Minirin Tablet

22 Agu 2020| Dea Febriyani

Deskripsi obat

Minirin tablet adalah obat untuk mengontol tingkat atau pengeluaran urin sehingga keseimbangan cairan tetap terjaga. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Minirin tablet mengandung zat aktif desmopresin.
Minirin Tablet
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HET0
Produk HalalYa
Kandungan utamaDesmopresin.
Kelas terapiAntiduretik.
Kemasan1 box isi 1 botol @ 30 tablet (0,1 mg; 0,2 mg)
ProdusenAbbott Indonesia

Informasi zat aktif

Desmopresin atau golongan antidiuretik bekerja meningkatkan siklik adenosin monofosfat (cAMP) dalam sel tubulus ginjal yang meningkatkan permeabilitas air yang mengakibatkan penurunan volume urin dan meningkatkan osmolalitas urin. Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, desmopresin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diabsorbis secara minimal dari saluran cerna. Ketersediaan hayati adalah 0,08-16% dan waktu konsentrasi plasma adalah 0,9 jam.
  • Distribusi: Volume distribusi adalah 0,2-0,32 L/kg.
  • Ekskresi: Dieskresi terutama melalui urin. Waktu paruh eliminasi adalah 2-4 jam.

Indikasi (manfaat) obat

  • Bermanfaat dalam mengontol tingkat atau pengeluaran urin sehingga keseimbangan cairan tetap terjaga.

Desmopresin atau golongan antidiuretik bekerja meningkatkan siklik adenosin monofosfat (cAMP) dalam sel tubulus ginjal yang meningkatkan permeabilitas air yang mengakibatkan penurunan volume urin dan meningkatkan osmolalitas urin.

Komposisi obat

  • Minirin tablet 0,1 mg: desmopresin 0,1 mg.
  • Minirin tablet 0,2 mg: desmopresin 0,2 tablet.

 

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Kehilangan terlalu banyak cairan melalui urin (diabetes insipidus sentral).

  • Dosis awal: 0,1 mg sebanyak 3 kali/hari.
  • Dosis harian: 0,2-1,2 mg.
  • Regimen dosis optimal: 0,1-0,2 mg sebanyak 3 kali/hari.

Mengompol pada malam hari (enuresis nokturnal primer).

  • Dosis awal: 0,2 mg dikonsumsi sebelum tidur, dosis dapat ditingkatkan hingga 0,4 mg jika dosis tidak cukup efektif.

Buang air kecil yang berlebihan (nokturia).

  • Dosis awal: 0,1 mg dikonsumsi sebelum tidur, dosis dapat ditingkatkan hingga 0.2 mg dan kemudian menjadi 0,4 mg/minggu jika dosis tidak cukup efektif.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi dengan atau tanpa makanan dan tablet ditelan utuh.

Efek samping obat

Perhatian Khusus

  • Pasien yang memiliki kadar natrium yang rendah di dalam tubuh.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pasien lanjut usia 65 tahun ke atas.

Kategori kehamilan

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya. Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap desmopressin.
  • Pasien dengan kondisi kebocoran katup aorta (insufisiensi) jantung dan kondisi lain yang membutuhkan pengobatan dengan obat diuretik.
  • Pasien dengan kondisi yang memiliki sindrom sekresi hormon antidiuretik (ADH) yang mempengaruhi keseimbangan air dan mineral di dalam tubuh.
  • Pasien dengan gangguan ginjal sedang hingga berat (klirens kreatinin < 50 ml/menit).

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Mometason dan intranasal.
    Penggunaan bersama desmopressin meningkatkan toksisitas dari desmopressin.
  • Obat golongan TCA, SSRI, klorpromazin, klorpromazin, karbamazepin, loperamid, dan beberapa preparat obat anti inflamasi non steroid.
    Penggunaan bersama desmopressin meningkatkan risiko akumulasi cairan abnormal.
  • Dimetikon.
    Penggunaan bersama desmopressin menurunkan absorpsi.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/desmopressin
Diakses pada 10 Agustus 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/minirin
Diakses pada 10 Agustus 2020

Drugbank. https://www.drugbank.ca/drugs/DB00035
Diakses pada 10 Agustus 2020

Medscape. https://reference.medscape.com/drug/ddavp-stimate-noctiva-desmopressin-342819#3
Diakses pada 10 Agustus 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Benarkah Ada Manfaat Air Kencing dari Terapi Urine?

Terapi urine di klaim bisa berikan manfaat untuk kesehatan, seperti jerawat, alergi, hingga kanker. Tidak heran banyak orang yang mencobanya meski metode ini terkesan menjijikan. Sayangnya, belum ada penelitian yang memastikan manfaat prosedur ini. Masihkah Anda ingin mencoba?
03 Mar 2020|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Benarkah Ada Manfaat Air Kencing dari Terapi Urine?

Sering Buang Air Kecil di Malam Hari? Bisa Jadi Anda Mengalami Nokturia

Nokturia adalah kondisi medis yang membuat Anda sering buang air kecil di malam hari. Akibatnya, Anda bisa terbangun 2-6 kali dalam semalam. Nokturia dapat menyebabkan siklus tidur menjadi terganggu karena Anda harus sering terbangun untuk buang air kecil di malam hari.Baca selengkapnya
Sering Buang Air Kecil di Malam Hari? Bisa Jadi Anda Mengalami Nokturia

Mengenal Berbagai Gangguan Medis Penyebab Air Kencing Bau

Air kencing bau tak boleh disepelekan begitu saja. Sebab, kondisi ini bisa jadi tanda penyakit serius seperti diabetes, penyakit hati, infeksi saluran kemih, hingga MSUD.
17 Feb 2020|Fadli Adzani
Baca selengkapnya
Mengenal Berbagai Gangguan Medis Penyebab Air Kencing Bau