Miconazole

02 Mar 2021| Lenny Tan
Ditinjau oleh Veronika Ginting
Miconazole digunakan untuk mengatasi berbagai infeksi jamur

Miconazole digunakan untuk mengatasi berbagai infeksi jamur

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Brentan, Daktarin, Daktarin Oral Gel, Daktarin Liquid Soap, Daktazol, Fungares, Funtas, Hexaderm, Kalpanax-K, Locoriz, Miconazole, Micort, Micoskin, Micrem, Moladerm, Mycorine, Mycozol Cream, Proson M, Sporend, Thecort, Vaslone, Yuphamycorine, Zolacort, Zolage

Deskripsi obat

Miconazole digunakan untuk mengobati infeksi kulit karena jamur, seperti kutu air, gatal di selangkangan, kurap, dan infeksi jamur kulit lainnya (kandidiasis). Miconazole merupakan obat golongan azole yang bekerja dengan cara mencegah pertumbuhan jamur.

Obat ini juga digunakan untuk mengobati kondisi kulit yang dikenal sebagai panu atau pityriasis (tinea versicolor) serta infeksi jamur yang menyebabkan pencerahan atau penggelapan di kulit leher, dada, lengan, atau kaki.

Meskipun banyak jenis jamur tidak berbahaya yang hidup di kulit kita, beberapa dapat menyebabkan infeksi. Jamur yang paling umum menyebabkan infeksi kulit adalah jamur kelompok tinea.

Infeksi yang disebabkan oleh jamur atau ragi (sejenis jamur) juga dapat memengaruhi bagian tubuh lainnya, beberapa contohnya adalah ruam popok akibat jamur, infeksi jamur kuku, dan ruam keringat akibat jamur. 

Miconazole (Mikonazol)
GolonganKelas terapi : Antijamur. Klasifikasi Obat : Imidazole.
Kategori obatObat resep
Bentuk sediaan obatBubuk, gel, krim, salep
Dikonsumsi olehDewasa dan anak-anak
Kategori kehamilan dan menyusuiKategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol, tetapi ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Dosis obatDosis setiap orang berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Efek samping obat

Setiap penggunaan obat berpotensi menimbulkan efek samping. Jika efek samping memburuk, segera cari bantuan tenaga medis. Efek samping yang mungkin terjadi setelah menggunakan miconazole oral adalah:

  • Diare.
    Untuk mengatasi diare ringan, Anda perlu mengganti cairan dan elektrolit (garam) yang hilang dengan meminum banyak air atau minuman olahraga kaya elektrolit. Hindari kopi, minuman berkafein, minuman manis, soda, dan alkohol karena memiliki efek pencahar. Sebaiknya, hindari juga produk susu.
  • Sakit kepala.
    Beristirahatlah dan hindari mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin hingga kondisi Anda membaik. Hindari mengonsumsi alkohol karena akan memperburuk keadaan.
  • Mual.
    Konsumsilah makanan ringan dan hindari makanan berat atau pedas. Minumlah obat ini setelah makan. Hubungi dokter Anda jika gejala berlangsung lebih dari beberapa hari atau memburuk.
  • Muntah.
    Minumlah banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang dan mencegah terjadinya dehidrasi. Dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urine, serta urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Konsumsilah makanan sederhana dan hindari makanan kaya rasa, seperti makanan pedas.
  • Sakit perut.
  • Perubahan indera perasa.

Miconazole oles juga dapat menyebabkan efek samping, seperti gatal, kulit kering, iritasi, rasa terbakar, pengelupasan kulit, bengkak atau benjolan pada kulit, serta rasa terbakar pada area vulvovaginal. Jika efek samping dari obat ini berlanjut atau bertambah buruk, segera beri tahu dokter agar Anda mendapatkan penanganan yang tepat.

Meskipun jarang, tetapi efek samping yang serius dapat terjadi jika obat diserap ke dalam aliran darah Anda, seperti:

  • Mulut kering.
  • Mual.
  • Diare.
  • Sakit kepala.
  • Perubahan indera perasa.
  • Sakit gigi.
  • Kemerahan dan bengkak pada gusi.
  • Sakit lidah.

Perhatian Khusus

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya. Hati-hati menggunakan miconazole pada kondisi:

  • Mengonsumsi obat pengencer darah, seperti warfarin.
  • Gangguan fungsi hati.
  • Anak-anak.
  • Kehamilan dan menyusui.

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Penyimpanan

Simpan pada suhu antara 15-30°C, serta terlindung dari tempat lembap, panas, atau terpapar sinar matahari langsung.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi, seperti:

  • Alergi terhadap miconazole.
  • Bayi berusia 4 bulan ke bawah.
  • Bayi yang memiliki refleks menelan kurang berkembang.
  • Mengonsumsi obat astemizole, cisapride, dofetilide, halofantrine, mizolastine, pimozide, quinidine, sertindole, terfenadine, ergot alkaloid, inhibitor HMG-CoA reduktase, triazolam, dan midazolam oral.

Kategori kehamilan & menyusui

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan miconazole pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter atau dapatkan bantuan medis jika salah satu efek samping ini mengganggu Anda atau tidak kunjung hilang:

  • Sakit kepala.
  • Sakit perut.
  • Muntah.
  • Diare
  • Perubahan rasa.

Berhenti menggunakan miconazole topikal dan segera hubungi dokter jika Anda memiliki:

  • Lepuh parah.
  • Kemerahan.
  • Iritasi pada kulit yang dirawat.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya.

Menggunakan miconazole dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi yang menyebabkan efek miconazole meningkat atau malah menurun. Miconazole dapat mengalami interaksi dengan obat:

  • Warfarin.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan risiko perdarahan.
  • Ergotamin dan dihydroergotamine.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan risiko keracunan ergotamin atau ergotisme.
  • Fenitoin, fosfenitoin, sulfonilurea, saquinavir, alkaloid vinca, busulfan, docetaxel, penghambat saluran Ca (misalnya dihidropiridin dan verapamil), imunosupresan (misalnya siklosporin, tacrolimus, dan sirolimolus), karbolostazol disopiramid, alfentanil, sildenafil, alprazolam, brotizolam, midazolam IV, rifabutin, methylprednisolone, dan trimetrexate.
    Penggunaan miconazole bersama obat di atas dapat meningkatkan kadar obat dalam darah dan menyebabkan risiko toksisitas atau keracunan.
  • Astemizole, cisapride, dofetilide, halofantrine, mizolastine, pimozide, quinidine, sertindole, dan terfenadine.
    Penggunaan bersama obat-obat di atas dapat menyebabkan risiko gangguan irama jnatung.
  • Triazolam, midazolam oral, dan penghambat reduktase HMG-CoA, misalnya simvastatin dan lovastatin.
    Miconazole dapat menyebabkan terhambatnya metabolisme obat di atas, sehingga dapat menyebabkan risiko keracunan.

 

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Drugs. https://www.drugs.com/cdi/miconazole-oral.html
Diakses pada 29 Januari 2021

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-3841-787/miconazole-nitrate-topical/miconazole-topical/details
Diakses pada 29 Januari 2021

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a618061.html
Diakses pada 29 Januari 2021

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/miconazole-topical.html
Diakses pada 29 Januari 2021

Drugbank. https://go.drugbank.com/drugs/DB01110
Diakses pada 29 Januari 2021

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/miconazole?mtype=generic
Diakses pada 29 Januari 2021

Patient. https://patient.info/medicine/miconazole-for-fungal-skin-and-nail-infections-daktarin
Diakses pada 29 Januari 2021

MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/miconazole-topical-route/description/drg-20068784
Diakses pada 29 Januari 2021

medicinenet. https://www.medicinenet.com/miconazole/article.htm
Diakses pada 29 Januari 2021

Clinical Info. https://clinicalinfo.hiv.gov/en/drugs/miconazole/patient#dr1
Diakses pada 29 Januari 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email