Microgynon Tablet

05 Jan 2021| Anita Djie
Microgynon tablet adalah kontrasepsi oral kombinasi untuk mencegah kehamilan

Deskripsi obat

Microgynon tablet adalah pil kb kombinasi untuk mencegah kehamilan. Cara kerja obat ini adalah dengan menghambat pelepasan sel telur dari ovarium, mengubah kualitas cairan serviks sehingga sperma tidak dapat hidup, serta mengubah lapisan rahim untuk mencegah sel telur menempel pada rahim. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter.
Microgynon tablet mengandung zat aktif ethinylestradiol dan levonorgestrel. Microgynon tablet berbentuk tablet salut gula yang mengandung hormon levonorgestrel dan ethinylestradiol. Obat ini juga disertai tujuh tablet tambahan yang berisi laktosa atau sebagai plasebo.
Selain mencegah kehamilan, pil KB dapat membuat menstruasi lebih teratur, mengurangi kehilangan darah dan nyeri haid, menurunkan risiko kista ovarium, dan mengobati jerawat.

Microgynon Tablet
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 17.100/strip per Oktober 2019
Kandungan utamaLevonorgestrel dan ethinylestradiol.
Kelas terapiKontrasepsi oral.
Klasifikasi obatKontrasepsi oral.
Kemasan1 box isi 1 strip @ 28 tablet
ProdusenBayer Indonesia

Informasi zat aktif

Levonorgestrel dan ethinylestradiol adalah kombinasi kontrasepsi hormonal untuk menghambat pembuahan sel telur (ovulasi). Levonorgestren dan ethinylestradiol bekerja membentuk lapisan dinding rahim (endometrium) untuk mencegah menempelnya sel telur yang dibuahi.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, levonorgestrel dan ethinylestradiol diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diabsorpsi dari saluran cerna. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah ethinylestradiol adalah 38-48% dan levonorgestrel 100%.
  • Distribusi: Distribusi ethinylestradiol adalah 4,3 L/kg dan levonorgestrel adalah 1,8 L/kg. Ikatan protein ethinylestradiol adalah 95-97% dan levonorgestrel adalah 97-99%.
  • Metabolisme: Metabolisme secara lambat.
  • Ekskresi: Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) ethinylestradiol adalah 12-23 jam dan levonorgestrel 22-49 jam. Levonorgestrel dieluarkan melalui urine sebanyak 40-68% dan feses 16-48%, sedangkan etinilestradiol dikeluarkan melalui urine.

Indikasi (manfaat) obat

  • Membantu mencegah kehamilan.
  • Mencegah pelepasan sel telur dan mencegah pembuahan sel telur.

Ethinylestradiol dan levonorgestrel adalah hormon wanita untuk mencegah ovulasi atau pelepasan sel telur dari ovarium. Ethinylestradiol dan levonorgestrel juga menyebabkan perubahan pada lendir serviks dan lapisan rahim, serta meningkatkan kekentalan cairan mukosa pada leher rahim, sehingga sperma lebih sulit mencapai rahim dan sel telur yang telah dibuahi lebih sulit untuk menempel ke rahim.

Komposisi obat

  • Ethinylestradiol 0,03 mg.
  • Levonorgestrel 0,15 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

1 tablet/hari, dikonsumsi setiap hari selama 28 hari berturut-turut.

Aturan pakai obat

Telan setiap tablet secara utuh, jika perlu dengan air. Jangan mengunyah tablet tersebut.

Efek samping obat

  • Mual.
    Cobalah untuk mengonsumsi obat ini setelah makan untuk mengurangi rasa mual. Konsumsi makanan dalam porsi lebih sedikit, tetapilebih sering.
  • Sakit kepala.
    Pastikan Anda istirahat dan minum banyak cairan. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Sakit kepala biasanya akan hilang setelah minggu pertama mengonsumsi obat ini. Bicaralah dengan dokter jika efek samping ini berlangsung lebih dari seminggu atau bertambah parah.
  • Muntah.
    Minumlah banyak air untuk menghindari dehidrasi. Kondisi dehidrasi terdiri dari buang air kecil lebih sedikit dari biasanya atau urine berwarna gelap dan berbau tajam. Jika muntah berlangsung lebih dari 24 jam, segera hubungi dokter. Jangan mengonsumsi obat lain tanpa berkonsultasi kepada apoteker atau dokter.
  • Kram perut atau perut kembung.
  • Perdarahan pada vagina.
  • Pembengkakan pada pembuluh darah vena (tromboflebitis).
  • Nyeri pada payudara.
  • Pembengkakan pada pergelangan kaki.
  • Perubahan berat badan.
  • Menstruasi tidak teratur.
  • Penyumbatan pembuluh darah paru-paru (emboli paru).
  • Peningkatan tekanan darah.
  • Risiko perdarahan.

Cara penyimpanan obat

Simpan pada suhu 20-25°C.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan riwayat pembekuan darah (trombosis).
  • Pasien dengan gangguan penyerapan (sindrom malabsorpsi).
  • Pasien dengan kadar gula darah tinggi (diabetes melitus).
  • Pasien dengan kadar kalsium tinggi dalam darah (hiperkalsemia).
  • Pasien dengan penyakit kardiovaskular dan kandung empedu.
  • Pasien dengan risiko tromboemboli.
  • Pasien penderita gangguan pada pembuluh darah, seperti perdarahan pada otak, stroke, dan serangan jantung.
  • Pasien penderita penyakit hati, tumor atau kanker hati.
  • Pasien dengan riwayat sakit kuning.
  • Pasien penderita nyeri dada.
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi berat atau tidak terkontrol.
  • Pasien penderita kanker endometrium, serviks, atau vagina.
  • Pasien yang mengalami perdarahan abnormal pada vagina.
  • Wanita berusia 35 tahun ke atas dan merokok 15 batang atau lebih sehari.
  • Pasien dengan risiko kanker payudara.
  • Pasien dengan penyakit asma.
  • Pasien dengan penyakit kejang (epilepsi).
  • Pasien yang mengalami depresi.
  • Pasien yang mengalami sakit kepala sebelah (migrain).

Kategori kehamilan

Kategori X: Penggunaan Microgynon tablet tidak disarankan pada ibu hamil. Penelitian menunjukkan adanya dampak berupa kelainan pada janin, mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin, serta risiko efek sampingnya lebih besar pada wanita hamil daripada manfaatnya. Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi obat ini. Khususnya bagi ibu hamil pada trimester pertama, harus lebih berhati-hati mengingat efek sampingnya dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan organ janin.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Wanita hamil.
  • Pasien dengan riwayat kanker payudara.
  • Ibu menyusui selama 6 bulan pertama setelah melahirkan.
  • Perdarahan vagina yang tidak diketahui penyebabnya.
  • Pasien penderita kelainan pada darah (porfiria).
  • Pasien dengan gangguan fungsi hati.
  • Pasien dengan kelainan perdarahan.
  • Pasien dengan kerusakan atau pecahnya sel darah merah (sindrom hemolitik uremik).
  • Penyakit kuning kolestatik.
  • Pasien dengan kelainan saraf otot (chorea).

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Lamotrigin.
    Penggunaan bersama dapat mengurangi kadar lamotrigin dalam darah pada beberapa pasien, sehingga dapat membuat obat kurang efektif dalam mengatasi kejang.
  • Alprazolam, klordiazepoksida, dan diazepam.
    Penggunaan bersama dapat mengurangi proses pembersihan, sehingga dapat menyebabkan terjadinya keracunan atau toksisitas.
  • Budesonid.
    Etiniestradiol dapat meningkatkan kadar budesonide dalam darah. Hal ini dapat meningkatkan risiko efek samping, seperti pembengkakan, penambahan berat badan, kelainan elektrolit, tekanan darah tinggi, glukosa darah tinggi, kelemahan otot, depresi, perubahan suasana hati, jerawat, kulit menipis, garis halus kulit (stretch mark), mudah memar, tulang kehilangan kepadatan, katarak, glaukoma, ketidakteraturan menstruasi, pertumbuhan rambut wajah atau tubuh berlebihan, dan distribusi lemak tubuh tidak normal, terutama di wajah, leher, punggung, dan pinggang.
  • Topiramat.
    Menggunakan etinilestradiol bersama topiramat dapat mengubah efek etinilestradiol. Topiramat dapat membuat pil KB menjadi kurang efektif dan menyebabkan kehamilan. Sebelum mengonsumsi topiramat, beri tahu dokter Anda jika Anda menggunakan pil KB.
  • Prednisolon dan ciclosporin.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat menghambat laju metabolisme prednisolon dan ciclosporin.
  • Lorazepam, oksazepam, dan temazepam.
    Penggunaan bersama dapat meningkatkan proses pembersihan, sehingga dapat memicu terjadinya toksisitas.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Jika Anda melewatkan satu pil aktif: Minumlah secepat mungkin, lalu minum pil berikutnya sesuai jadwal rutin Anda. Artinya, Anda boleh meminum 2 pil dalam 1 hari.
  • Jika Anda melewatkan dua pil aktif dalam minggu 1 atau 2: Minumlah dua pil sesegera mungkin dan dua pil lagi keesokan harinya. Teruskan minum satu pil sehari sampai Anda menghabiskan kemasannya. Gunakan bentuk kontrasepsi kedua, misalnya kondom dan spermisida selama 7 hari setelah Anda melewatkan satu dosis.
  • Jika Anda melewatkan dua pil aktif dalam minggu ke-3, atau Anda melewatkan tiga atau lebih pil aktif berturut-turut dalam minggu 1, 2, atau 3:
    • Hari pertama mulai: Buang sisa kemasan dan mulai paket baru pada hari yang sama. Gunakan bentuk kontrasepsi kedua, misalnya kondom selama 7 hari setelah Anda melewatkan satu dosis.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Berhenti menggunakan obat ini dan segera beri tahu dokter Anda jika Anda hamil, atau jika Anda melewatkan dua periode menstruasi berturut-turut. Jika Anda baru saja melahirkan, tunggulah setidaknya 4 minggu sebelum meminum pil KB.

Sesuai kemasan per Oktober 2019

EMC. https://www.medicines.org.uk/emc/product/1130/pil
Diakses pada 23 Desember 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-1058-967/levonorgestrel-ethinyl-estradiol-oral/levonorgestrel-ethinyl-estradiol-non-cyclic-contraceptive-oral/details
Diakses pada 23 Desember 2020

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/ethinyl-estradiol-and-levonorgestrel.html
Diakses pada 23 Desember 2020

MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/levonorgestrel-and-ethinyl-estradiol-oral-route/description/drg-20406441
Diakses pada 23 Desember 2020

MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/levonorgestrel-and-ethinyl-estradiol-oral-route/proper-use/drg-20406441?p=1
Diakses pada 23 Desember 2020

Rxlist. https://www.rxlist.com/levora-drug.htm
Diakses pada 23 Desember 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email