Metrix Tablet 1 mg

Golongan
Obat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HET
Rp 75.000/box per Juli 2020
Kemasan
1 box isi 2 strip @ 15 tablet (1 mg)
Produsen
Kalbe Farma

Metrix tablet adalah obat untuk mengontrol kadar glukosa darah pada pasien penderita diabetes melitus tipe 2. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Metrix tablet mengandung zat aktif glimepirid yang bekerja dengan meningkatkan sekresi insulin dari sel beta dan dapat menurunkan produksi glukosa hepatik serta meningkatkan sensitivitas reseptor insulin sehingga akan mengontrol kadar gula darah. Mengontrol gula darah tinggi membantu mencegah kerusakan ginjal, kebutaan, masalah saraf, kehilangan anggota tubuh, dan masalah fungsi seksual.

Mengontrol kadar gula darah yang tinggi pada pasien diabetes melitus tipe 2 yang tidak terkontrol hanya dengan melakukan dier, olahraga, dan penurunan berat badan.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dosis awal: 1 mg sebanyak 1 kali/hari.
  • Dosis terkontrol: 1-4 mg/hari.
  • Kasus tertentu: 8 mg/hari.

Sebaiknya dikonsumsi dengan makanan, dikonsumsi segera sebelum makan utama pertama pada hari yang sama. Jangan mengurangi jadwal makan.

  • Penurunan kadar gula di bawah kadar normal dalam tubuh (hipoglikemia) yang disertai gejala berkeringat, gemetar, jantung berdetak cepat, lapar, pandangan kabur, pusing, dan kesemutan pada kaki atau tangan.
  • Gangguan saluran pencernaan.
  • Gangguan fungsi hati.
  • Reaksi alergi kulit.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Nyeri pada saluran pencernaan.
  • Diare.
  • Reaksi alergi kulit.
  • Kondisi rendahnya jumlah sel darah putih di dalam tubuh (leukopenia).
  • Kegagalan sumsum tulang membentuk granulosit (agranulositosis).
  • Penurunan kadar trombosit dalam tubuh (trombositopenia).
  • Penurunan kadar kalium dalam darah (hiponatremia).
  • Pandangan kabur.
  • Sakit perut.
  • Perubahan pada warna kulit atau sklera mata menjadi kekuningan.
  • Urin berwarna gelap.
  • Kelelahan.
  • Mudah memar.
  • Munculnya gejala infeksi seperti demam, sakit tenggorokan, perubahan mental atau mood, peningkatan berat badan, kejang.
  • Sakit kepala.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen ini.
  • Pasien penderita kencing manis tipe 1 (diabetes melitus tipe 1).
  • Pasien penderita komplikasi dari diabetes yang mematikan, akibat tingginya produksi asam darah tubuh (diabetik ketoasidosis) dengan atau tanpa koma.
  • Pasien penderita diabetes pada saat masa kehamilan dan hanya berlangsung hingga proses melahirkan (diabetes melitus gestasional).
  • Pasien yang berisiko hipoglikemia berat seperti pasien lanjut usia, pasien dengan kondisi lemah atau kurang gizi, pasien penderita gangguan fungsi adrenal, pasien yang mengalami stress karena infeksi, demam, trauma, atau operasi.
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati atau ginjal.
  • Pasien penderita penyakit tiroid.
  • Hindari mengonsumsi alkohol.
  • Pasien penderita penyakit gagal jantung.
  • Dapat mengganggu kemampuan mengemudi atau menjalankan mesin.
  • Anak-anak.
  • Kategori kehamilan dan menyusui:
    Kategori C. Penelitian pada binatang percobaan menunjukkan efek samping terhadap janin dan tidak ada penelitian terkontrol pada wanita. Atau, belum ada penelitian pada wanita hamil maupun hewan percobaan. Obat hanya boleh diberikan jika manfaatnya melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
  • Isulin.
  • Obat penurun kadar gula darah (antidiabetes oral) lainnya.
  • Obat penghambat ACE seperti lisinopril, perindopril, benazepril, dan kuinapril.
  • Allopurinol.
  • Steroid anabolik dan hormon seks pria.
  • Kloramfenikol.
  • Derivat kumarin.
  • Siklofosfamid.
  • Disopramid.
  • Fenfluramin.
  • Feniramidol.
  • Fibrat.
  • Fluoksetin.
  • Guanitidin.
  • Ifosfamid.
  • Obat penghambat monoamin oksidase seperti fenelzin.
  • Fenilbutazon.
  • Azapropazon.
  • Oksifenbutazone.
  • Probenesid.
  • Kuinolon.
  • Salisilat.
  • Sulfinpirrazon.
  • Sulfonamida.
  • Tetrasiklin.
  • Tritoqualine.
  • Trofosfamid.
  • Acetazolamid.
  • Barbiturat.
  • Kortikosteroid.
  • Diazoksida.
  • Diuretik.
  • Epinefrin.
  • Glukagon.
  • Obat pencahar.
  • Asam nikotinat.
  • Estrogen dan progestogen.
  • Fenotiazin.
  • Fenitoin.
  • Rifampisin.
  • Hormon tiroid.
  • Antagonis reseptor H2 seperti famotidin, simetidin, dan ranitidin .
  • Klonidin.
  • Reserpin.
  • Β-blocker seperti atenolol, acebutolol, betaxolol, bisoprolol, dan labetalol.

Sesuai kemasan per Juli 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/metrix?type=brief&lang=id
Diakses pada 1 Juli 2020

Kalbemed. https://kalbemed.com/Products-Diseases/Products/Read-Product-Article/ArtMID/458/ArticleID/413/METRIX
Diakses pada 1 Juli 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/glimepiride?mtype=generic
Diakses pada 1 Juli 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-12271/glimepiride-oral/details
Diakses pada 1 Juli 2020

Medscape. https://reference.medscape.com/drug/amaryl-glimepiride-342707#0
Diakses pada 1 Juli 2020

Rxlist. https://www.rxlist.com/consumer_glimepiride_amaryl/drugs-condition.htm#what_is_glimepiride_and_how_does_it_work
Diakses pada 1 Juli 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Manfaat Cumi-Cumi untuk Kesehatan, Salah Satunya Bagus untuk Jantung

Semua makanan laut memiliki keunikannya masing-masing, dalam hal rasa hingga nutrisi yang terkandung di dalamnya. Cumi-cumi adalah salah satunya, yang ternyata baik untuk jantung.
24 Feb 2020|Rieke Saraswati
Baca selengkapnya
Manfaat Cumi-Cumi untuk Kesehatan, Salah Satunya Bagus untuk Jantung

Sindrom Metabolik, Sepaket Gejala Penyakit Jantung, Stroke, dan Diabetes

Sindrom metabolik menyebabkan tekanan darah dan gula darah meningkat, penumpukan lemak perut, hingga kolesterol di atas rata-rata. Kondisi ini dapat dicegah dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat.
01 Apr 2020|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Sindrom Metabolik, Sepaket Gejala Penyakit Jantung, Stroke, dan Diabetes

Panduan Alat Tes Gula Darah yang Bisa Digunakan di Rumah

Alat tes gula darah sangat diperlukan dalam memantau kadar gula darah penderita diabetes. Namun, alat tes gula darah tidak hanya satu jenis saja, karena terdapat alat tes gula darah yang dapat mengukur kadar gula darah dari urine Anda.
17 Oct 2019|Anita Djie
Baca selengkapnya
Panduan Alat Tes Gula Darah yang Bisa Digunakan di Rumah