Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Miconazole (Alias: Mikonazol)

Terakhir ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri pada 20 Mar 2019
Mikonazol mengobati infeksi jamur dalam mulut
Mikonazol mengobati berbagai infeksi jamur

Merk dagang yang beredar:

Brentan, Daktarin, Daktarin Oral Gel, Daktarin Liquid Soap, Daktazol, Fungares, Funtas, Hexaderm, Kalpanax-K, Locoriz, Miconazole, Micort, Micoskin, Micrem, Moladerm, Mycorine, Mycozol Cream, Proson M, Sporend, Thecort, Vaslone, Yuphamycorine, Zolacort, Zolagel.

Miconazole digunakan untuk mengobati berbagai infeksi jamur seperti kutu air, kurap, panu, dan kandidiasis yang ada pada kulit. Miconazole dalam bentuk obat minum juga dapat digunakan untuk mengobati infeksi jamur yang ada di dalam mulut (kandidiasis orofaring) dan usus (kandidiasis usus). Obat ini bekerja dengan caram encegah pertumbuhan jamur.

Miconazole (Mikonazol)
Golongan

Antijamur

Kategori Obat

Obat resep

Bentuk Obat

Bubuk, gel, krim, salep

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Dosis

Dosis obat bersifat individual. Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakannya.

Kandidiasis orofaring

  • Dewasa: 20 mg/g miconazole gel oral, oleskan sebanyak 2,5 mL, 4 kali sehari. Oleskan dan diamkan dalam mulut selama mungkin sebelum ditelah. Lanjutkan pengobatan setidaknya selama 1 minggu setelah gejala hilang. Pasien dengan imunitas rendah: tablet bukal  50 mg 1 kali sehari selama 14 hari berturut-turut.
  • Anak-anak usia 4-24 bulan: 20 mg/g miconazole gel oral: 1,25 mL, 4 kali sehari. Usia di atas 2 tahun: 2,5 mL, 4 kali sehari. Oleskan dan diamkan dalam mulut selama mungkin sebelum ditelan. Lanjutkan pengobatan setidaknya selama 1 minggu setelah gejala hilang.

Kandidiasis usus

  • Dewasa dan anak-anak di atas 4 bulan: 20 mg/g miconazole gel oral: 20 mg/kgBB/hari dalam 4 dosis terbagi. Maksimal 250 mg (10 mL), 4 kali sehari. Lanjutkan pengobatan setidaknya selama 1 minggu setelah gejala hilang.

Infeksi jamur kulit

  • Dewasa dan anak-anak: krim, salep, bubuk yang mengandung 2% miconazole, dioleskan tipis pada area yang terinfeksi, 2 kali sehari selama 2-6 minggu. Lanjutkan pengobatan setidaknya selama 1 minggu setelah gejala hilang.

Infeksi jamur kuku

  • Dewasa dan anak-anak: krim yang mengandung 2% miconazole,  dioleskan pada area yang terinfeksi, 1-2 kali sehari. Lanjutkan pengobatanselama 10 hari setelah seluruh lesi menghilang.

Kandidiasis vulvovaginal

Dewasa: krim yang mengandung 2% miconazole, dioleskan dalam liang vagina sebelum dengan tidur dosis tunggal selama 10-14 hari, atau 2 kali sehari selama 7 hari. Obat dalam bentuk tablet vaginal dapat digunakan 100 mg sekali sehari selama 7 atau 14 hari, 100 mg 2 kali sehari selama 7 hari, 200 mg atau 400 mg sehari selama 3 hari, maupun 1.200 mg sebagai dosis tunggal

Aturan pakai Miconazole dengan benar

Selalu ikuti anjuran dari dokter dan baca petunjuk di kemasan obat sebelum menggunakannya. Miconazole oral biasanya digunakan 4 kali sehari dan harus sesuai dengan resep dokter. Obat ini dioleskan pada area yang infeksi.

Miconazole oles hanya boleh digunakan pada kulit. Sebelum menggunakannya, bersihkan area yang terinfeksi. Oleskan pada area yang terkena dan beberapa area sekitarnya yang juga terkena infeksi. Dosis dan lama pengobatan tergantung dari jenis infeksi. Pemakaian obat ini yang terlalu banyak atau terlalu sering tidak akan meningkatkan efektivitas obat, tapi justru akan meningkatkan efek sampingnya. Gunakan obat ini selama jangka waktu yang direkomendasikan dokter. Penghentian pemakaian miconazole yang terlalu cepat, dapat  Berhenti menggunakan membuat jamur tumbuh kembali dan menyebabkan infeksi.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi setelah menggunakan miconazole oral adalah:

  • Mual, muntah
  • Diare
  • Sakit kepala
  • Nyeri perut
  • Dysgeusia

Miconazole oles juga dapat menyebabkan efek samping seperti iritasi, rasa terbakar, pengelupasan kulit, bengkak/benjolan pada kulit, serta rasa terbakar pada area vulvovaginal. Jika efek samping dari obat ini bertahan atau memburuk, segera beri tahu dokter agar mendapatkan Anda memperoleh penanganan yang tepat.

Peringatan

Beritahu dokter mengenai riwayat penyakit sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi medis seperti:

  • Kerusakan hati
  • Kehamilan dan menyusui

Kontraindikasi

Jangan menggunakan miconazole oral jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Hipersensitivitas terhadap obat

Reaksi yang tidak diinginkan dapat terjadi jika menggunakan miconazole bersama dengan obat-obatan seperti: astemizole, cisapride, dofetilide, halofantrine, mizolastine, pimozide, quinidine, sertindole, terfenadine, triazolam and oral midazolam. Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan obat.

Interaksi

Interaksi mungkin terjadi jika Anda menggunakan beberapa obat bersamaan. Apabila ingin menggunakan miconazole bersama dengan obat lain, harap konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. Sebab, dokter mungkin saja mengubah dosisnya.

Berikut ini jenis obat yang akan menimbulkan interaksi tertentu saat digunakan bersamaan dengan miconazole.

Jenis obat Interaksi
Warfarin Peningkatan efek pendarahan
Sulfonylurea, fenitoin, saquinavir, obat antineoplastik, obat imunosupresif, carbamazepine, cilostazol, buspirone, disopiramida, alfentanil, sildenafil, alprazolam, brotizolam, rifabutin, metilprednisolon, trimetreksat, ebastin dan reboxetine. Peningkatan efek samping obat-obatan tersebut
Astemizole, cisapride, dofetilide, halofantrine, mizolastine, pimozide, quinidine, sertindole, terfenadine Peningkatan risiko aritmia jantung
Obat golongan statin (seperti simvastatin, lovastatin) Peningkatan risiko rhabdomyolysis
Triazolam, midazolam Peningkatan efek triazolam dan midazolam
Simvastatin, lovastatin Peningkatan risiko rabdomyolisis

Penggunaan miconazole bersamaan dengan obat lain, juga berpotensi mengakibatkan ergotisme.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus sesuai dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Penyakit
Referensi

BPOM. http://pionas.pom.go.id/monografi/mikonazol-nitrat
Diakses pada 27 November 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/miconazole-topical-route/description/drg-20068784
Diakses pada 27 November 2018

MIMS. http://www.mims.com/indonesia/drug/info/miconazole/
Diakses pada 27 November 2018

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-3841-787/miconazole-nitrate-topical/miconazole-topical/details
Diakses pada 27 November 2018

Artikel Terkait:
Back to Top