Mikorex Salep 6 g

30 Okt 2020| Dea Febriyani
Mikorex salep adalah salep untuk mengobati infeksi jamur.

Deskripsi obat

Mikorex salep adalah salep untuk mengobati infeksi jamur seperti panu, kurap, dan kutu air. Obat ini merupakan obat bebas yang tidak memerlukan resep dokter. Mikorex salep mengandung zat aktif asam salisilat, asam benzoat, mentol, dan kamper.

Mikorex Salep 6 g
Golongan ObatObat bebas. Obat yang boleh dibeli secara bebas tanpa menggunakan resep dokter.
Kandungan utamaAsam salisilat, asam benzoat, mentol, dan kamper.
Kelas terapiAntifungi.
Kemasan1 pot @ 6 g
ProdusenSaka Farma Laboratories

Informasi zat aktif

Asam salisilat adalah salah satu komposisi dari mikorex salep.

Asam ssalisilat memiliki aksi keratolitik yang kuat dan sedikit aksi antiseptik saat dioleskan. Asam salisilat melembutkan dan menghancurkan stratum korneum dengan meningkatkan hidrasi endogen yang menyebabkan lapisan tanduk kulit membengkak, melembutkan, dan kemudian mengelupas.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, asam salisilat diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Mudah diserap melalui kulit.
  • Distribusi: Pengikatan protein plasma: 50-80%, untuk albumin.
  • Ekskresi: Melalui urin (asam salisilat (52%), glukuronida salisilat (42%) dan asam salisilat (6%)).

Indikasi (manfaat) obat

Mengobati infeksi jamur pada kulit seperti:

  • Panu.
  • Kurap.
  • Kutu air.

Asam salisilat adalah agen keratolitik yang bekerja dengan meningkatkan jumlah kelembapan pada kulit sehingga dapat melembutkan keratin dan protein yang merupakan bagian dari struktur kulit. Asam salisilat membantu melonggarkan kulit kering dan bersisik sehingga lebih mudah dihilangkan. Ketika asam salisilat digunakan dalam kombinasi dengan obat lain, asam salisilat melepaskan lapisan atas kulit sehingga obat tambahan dapat menembus dengan lebih efektif.
Asam benzoat adalah obat yang dapat mengatasi infeksi jamur seperti kurap, panu, dan kutu air. Asam benzoat bekerja dengan menghentikan pertumbuhan jamur pada kulit.
Mentol dikenal sebagai counterirritant yang bekerja dengan membuat kulit terasa sejuk, untuk mengalihkan Anda dari rasa sakit atau nyeri. Kamfer membantu meredakan gatal.

Komposisi obat

  • Asam salisilat 6%.
  • Asam benzoat 6%.
  • Mentol 1%.
  • Kamper 4 %.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Oleskan 2-3 kali/hari.

Aturan pakai obat

Oleskan pada bagian kulit yang sakit atau membutuhkan.

Efek samping obat

  • Kulit kemerahan.
    Jika efek samping ini semakin memburuk segera konsultasikan ke dokter.
  • Gatal.
  • Sensasi rasa panas dan seperti terbakar pada kulit.
  • Biduran (urtikaria).
  • Iritasi kulit.
  • Pembengkakan pada kulit (edema).
  • Peradangan kulit (dermatitis).
  • Pengelupasan kulit
  • Kulit kering.

Beberapa bahan dapat menyebabkan reaksi alergi pada kulit pada beberapa orang. Jika Anda mengalami reaksi kulit yang sangat mengganggu atau parah segera hubungi dokter Anda.

Perhatian Khusus

  • Hanya untuk pemakaian luar.
  • Oleskan secara tipis-tipis dan jangan digosok untuk menghindari terjadinya iritasi kulit.
  • Hindari penggunaan pada sekitar mata.
  • Hentikan penggunaan jika mengalami ruam kulit atau tanda reaksi alergi lainnya.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan mikorex salep pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki riwayat alergi terhadap komponen dalam obat ini.
  • Pasien yang memiliki kadar kelenjar tiroid yang terlalu aktif dalam tubuh (hipertiroidisme).
  • Anak-anak 2 tahun ke bawah.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Informasi interaksi obat yang tersedia antara mikorex salep dan obat-obatan lain terbatas. Dianjurkan agar pasien berkonsultasi dengan dokter, apoteker, atau penyedia perawatan kesehatan sebelum menggunakan obat ini bersama obat lainnya.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal obat sebelumnya, segera gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya gunakan obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan menggunakan total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa menggunakan obat.
    Jika sering lupa untuk menggunakan obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal pemakaian obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal pemakaian obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter Anda segera jika Anda memiliki:

  • Iritasi kulit.
  • Sensasi terbakar selama lebih dari 10 hari.
  • Mengalami ruam kulit atau terjadi reaksi alergi.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/salicylic%20acid?mtype=generic
Diakses pada 6 Oktober 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-18-866/salicylic-acid-topical/salicylic-acid-keratolytic-topical/details
Diakses pada 6 Oktober 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-2116/camphor-menthol-topical/details
Diakses pada 6 Oktober 2020

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/benzoic-acid-and-salicylic-acid-topical.html
Diakses pada 6 Oktober 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email