Mexpharm tablet 15 mg berguna untuk terapi osteoarthritis eksaserbasi akut dan artritis reumatoid.
Mexpharm tablet 15 mg berguna untuk terapi osteoarthritis eksaserbasi akut dan artritis reumatoid.
Mexpharm tablet 15 mg berguna untuk terapi osteoarthritis eksaserbasi akut dan artritis reumatoid.
Mexpharm tablet 15 mg berguna untuk terapi osteoarthritis eksaserbasi akut dan artritis reumatoid.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 112.640/strip (15 mg) per Desember 2019
Kemasan 1 box isi 2 strip @ 10 tablet
Produsen Dankos Farma

Mexpharm berguna untuk terapi osteoarthritis eksaserbasi akut dan artritis reumatoid. Obat ini merupakan obat keras yang memerlukan resep dokter. Mexpharm mengandung zat aktif meloxicam.

  • Pengobatan jangka pendek gejala-gejala eksaserbasi akut pada kondisi yang menyebabkan sendi-sendi terasa sakit, kaku, dan bengkak (osteoartritis ekserbasi akut).
  • Pengobatan jangka panjang gejala-gejala peradangan sendi akibat sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringannya sendiri (artritis rematoid).

4-hydroxy-2-methyl-N-(5-methyl-2-thiazolyl)-2H-1,2-benzothiazine-3-carboxamide-1,1-dioxide (=Meloxicam) 15 mg

  • Artritis reumatoid: 15 mg/hari dosis dapat dikurangi hingga 7,5 mg/hari.
  • Osteoartritis: 7,5 mg/hari, bila perlu ditingkatkan hingga 15 mg/hari.
  • Pada pasien dialisa dengan gagal ginjal berat: Dosis maksimal adalah 7,5 mg/hari.

Dikonsumsi sesuai petunjuk dokter.

  • Gastrointestinal:
    • Ketidaknyaman pada perut bagian atas (dispepsia).
    • Rasa mual.
    • Muntah.
    • Rasa sakit di perut.
    • Konstipasi.
    • Rasa kembung.
    • Diare.
  • Hematologi:
    • Kondisi ketika jumlah sel darah merah lebih rendah dari jumlah normal (anemia).
    • Gangguan jumlah sel darah.
    • Termasuk hitung jenis sel darah putih. 
    • Rendahnya jumlah sel darah putih (leukopenia).
    • Jumlah trombosit dalam tubuh menurun (trombositopenia).
  • Dermatologi:
  • Pernapasan:
    • Asma akut setelah pemberian aspirin atau obat-obat NSAID lainnya termasuk meloxicam.
  • Susunan saraf pusat:
    • Kepala terasa ringan.
    • Pusing.
    • Penderitanya mengalami pusing, sampai merasa dirinya atau sekelilingnya berputar (vertigo).
    • Telinga berdering, berdesir (tinitus).
    • Perasaan ngantuk.
  • Kardiovaskuler:
    • Pembengkakan pada anggota tubuh yang terjadi karena penimbunan cairan di dalam jaringan (edema).
    • Peningkatan tekanan darah.
    • Jantung berdebar-debar (palpitasi).
    • Muka kemerahan.
  • Genito-urinarius:
    • Parameter fungsi ginjal abnormal.
  • Fungsi hati:
    • Meningkatnya transaminase dan bilirubin.
  • Hipersensitif terhadap meloxicam atau zat tambahan lainnya yang terdapat di mexpharm.
  • Gejala-gejala asma, polip hidung, angio-edema atau urtikaria bila diberikan asam asetil salsilat atau obat-obat NSAID lainnya.
  • Pasien tukak lambung (ulkus lambung) yang aktif.
  • Pasien insufisiensi hepar berat.
  • Pasien insufisiensi ginjal berat yang tidak didialisa.
  • Anak-anak dan remaja 15 tahun ke bawah.
  • Masa kehamilan atau menyusui.
  • Perdarahan gastrointestinal, perdarahan otak atau penyakit perdarahan lainnya.
  • Pasien yang pernah menderita penyakit saluran pencernaan bagian atas.
  • Pasien yang sedang diterapi dengan antikoagulan.
  • Pemberian obat ini harus dihentikan bila terjadi tukak lambung (ulkus peptikum) atau terjadi perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Pasien gangguan fungsi ginjal.
  • Pasien yang mengalami dehidrasi.
  • Dosis obat ini tidak boleh melebihi 7,5 mg untuk pasien gagal ginjal stadium akhir yang dirawat dengan hemodialis.
  • Pada pasien yang lemah, toleransi terhadap efek samping berkurang, oleh karena itu pasien demikian harus diawasi benar-benar.
  • Obat-obat NSAID lain.
  • Antikoagulan.
  • Ticlopidine.
  • Lithium.
  • Methotrexate.
  • Diuretik.
  • Cholestyramine.
  • Cyclosporin.

Sesuai kemasan per Desember 2019

Artikel Terkait