Mezatrin Kaplet 500 mg

31 Agu 2020| Ajeng Prahasta

Deskripsi obat

Mezatrin kaplet adalah obat untuk mengatasi infeksi ringan hingga sedang seperti pneumonia, sinusitis, dan infeksi menular seksual. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Mezatrin kaplet mengandung zat aktif azitromisin.

Mezatrin Kaplet 500 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 180.000/box per Agustus 2020
Produk HalalYa
Kandungan utamaAzitromisin.
Kelas terapiAntiinfeksi.
Klasifikasi obatMakrolida.
Kemasan1 box isi 1 strip @ 6 kaplet (500 mg)
ProdusenSanbe Farma

Informasi zat aktif

Azitromisin adalah antibiotik makrolida di bawah kelompok azalida. Ini menghambat sintesis protein yang bergantung pada RNA dengan mengikat subunit ribosom 50-an, mencegah translokasi rantai peptida. Obat ini mampu menghentikan pertumbuhan bakteri.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, azitromisin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat dari saluran pencernaan. Ketersediaan hayati sekitar 37%. Waktu untuk konsentrasi plasma puncak kira-kira 2-3 jam.
  • Distribusi: Tersebar luas di jaringan (kulit, paru-paru, amandel, serviks) dan sputum. Masuk ke dalam ASI. Volume distribusi sebanyak 31-33 L/kg. Pengikatan protein plasma sebanyak 7-51%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati menjadi metabolit tidak aktif.
  • Ekskresi: Melalui empedu (50%, sebagai obat tidak berubah); urin (6-14%, sebagai obat tidak berubah). Waktu paruh eliminasi terminal sekitar 68-72 jam.

Indikasi (manfaat) obat

Mengatasi berbagai infeksi seperti:

  • Infeksi saluran pernapasan atas dan bawah.
  • Infeksi kulit dan struktur kulit.
  • Infeksi menular seksual.
  • Infeksi yang disebabkan karena peradangan pada paru (pneumonia).
  • Peradangan pada dinding sinus (sinusitis).
  • Peradangan pada daerah serviks (servisitis).
  • Peradangan pada uretra yang disebabkan oleh bakteri yang tidak menyebabkan gonorrhea (uretritis non gonokokal).
  • Peradangan pada faring (faringitis).
  • Radang amandel (tonsilitis).

Azitromisin termasuk dalam golongan makrolida yang dapat menghambat sintesis protein. Obat ini bekerja dengan merusak siklus perpanjangan rantai peptidil dengan secara khusus mengikat subunit 50 S dari ribosom. Azitromisin mampu menghentikan bakteri berkembang biak, sehingga dapat membunuh bakteri dan mengobati infeksi.

Komposisi obat

Azitromisin 500 mg.

 

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa dan remaja 16 tahun ke atas:

  • Servisitis dan uretritis non-gonokokal: 1000 mg dikonsumsi dalam dosis tunggal.
  • Infeksi saluran pernapasan atas dan bawah, infeksi kulit dan struktur kulit tanpa komplikasi:
    • Hari ke 1: 500 mg dikonsumsi dalam dosis tunggal.
    • Hari ke 2-5: 250 mg/hari.

Aturan pakai obat

Sebaiknya dikonsumsi saat perut kosong. Dikonsumsi 1 jam sebelum makan atau 2 jam sesudah makan.

Efek samping obat

  • Mual.
    Tetaplah mengonsumsi makanan yang sederhana dan jangan konsumsi makanan terlalu banyak atau konsumsi makanan pedas.
  • Diare atau muntah.
    Konsumsi banyak cairan untuk mencegah terjadinya dehidrasi atau kekurangan cairan, konsumsi sedikit demi sedikit air ketika sedang merasa sakit. Dehidrasi ditandai dengan gejala buang air kecil yang lebih sedikit dari biasanya dan urin berbau tajam. Jangan minum obat lain untuk mengatasi diare atau muntah tanpa konsultasi ke dokter.
  • Kehilangan nafsu makan.
    Makanlah ketika merasa lapar, makanlah dalam porsi kecil dan lebi serin dari biasanya. Konsumsilah makanan ringan ketika merasa lapar. Konsumsi makanan ringan yang bergizi dengan kandungan yang tinggi kalori dan protein, seperti buah kering dan kacang-kacangan.
  • Sakit kepala.
    Istirahatlah dan konsumsi banyak air dan minta rekomendasi apoteker untuk obat penghilang rasa sakit. Jika sakit kepala masih berlangsung selama lebih dari seminggu atau semakin memburuk segera hubungi dokter Anda.
  • Pusing atau lelah.
    Jika Anda merasa pusing ketika berdiri, cobalah untuk bangun dengan sangat lambat atau tetaplah duduk hingga merasa kondisi Anda jauh lebih baik. Jika merasa mulai pusing, berbaringlah agar tidak pingsan, lalu duduk hingga merasa lebih baik. Jangan mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin ketika merasa pusing. Hindari mengonsumsi alkohol karena dapat memperburuk keadaan.
  • Gangguan pengecapan rasa.
    Jika Anda mengalami gangguan pada indera perasa segera hubungi dokter Anda.

Perhatian Khusus

  • Hentikan penggunaan jika terjadi reaksi alergi seperti (angioedema) dan reaksi alergi berat (anafilaksis).
  • Pasien penderita gangguan ginjal berat.
  • Pasien dengan lamanya waktu perpanjangan interval QT.
  • Pasien penderita penyakit hati.
  • Wanita hamil dan menyusui.
  • Pasien lanjut usia atau pasien dengan kondisi lemah.
  • Pasien penderita kelemahan otot (myasthenia gravis).
  • Pasien penderita gangguan elektrolit terutama pasien yang memiliki kadar kalium yang rendah dalam darah (hipokalemia) dan kadar magnesium yang rendah dalam darah (hipomagnesia).
  • Pasien yang memiliki denyut jantung yang lebih lambat dari biasanya (bradikardia).
  • Pasien penderita gangguan ginjal berat.
  • Pada penggunaan jangka panjang.
  • Pasien kanker darah atau kelenjar getah bening yang menjalani transplantasi sel induk hematopoietik.
  • Pasien penderita gangguan irama jantung (aritmia).
  • Pasien penderita gangguan fungsi jantung yang berat.

Kategori kehamilan

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya. Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap antibiotik makrolida.
  • Pasien dengan riwayat gangguan fungsi hati yang disebabkan akibat penggunaan antibiotik.
  • Pasien yang mengonsumsi derivat ergot.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Kuinidin, prokainamid, dofetilid, amiodaron, sotalol, antriaritmia, pimozid, cisapride, dan terfenadin.
    Penggunaan azitromisin dan obat di atas dapat menyebabkan peningkatan risiko interval QT yang berkepanjangan.
  • Digoksin, kolkisin, dan siklosporin.
    Azitromisin dapat meningkatkan kadar obat di atas sehingga dapat menyebabkan terjadinya toksisitas.
  • Warfarin.
    Aziitromisin dapat meningkatkan efek antikoagulan sehingga dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

  • Jika Anda mengalami nyeri dada atau detak jantung yang lebih cepat atau tidak teratur, kulit menajdi berwarna kuning atau bagian putih mata Anda menjadi menguning, kotoran pucat dengan urin berwarna gelap bisa menjadi tanda masalah hati atau kandung empedu.
  • Telinga berdenging (tinnitus), gangguan pendengaran sementara, atau Anda merasa tidak stabil pada kaki Anda (vertigo), dan sakit parah di perut atau punggung Anda bisa menjadi tanda peringatan peradangan pankreas (pankreatitis).
  • Diare (mungkin dengan kram otot) yang mengandung darah atau lendir, jika Anda mengalami diare parah tanpa darah atau lendir selama lebih dari 4 hari, segera berkonsultasi dengan dokter.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/mezatrin?type=brief&lang=id
Diakses pada 18 Agustus 2020

Drugs. https://www.drugs.com/azithromycin.html
Diakses pada 18 Agustus 2020

Nhs. https://www.nhs.uk/medicines/azithromycin/
Diakses pada 18 Agustus 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-1527-3223/azithromycin-oral/azithromycin-250-500-mg-oral/details
Diakses pada 18 Agustus 2020
MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/azithromycin?mtype=generic
Diakses pada 18 Agustus 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a697037.html
Diakses pada 18 Agustus 2020

MedicalNewsToday. https://www.medicalnewstoday.com/articles/azithromycin-oral-tablet#overview
Diakses pada 18 Agustus 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Apa Saja Efek Samping Cefixime yang Berisiko Dialami Pasien?

Beberapa efek samping cefixime dapat umum dialami oleh pasien, walau ada pula yang sifatnya serius. Selain efek samping cefixime, perhatikan pula risiko alerginya.
06 Oct 2020|Arif Putra
Baca selengkapnya
Apa Saja Efek Samping Cefixime yang Berisiko Dialami Pasien?

Mengenal Fungsi Amandel dan Penyakit yang Mengganggunya

Sebagai bagian dari sistem imun, fungsi amandel adalah melindungi tubuh dari kuman yang masuk lewat hidung atau mulut. Fungsinya pun dapat terganggu akibat sejumlah penyakit ini,
16 Oct 2020|Asni Harismi
Baca selengkapnya
Mengenal Fungsi Amandel dan Penyakit yang Mengganggunya

Minum Antibiotik untuk Atasi Diare? Belum Tentu Efektif, Lho

Anda mungkin mengira bahwa semua penyakit dapat disembuhkan oleh antibiotik. Faktanya, antibiotik bukanlah obat mujarab serbaguna, karena tidak semua penyakit dapat diatasi dengan antibiotik. Hal ini juga berlaku untuk penyakit diare, tidak semua jenis diare dapat ditanggulangi dengan antibiotik untuk diare. Antibiotik untuk diare hanya bisa diberikan untuk diare yang disebabkan oleh bakteri atau parasit.
27 Nov 2019|Anita Djie
Baca selengkapnya
Minum Antibiotik untuk Atasi Diare? Belum Tentu Efektif, Lho