Mexon Kaplet

25 Nov 2020| Dina Rahmawati
Mexon kaplet adalah obat untuk mengobati alergi dan peradangan.

Deskripsi obat

Mexon kaplet adalah obat untuk mengobati alergi pada kulit, mata, dan saluran pernapasan, serta mengatasi peradangan. Obat ini termasuk dalam golongan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Mexon kaplet mengandung zat aktif dexamethasone dan dexchlorpheniramin maleate. Dexamethasone termasuk dalam golongan obat kortikosteroid, yaitu senyawa yang mirip dengan hormon alami yang diproduksi oleh kelenjar adrenal. Senyawa tersebut dapat mengurangi gejala dari peradangan, di antaranya pembengkakan, nyeri, demam, dan kemerahan. Zat aktif ini memiliki aktivitas 20-30 kali lebih kuat dibandingkan dengan hidrokortison dan 5-7 kali lebih kuat dibandingkan dengan prednisone. Dexchlropheniramine maleate merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi berbagai kondisi alergi (antihistamin). Obat ini dapat meringankan gejala alergi, seperti mata berair, bersin, pilek, dan gatal pada hidung, mata, maupun tenggorokan.
Mexon Kaplet
Kandungan utamaDexamethasone dan dexchlorpheniramine maleate.
Kelas terapiAntihistamin dan antiinflamasi.
Klasifikasi obatKortikosterod.
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 kaplet
ProdusenSampharindo Perdana

Informasi zat aktif

Dexamethasone termasuk dalam golongan obat yang disebut steroid. Steroid, seperti dexamethasone membantu memblokir respons sistem kekebalan terhadap peradangan, yang membantu mencegah kerusakan ini.

Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, deksamethasone diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Mudah diserap dari saluran pencernaan. Waktu ketika obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu untuk konsentrasi plasma puncak) 1-2 jam (oral).
  • Distribusi: Melintasi plasenta dan memasuki ASI. Pengikatan protein plasma: Sekitar 77%, terutama pada albumin.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Melalui urin (hingga 65%). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) 4 ± 0,9 jam (oral).

Dexchlorpheniramine adalah antihistamin yang digunakan untuk meredakan gejala alergi, hay fever, dan flu biasa. Gejala ini mungkin termasuk ruam, mata berair, mata, hidung, tenggorokan, dan kulit gatal, batuk, pilek, dan bersin. Obat ini bekerja dengan cara memblokir zat alami tertentu (histamin) yang dibuat tubuh Anda selama reaksi alergi dan memblokir zat alami lain yang dibuat oleh tubuh Anda (asetilkolin). Memblokir asetilkolin dapat membantu mengurangi gejala, seperti mata berair dan pilek.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, dexchlorpheniramine diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran GI. Makanan di perut menunda penyerapan, tetapi tidak mempengaruhi ketersediaan hayati.
  • Distribusi: Didistribusikan secara luas ke dalam tubuh; obat itu sekitar 72% terikat protein.
  • Metabolisme: Metabolisme sebagian besar di sel mukosa GI dan hati.
  • Ekskresi: Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh) adalah 12 hingga 43 jam pada orang dewasa dan 10 hingga 13 jam pada anak-anak; obat dan metabolit diekskresikan dalam urine.

Indikasi (manfaat) obat

  • Mengurangi gejela peradangan pada rongga hidung yang disebabkan karena reaksi alergi (rhinitis alergi atau hay fever), baik yang terjadi musiman ataupun sepanjang tahun.
  • Reaksi alergi dan pilek, seperti gatal, ruam, mata dan hidung berair, serta bersin.
  • Mengobati pembengkakan pada saluran pernapasan (asma).
  • Mengatasi peradangan pada kulit yang disebabkan adanya kontak dengan alergen atau zat yang menyebabkan terjadinya reaksi alergi (dermatitis kontak).
  • Mengatasi peradangan kulit akibat faktor genetik atau lingkungan luar (dermatitis atopik).

Dexamethasone merupakan golongan kortikosteroid, yaitu senyawa yang mirip dengan hormon alami yang diproduksi oleh kelenjar adrenal. Obat ini sering digunakan untuk menggantikan bahan kimia tersebut ketika tubuh tidak membuatnya dengan cukup. Dexamethasone mengurangi peradangan, sehingga gejala seperti bengkak, panas, kemerahan, dan nyeri berkurang. Obat ini digunakan untuk mengatasi kondisi peradangan pada sendi (arthritis), gangguan kulit, darah, ginjal, mata, tiroid, dan usus, seperti peradangan pada usus (kolitis) alergi parah, dan asma.
Dexchlorpheniramine maleate merupakan obat bekerja dengan cara memblokir zat alami  yang dibuat tubuh selama terjadi reaksi alergi (histamin). Terhambatnya histamin akan meringankan gejala alergi, seperti gatal dan ruam. Zat aktif ini juga memblokir asetilkolin yang merupakan senyawa alami yang menyebabkan terjadinya peningkatan produksi air mata, air liur, dan ingus. Dengan memblokir asetilkolin, maka gejala, seperti mata berair dan pilek akan berkurang.

Komposisi obat

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa: 1 tablet sebanyak 3 kali/hari.
  • Anak-anak: ½ tablet sebanyak 3 kali/hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi bersama makanan.

Efek samping obat

  • Mual atau muntah.
    Konsumsilah makanan ringan dan hindari makanan berat. Minumlah obat ini setelah makan. Hubungi dokter, jika gejala terus berlangsung lebih dari beberapa hari atau semakin memburuk.
  • Diare.
    Untuk mengatasi diare ringan, Anda perlu mengganti cairan dan elektrolit (garam) yang hilang dengan meminum banyak air atau minuman olahraga kaya elektrolit. Hindari kopi, minuman berkafein, minuman manis, soda, dan alkohol karena memiliki efek pencahar. Sebaiknya, hindari juga produk susu.
  • Kesulitan buang air besar (sembelit).
    Konsumsilah lebih banyak makanan berserat tinggi seperti buah, sayuran segar, dan sereal, serta minumlah banyak air. Lakukan olahraga dengan berjalan-jalan atau berlari setiap hari. Jika ini tidak membantu, segera hubungi apoteker atau dokter Anda.
  • Peningkatan tekanan darah.
  • Pengoroposan pada tulang (osteoporosis).
  • Peningkatan nafsu makan.
  • Penambahan berat badan.
  • Mengantuk.
  • Peningkatan kadar glukosa dalam darah.
  • Pusing.
  • Sakit kepala.
  • Jantung berdebar-debar (palpitasi).
  • Penurunan massa otot.
  • Mulut, tenggorokan, dan hidung kering.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita tukak saluran pencernaan.
  • Pasien penderita gagal jantung.
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pasien penderita peningkatan tekanan pada bola mata (glukoma).
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol.
  • Anak-anak.
  • Pasien penderita peradangan pada usus besar.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Mexon tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Bayi baru lahir dan bayi lahir prematur.
  • Pasien penderita luka pada dinding lambung (tukak lambung).
  • Pasien luka pada usus dua belas jari (tukak peptikum).
  • Pasien penderita infeksi virus akut, seperti herpes zoster.
  • Kualitas kepadatan tulang menurun (osteoporosis).
  • Pasien yang mengalami infeksi jamur.
  • Pasien tekanan darah tinggi berat.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Obat penghambat pembekuan darah (antikoagulan).
    Penggunaan bersama antikoagulan dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan.
  • Fenoterol, pirbuterol, reproterol, rimiterol, ritodrin, salbutamol, dan terbutalin.
    Penggunaan bersama kortikosteroid dosis tinggi dengan fenoterol, pirbuterol, reproterol, rimiterol, ritodrin, salbutamol, dan terbutalin dosis tinggi dapat menyebabkan penurunan kadar kalium dalam darah (hipokalemia).
  • Antidiabetik.
    Efek penurunan kadar gula dalam darah (hipoglikemik) antagonis dari agen antidiabetik.
  • Antihipertensi.
    Efek penurunan tekanan darah (hipotensi) antagonis dari obat antihipertensi.
  • Diuretik hemat K dan karbenoksolon.
    Dapat meningkatkan risiko penurunan kadar kalium dalam darah (hipokalemia) dengan diuretik hemat K dan karbenoksolon.
  • Rifampisin, karbamazepin, fenobarbital, fenitoin, primidon, aminoglutethimide, dan barbiturat.
    Metabolisme kortikosteroid ditingkatkan oleh rifampisin, karbamazepin, fenobarbital, fenitoin, primidon, aminoglutethimide, dan barbiturat, sehingga dapat menimbulkan efek samping.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan dan hubungi dokter jika Anda mengalami kesulitan bernapas, gangguan pada tenggorokan, pembengkakan bibir, lidah, atau wajah, serta gatal-gatal.

Sesuai kemasan per Oktober 2019

Drugs. https://www.drugs.com/dexamethasone.html
Diakses pada 5 November 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-1027-5021/dexamethasone-oral/dexamethasone-oral/details
Diakses pada 5 November 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682792.html
Diakses pada 5 November 2020

Drugs. https://www.drugs.com/dexchlorpheniramine.html
Diakses pada 5 November 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-10321/dexchlorpheniramine-maleate-oral/details#:~:text=Dexchlorpheniramine%20is%20an%20antihistamine%20used,%2C%20runny%20nose%2C%20and%20sneezing.
Diakses pada 5 November 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email