Miniaspi Tablet 80 mg

25 Mar 2020| Aby Rachman

Deskripsi obat

Miniaspi tablet digunakan untuk mencegah penggumpalan darah (agregasi platelet). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Miniaspi mengandung asam asetilsalisilat.

Miniaspi Tablet 80 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 39.000/box per Maret 2020
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 tablet (80 mg)
ProdusenMersifarma TM

Indikasi (manfaat) obat

  • Mencegah penggumpalan darah (agregasi platelet) pada serangan jantung (infark miokard) dan kondisi dimana jantung tidak mendapat cukup aliran darah dan oksigen (angina tidak stabil).
  • Mencegah stroke ringan yang disebabkan karena terganggunya aliran darah ke otak dalam waktu singkat (serangan iskemik otak sepintas).

Komposisi obat

Asam asetilsalisilat 80 mg.

 

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

1-2 tablet/hari.

Aturan pakai obat

  • Sebaiknya dikonsumsi bersama makanan.
  • Dikonsumsi pada saat atau segera sesudah makan. Telan utuh, jangan dikunyah atau dihancurkan.

Efek samping obat

  • Iritasi saluran pencernaan.
  • Mual dan muntah.
  • Pendarahan saluran pencernaan.
  • Luka pada bagian dalam lambung atau usus halus (tukak peptik).
  • Sesak nafas.
  • Reaksi kulit.
  • Kondisi dimana jumlah trombosit dalam darah lebih rendah dari normal (trombositopenia).

Perhatian Khusus

  • Pasien gangguan hati.
  • Pasien dehidrasi.
  • Hentikan pemakaian jika terjadi gangguan sensasi telinga berdering (tinnitus).
  • Gangguan pendengaran.
  • Pusing.
  • Konsultasikan ke dokter jika terjadi gangguan lambung.
  • Hindari mengonsumsi alkohol.
  • Ibu hamil dan menyusui.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien asma.
  • Pasien luka pada bagian dalam lambung atau usus halus (tukak peptik), cacar (varisela) dan gejala influenza.
  • Pendarahan di bawah kulit (subkutan).
  • Terapi antikoagulan.
  • Gangguan pada sistem pembekuan darah (hemofilia) dan kondisi dimana jumlah trombosit dalam darah lebih rendah dari normal (trombositopenia).
  • Anak 12 tahun ke bawah.
  • Hamil trimester 3.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Antikoagulan oral.
  • Asetosal.
  • Kortikosteroid atau anti inflamasi nonsteroid.
  • Spironolakton.
  • Furosemid.
  • Obat yang berfungsi untuk meningkatkan pengeluaran asam urat melalui urin (urikosurik).

MIMS. http://www.mims.com/indonesia/drug/info/miniaspi%2080/miniaspi%2080?type=brief&lang=id
Diakses pada 20 Maret 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Deep Vein Thrombosis: Gumpalan Darah di Kaki yang Berbahaya

Deep vein thrombosis atau DVT adalah terbentuknya gumpalan darah pada kaki. Karena dapat menimbulkan komplikasi yang mengancam nyawa bila dibiarkan, kondisi ini harus dicegah sedini mungkin.
20 Sep 2020|dr. Levina Felicia
Baca selengkapnya
Deep Vein Thrombosis: Gumpalan Darah di Kaki yang Berbahaya

Jangan Anggap Remeh, Darah Sukar Membeku Bisa Jadi Karena Hemofilia

Hemofilia adalah penyakit langka yang membuat darah sulit membeku dan pendarahan lebih lama. Penyebabnya beragam, mulai dari keturunan, kanker, dan kondisi autoimun.
17 May 2019|Asni Harismi
Baca selengkapnya
Jangan Anggap Remeh, Darah Sukar Membeku Bisa Jadi Karena Hemofilia

Fungsi Plasma Darah yang Vital Bagi Tubuh Ternyata Beragam

Plasma darah adalah satu dari empat komponen darah yang menyusun sekitar 55% dari komposisi darah. Fungsi plasma darah adalah dapat menjaga suhu tubuh agar tetap terjaga.
18 Nov 2019|Arif Putra
Baca selengkapnya
Fungsi Plasma Darah yang Vital Bagi Tubuh Ternyata Beragam