Thoughts? Bagaimana Mengatasinya