Mirasic Forte Kaplet 650 mg

16 Sep 2020| Ajeng Prahasta

Deskripsi obat

Mirasic forte kaplet adalah obat untuk meringankan nyeri ringan hingga sedang seperti sakit kepala, dakit gigi, dan menurunkan demam. Obat ini merupakan obat bebas yang tidak memerlukan resep dokter. Mirasic forte kaplet mengandung zat aktif parasetamol.
Mirasic Forte Kaplet 650 mg
Golongan ObatObat bebas. Obat yang boleh dibeli secara bebas tanpa menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaParasetamol.
Kelas terapiAnalgesik dan antipiretik.
Klasifikasi obatAnalgesik non-opioid.
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 kaplet (650 mg)
ProdusenSamharindo Perdana

Informasi zat aktif

Parasetamol merupakan antipiretik dan analgetik dengan penyumbatan perifer pada generasi impuls nyeri yang menghasilkan antipyresis dengan menghambat pusat pengatur panas hipotalamus. Aktivitas antiinflamasi yang lemah terkait dengan penghambatan sintesis prostaglandin di susunan saraf pusat (SSP).

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, parasetamol diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik setelah pemberian oral. Waktu puncak konsentrasi plasma: Sekitar 10-60 menit (oral).
  • Distribusi: Didistribusikan ke sebagian besar jaringan tubuh. Melintasi plasenta dan memasuki ASI. Ikatan protein plasma sekitar 10-25%.
  • Metabolisme: Terutama dimetabolisme di hati melalui konjugasi asam glukuronat dan sulfat. N-acetyl-p-benzoquinone imine (NAPQI), metabolit minor yang diproduksi oleh CYP2E1 dan CYP3A4, selanjutnya dimetabolisme melalui konjugasi dengan glutathione di hati dan ginjal.
  • Ekskresi: Terutama melalui urin (<5% sebagai obat yang tidak berubah; 60-80% sebagai metabolit glukuronida dan 20-30% sebagai metabolit sulfat). Waktu paruh eliminasi sekitar 1-3 jam.

Indikasi (manfaat) obat

Parasetamol merupakan obat yang dapat bekerja dengan mengurangi produksi prostaglandin di otak. Prostaglandin adalah bahan kimia yang menyebabkan terjadinya peradangan dan pembengkakan. Parasetamol mengurangi rasa sakit dengan meningkatkan ambang rasa sakit, yaitu dengan membutuhkan rasa sakit yang lebih besar untuk berkembang sebelum seseorang merasakannya. Obat ini mengurangi demam melalui aksinya di pusat pengatur panas otak. Secara khusus, memberitahu pusat untuk menurunkan suhu tubuh saat suhu dinaikkan.

Komposisi obat

Parasetamol 650 mg.

 

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa: 1-2 kaplet sebanyak 3-4 kali/hari.
    • Dosis maksimal: 8 kaplet/hari.
  • Anak-anak 7-12 tahun: ½-1 kaplet sebanyak 3-4 kali per hari.
    • Dosis maksimal: 4 kaplet/hari.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Efek samping obat

  • Mual.
  • Sakit pada perut bagian atas.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Gatal.
  • Penurunan tekanan darah (hipotensi).
  • Feses berwarna gelap.
  • Reaksi alergi.
  • Pada penggunaan jangka panjang dan dosis besar dapat menyebabkan terjadinya kerusakan hati. Pembengkakan yang disebabkan akibat penumpukan cairan pada beberapa bagian tubuh seperti di sekitar bibit, mata, dan pipi (angioedema).
  • Kondisi ketika jumlah sel neutrofil dalam darah menurun (neutropenia).
  • Muntah.
  • Ruam pada kulit.
  • Biduran (urtikaria).
  • Gangguan kesulitan tidur (insomnia).
  • Reaksi alergi.
  • Pada penggunaan jangka panjang dan dosis besar dapat menyebabkan terjadinya kerusakan hati. Pembengkakan yang disebabkan akibat penumpukan cairan pada beberapa bagian tubuh seperti di sekitar bibit, mata, dan pipi (angioedema).
  • Kondisi ketika jumlah sel neutrofil dalam darah menurun (neutropenia).
  • Penurunan tekanan darah (hipotensi).
  • Kondisi rendahnya jumlah trombosit di dalam tubuh (trombositopenia).
  • Kondisi rendahnya jumlah sel darah putih di dalam tubuh (leukopenia).
  • Rasa gatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus).
  • Kelelahan.
  • Perubahan pada warna kulit atau sklera mata menjadi kekuningan.
  • Urin berwarna gelap.
  • Mual.
  • Sakit pada perut bagian atas.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Gatal.
  • Feses berwarna gelap.
  • Muntah.
  • Ruam pada kulit.
  • Biduran (urtikaria).
  • Gangguan kesulitan tidur (insomnia).
  • Kondisi rendahnya jumlah trombosit di dalam tubuh (trombositopenia).
  • Kondisi rendahnya jumlah sel darah putih di dalam tubuh (leukopenia).
  • Rasa gatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus).
  • Kelelahan.
  • Perubahan pada warna kulit atau sklera mata menjadi kekuningan.
  • Urin berwarna gelap.

Perhatian Khusus

  • Hentikan penggunaan jika selama 3 hari mengonsumsi ini demam tidak menurun atau setelah 5 hari nyeri tidak hilang.
  • Pasien yang mengalami kekurangan gizi kronis.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol.
  • Dapat menyebabkan kelainan serius pada kulit, serta lapisan bola mata, dalam mulut, dubur, dan alat kelamin (sindrom Stevens-Johnson).
  • Hentikan penggunaan jika terjadi reaksi anafilaksis atau reaksi alergi berat.
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati.
  • Pasien yang mengalami gangguan fungsi ginjal yang berat.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan mirasic forte kaplet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien penderita penyakit hati yang berat.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap parasetamol.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Rifampisin, fenitoin, karbamazepin, dan fenobarbital.
    Parasetamol dapat menurunkan konsentrasi obat di atas dan menurunkan efektivitas obat.
  • Metoklopramid dan domperidon.
    Jika dikonsumsi bersama metoklopramid dan domperidon dapat meningkatkan absorpsi parasetamol.
  • Kloramfenikol.
    Penggunaan bersama parasetamol dapat meningkatkan kadar kloramfenikol dalam tubuh.
    Penggunaan bersama rifampisin, fenitoin, karbamazepin, dan fenobarbital dapat menurunkan kadar parasetamol.
  • Kolestiramin.
    Penggunaan bersama dengan kolestiramin dapat menurunkan penyerapan parasetamol.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

  • Gejala semakin memburuk atau timbulnya gejala baru.
  • Masih merasakan sakit setelah 7 hari penggunaan (atau 5 hari jika merawat anak).
  • Mengalami demam setelah 3 hari mengonsumsi obat ini.
  • Memiliki ruam kulit, kemerahan atau pembengkakan, serta sakit kepala berkelanjutan.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/paracetamol?mtype=generic
Diakses pada 24 Agustus 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-362/acetaminophen-oral/details
Diakses pada 24 Agustus 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a681004.html
Diakses pada 24 Agustus 2020

Rxlist. https://www.rxlist.com/consumer_acetaminophen_tylenol/drugs-condition.htm
Diakses pada 24 Agustus 2020

Medicenet. https://www.medicinenet.com/acetaminophen/article.htm
Diakses pada 24 Agustus 2020

Drugs. https://www.drugs.com/acetaminophen.html
Diakses pada 24 Agustus 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Mengenal Penyebab Gigi Kuning dan Cara Mengatasinya

Penyebab gigi kuning perlu diketahui sebagai metode pencegahan awal. Jenis makanan yang Anda konsumsi, dan kebiasaan merokok bisa jadi penyebab gigi kuning.
20 Dec 2019|Fadli Adzani
Baca selengkapnya
Mengenal Penyebab Gigi Kuning dan Cara Mengatasinya

Mengenal Cara Menghilangkan Karang Gigi Secara Alami

Cara menghilangkan karang gigi secara alami bisa Anda lakukan dari rumah. Mulai dari menggunakan benang gigi, hingga menggunakan baking soda bisa jadi salah satu pilihan Anda.
14 Jan 2020|Maria Natasha
Baca selengkapnya
Mengenal Cara Menghilangkan Karang Gigi Secara Alami

Ayah dan Ibu, Inilah Penyebab dan Cara Mengatasi Sakit Kepala pada Anak

Bukan hanya orang dewasa, sakit kepala juga bisa terjadi pada anak-anak. Sakit kepala pada anak dapat disebabkan oleh berbagai hal, baik yang umum maupun yang serius.
11 Oct 2019|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Ayah dan Ibu, Inilah Penyebab dan Cara Mengatasi Sakit Kepala pada Anak