Miconazole

29 Agu 2019| Lenny Tan
Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri
Miconazole dapat mengobati infeksi jamur dalam mulut

Miconazole mengobati berbagai infeksi jamur

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Brentan, Daktarin, Daktarin Oral Gel, Daktarin Liquid Soap, Daktazol, Fungares, Funtas, Hexaderm, Kalpanax-K, Locoriz, Miconazole, Micort, Micoskin, Micrem, Moladerm, Mycorine, Mycozol Cream, Proson M, Sporend, Thecort, Vaslone, Yuphamycorine, Zolacort, Zolagel.

Deskripsi obat

Miconazole digunakan untuk mengobati berbagai infeksi jamur seperti kutu air, kurap, panu, dan kandidiasis yang ada pada kulit. Miconazole dalam bentuk obat minum juga dapat digunakan untuk mengobati infeksi jamur yang ada di dalam mulut (kandidiasis orofaring) dan usus (kandidiasis usus). Obat ini bekerja dengan caram encegah pertumbuhan jamur.

Miconazole (Mikonazol)
Golongan

Antijamur

Kategori obat

Obat resep

Bentuk sediaan obat

Bubuk, gel, krim, salep

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Dosis obat

Dosis obat bersifat individual. Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakannya.

Kandidiasis orofaring

  • Dewasa: 20 mg/g miconazole gel oral, oleskan sebanyak 2,5 mL, 4 kali sehari. Oleskan dan diamkan dalam mulut selama mungkin sebelum ditelah. Lanjutkan pengobatan setidaknya selama 1 minggu setelah gejala hilang. Pasien dengan imunitas rendah: tablet bukal  50 mg 1 kali sehari selama 14 hari berturut-turut.
  • Anak-anak usia 4-24 bulan: 20 mg/g miconazole gel oral: 1,25 mL, 4 kali sehari. Usia di atas 2 tahun: 2,5 mL, 4 kali sehari. Oleskan dan diamkan dalam mulut selama mungkin sebelum ditelan. Lanjutkan pengobatan setidaknya selama 1 minggu setelah gejala hilang.

Kandidiasis usus

  • Dewasa dan anak-anak di atas 4 bulan: 20 mg/g miconazole gel oral: 20 mg/kgBB/hari dalam 4 dosis terbagi. Maksimal 250 mg (10 mL), 4 kali sehari. Lanjutkan pengobatan setidaknya selama 1 minggu setelah gejala hilang.

Infeksi jamur kulit

  • Dewasa dan anak-anak: krim, salep, bubuk yang mengandung 2% miconazole, dioleskan tipis pada area yang terinfeksi, 2 kali sehari selama 2-6 minggu. Lanjutkan pengobatan setidaknya selama 1 minggu setelah gejala hilang.

Infeksi jamur kuku

  • Dewasa dan anak-anak: krim yang mengandung 2% miconazole,  dioleskan pada area yang terinfeksi, 1-2 kali sehari. Lanjutkan pengobatanselama 10 hari setelah seluruh lesi menghilang.

Kandidiasis vulvovaginal

Dewasa: krim yang mengandung 2% miconazole, dioleskan dalam liang vagina sebelum dengan tidur dosis tunggal selama 10-14 hari, atau 2 kali sehari selama 7 hari. Obat dalam bentuk tablet vaginal dapat digunakan 100 mg sekali sehari selama 7 atau 14 hari, 100 mg 2 kali sehari selama 7 hari, 200 mg atau 400 mg sehari selama 3 hari, maupun 1.200 mg sebagai dosis tunggal

Efek samping obat

Efek samping yang mungkin terjadi setelah menggunakan miconazole oral adalah:

Miconazole oles juga dapat menyebabkan efek samping seperti iritasi, rasa terbakar, pengelupasan kulit, bengkak/benjolan pada kulit, serta rasa terbakar pada area vulvovaginal. Jika efek samping dari obat ini bertahan atau memburuk, segera beri tahu dokter agar mendapatkan Anda memperoleh penanganan yang tepat.

Perhatian Khusus

Beritahu dokter mengenai riwayat penyakit sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi medis seperti:

  • Kerusakan hati
  • Kehamilan dan menyusui

Kontraindikasi

Jangan menggunakan miconazole oral jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Hipersensitivitas terhadap obat

Reaksi yang tidak diinginkan dapat terjadi jika menggunakan miconazole bersama dengan obat-obatan seperti: astemizole, cisapride, dofetilide, halofantrine, mizolastine, pimozide, quinidine, sertindole, terfenadine, triazolam and oral midazolam. Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan obat.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi mungkin terjadi jika Anda menggunakan beberapa obat bersamaan. Apabila ingin menggunakan miconazole bersama dengan obat lain, harap konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. Sebab, dokter mungkin saja mengubah dosisnya.

Berikut ini jenis obat yang akan menimbulkan interaksi tertentu saat digunakan bersamaan dengan miconazole.

Jenis obatInteraksi
WarfarinPeningkatan efek pendarahan
Sulfonylurea, fenitoin, saquinavir, obat antineoplastik, obat imunosupresif, carbamazepine, cilostazol, buspirone, disopiramida, alfentanil, sildenafil, alprazolam, brotizolam, rifabutin, metilprednisolon, trimetreksat, ebastin dan reboxetine.Peningkatan efek samping obat-obatan tersebut
Astemizole, cisapride, dofetilide, halofantrine, mizolastine, pimozide, quinidine, sertindole, terfenadinePeningkatan risiko aritmia jantung
Obat golongan statin (seperti simvastatin, lovastatin)Peningkatan risiko rhabdomyolysis
Triazolam, midazolamPeningkatan efek triazolam dan midazolam
Simvastatin, lovastatinPeningkatan risiko rabdomyolisis

Penggunaan miconazole bersamaan dengan obat lain, juga berpotensi mengakibatkan ergotisme.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus sesuai dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

BPOM. http://pionas.pom.go.id/monografi/mikonazol-nitrat
Diakses pada 27 November 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/miconazole-topical-route/description/drg-20068784
Diakses pada 27 November 2018

MIMS. http://www.mims.com/indonesia/drug/info/miconazole/
Diakses pada 27 November 2018

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-3841-787/miconazole-nitrate-topical/miconazole-topical/details
Diakses pada 27 November 2018

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Keputihan karena Jamur, Gejala dan Penyebab yang Bisa Terjadi

Keputihan karena jamur dapat terjadi dan menyebabkan rasa gatal hebat di organ kewanitaan. Kondisi ini tentunya dapat menimbulkan iritasi dan mengganggu keseharian kaum hawa.
14 May 2019|dr. M. Helmi A.
Baca selengkapnya
Keputihan karena Jamur, Gejala dan Penyebab yang Bisa Terjadi

Tidak Hanya Warna Putih, Ada Juga Panu Hitam. Ketahui Juga Penyebabnya!

Panu adalah infeksi jamur yang menyebabkan perubahan warna pada area kulit tertentu. Bercak pada panu biasanya berwarna putih, merah, ataupun coklat. Namun, tidak menutup kemungkinan bercak panu dapat berwarna hitam.
22 May 2019|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Tidak Hanya Warna Putih, Ada Juga Panu Hitam. Ketahui Juga Penyebabnya!

Ini Salep Kurap dan Obat agar Kulit Kembali Sehat

Salep kurap banyak yang tersedia bebas di pasaran. Namun, metode pengobatan bisa jadi berbeda tergantung dari lokasi serta tingkat keparahan kurap. Klotrimazole, Mikonazole, Terbinafine, dan Ketoconazole merupakan zat aktif yang terkandung dalam salep kurap.
06 May 2019|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Ini Salep Kurap dan Obat agar Kulit Kembali Sehat