Metrix Tablet 2 mg

Deskripsi obat

Metrix tablet adalah obat untuk menurunkan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Metrix tablet mengandung zat aktif glimepirid yang mampu mengontrol kadar gula yang tinggi dalam darah sehingga akan mengurangi ririko terjadinya serangan jantung atau stroke, obat ini bekerja dengan mendorong pankreas untuk menghasilkan insulin dalam tubuh.

Metrix Tablet 2 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 144.000/box per Juli 2020
Kemasan1 box isi 2 strip @ 15 tablet (2 mg)
ProdusenKalbe Farma

Indikasi (manfaat) obat

Mengontrol kadar gula darah yang tinggi pada pasien diabetes melitus tipe 2 yang tidak terkontrol hanya dengan melakukan dier, olahraga, dan penurunan berat badan.

Komposisi obat

 

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dosis awal: 1 mg sebanyak 1 kali/hari.
  • Dosis terkontrol: 1-4 mg/hari.
  • Kasus tertentu: 8 mg/hari.

Aturan pakai obat

Sebaiknya dikonsumsi dengan makanan, dikonsumsi segera sebelum makan utama pertama pada hari yang sama. Jangan mengurangi jadwal makan.

Efek samping obat

  • Penurunan kadar gula di bawah kadar normal dalam tubuh (hipoglikemia) yang disertai gejala berkeringat, gemetar, jantung berdetak cepat, lapar, pandangan kabur, pusing, dan kesemutan pada kaki atau tangan.
  • Gangguan saluran pencernaan.
  • Gangguan fungsi hati.
  • Reaksi alergi kulit.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Nyeri pada saluran pencernaan.
  • Diare.
  • Reaksi alergi kulit.
  • Kondisi rendahnya jumlah sel darah putih di dalam tubuh (leukopenia).
  • Kegagalan sumsum tulang membentuk granulosit (agranulositosis).
  • Penurunan kadar trombosit dalam tubuh (trombositopenia).
  • Penurunan kadar kalium dalam darah (hiponatremia).
  • Pandangan kabur.
  • Sakit perut.
  • Perubahan pada warna kulit atau sklera mata menjadi kekuningan.
  • Urin berwarna gelap.
  • Kelelahan.
  • Mudah memar.
  • Munculnya gejala infeksi seperti demam, sakit tenggorokan, perubahan mental atau mood, peningkatan berat badan, kejang.
  • Sakit kepala.

Perhatian Khusus

  • Pasien yang berisiko hipoglikemia berat seperti pasien lanjut usia, pasien dengan kondisi lemah atau kurang gizi, pasien penderita gangguan fungsi adrenal, pasien yang mengalami stress karena infeksi, demam, trauma, atau operasi.
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati atau ginjal.
  • Pasien penderita penyakit tiroid.
  • Hindari mengonsumsi alkohol.
  • Pasien penderita penyakit gagal jantung.
  • Dapat mengganggu kemampuan mengemudi atau menjalankan mesin.
  • Anak-anak.
  • Kategori kehamilan dan menyusui:
    Kategori C. Penelitian pada binatang percobaan menunjukkan efek samping terhadap janin dan tidak ada penelitian terkontrol pada wanita. Atau, belum ada penelitian pada wanita hamil maupun hewan percobaan. Obat hanya boleh diberikan jika manfaatnya melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen ini.
  • Pasien penderita kencing manis tipe 1 (diabetes melitus tipe 1).
  • Pasien penderita komplikasi dari diabetes yang mematikan, akibat tingginya produksi asam darah tubuh (diabetik ketoasidosis) dengan atau tanpa koma.
  • Pasien penderita diabetes pada saat masa kehamilan dan hanya berlangsung hingga proses melahirkan (diabetes melitus gestasional).

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Isulin.
  • Obat penurun kadar gula darah (antidiabetes oral) lainnya.
  • Obat penghambat ACE seperti lisinopril, perindopril, benazepril, dan kuinapril.
  • Allopurinol.
  • Steroid anabolik dan hormon seks pria.
  • Kloramfenikol.
  • Derivat kumarin.
  • Siklofosfamid.
  • Disopramid.
  • Fenfluramin.
  • Feniramidol.
  • Fibrat.
  • Fluoksetin.
  • Guanitidin.
  • Ifosfamid.
  • Obat penghambat monoamin oksidase seperti fenelzin.
  • Fenilbutazon.
  • Azapropazon.
  • Oksifenbutazone.
  • Probenesid.
  • Kuinolon.
  • Salisilat.
  • Sulfinpirrazon.
  • Sulfonamida.
  • Tetrasiklin.
  • Tritoqualine.
  • Trofosfamid.
  • Acetazolamid.
  • Barbiturat.
  • Kortikosteroid.
  • Diazoksida.
  • Diuretik.
  • Epinefrin.
  • Glukagon.
  • Obat pencahar.
  • Asam nikotinat.
  • Estrogen dan progestogen.
  • Fenotiazin.
  • Fenitoin.
  • Rifampisin.
  • Hormon tiroid.
  • Antagonis reseptor H2 seperti famotidin, simetidin, dan ranitidin .
  • Klonidin.
  • Reserpin.
  • Β-blocker seperti atenolol, acebutolol, betaxolol, bisoprolol, dan labetalol.

Sesuai kemasan per Juli 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/metrix?type=brief&lang=id
Diakses pada 1 Juli 2020

Kalbemed. https://kalbemed.com/Products-Diseases/Products/Read-Product-Article/ArtMID/458/ArticleID/413/METRIX
Diakses pada 1 Juli 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/glimepiride?mtype=generic
Diakses pada 1 Juli 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-12271/glimepiride-oral/details
Diakses pada 1 Juli 2020

Medscape. https://reference.medscape.com/drug/amaryl-glimepiride-342707#0
Diakses pada 1 Juli 2020

Rxlist. https://www.rxlist.com/consumer_glimepiride_amaryl/drugs-condition.htm#what_is_glimepiride_and_how_does_it_work
Diakses pada 1 Juli 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Waspadai Risiko Diabetes Tipe-2 Selama Kehamilan

Diabetes gestasional membuat Anda dan anak berisiko terkena diabetes tipe-2. Mengapa demikian?
06 May 2019|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Waspadai Risiko Diabetes Tipe-2 Selama Kehamilan

Cara Mencegah Diabetes Keturunan yang Wajib Diketahui

Cara mencegah diabetes keturunan perlu untuk Anda perhatikan. Mulai dari menerapkan pola makan sehat, hingga melakukan olahraga secara teratur dapat dicoba.Baca selengkapnya
Cara Mencegah Diabetes Keturunan yang Wajib Diketahui

Ikuti Pola Diet Diabetes Melitus Ini Agar Gula Darah Normal

Memilih makanan tertentu untuk penderita diabetes sangatlah penting dalam menjaga kadar gula darah tetap normal. Caranya adalah dengan mengikuti pola diet diabetes.
24 Jan 2020|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Ikuti Pola Diet Diabetes Melitus Ini Agar Gula Darah Normal