Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Metoprolol (Alias: Metoprolol)

Ditulis oleh Giasinta Angguni Pranandhita
Terakhir ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri
Metoprolol digunakan untuk mengobati
Tekanan darah tinggi dapat mengindikasikan masalah kesehatan seperti serangan jantung dan stroke.

Merk dagang yang beredar:

Lopresor, Loprolol, Seloken.

Metoprolol digunakan untuk mengobati hipertensi (tekanan darah tinggi). Tekanan darah tinggi akan membebani kerja jantung dan arteri yang dapat merusak pembuluh darah sehingga dapat menyebabkan stroke, gagal jantung, dan gagal ginjal. Metoprolol juga digunakan untuk mengobati angina (nyeri dada), menurunkan risiko serangan jantung, dan untuk mengobati pasien gagal jantung. Obat ini bekerja dengan menghambat zat kimia seperti epinefrin yang ada pada jantung dan pembuluh darah sehingga dapat menurunkan denyut jantung, tekanan darah, dan tekanan pada jantung.

Metoprolol (Metoprolol)
Golongan

Beta bloker

Kategori Obat

Obat resep  

Bentuk Obat

Tablet, suntik

Dikonsumsi oleh

Dewasa

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori C :Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Dosis

Dosis diberikan oleh dokter berdasarkan kondisi medis. Dosis yang diberikan mungkin bervariasi berdasarkan kondisi individu. Selama pengobatan, dokter akan melihat respon terhadap pengobatan dan melakukan penyesuaian dosis bila diperlukan.

Intravena
Pencegahan atau kontrol aritmia pada induksi anestesi

  • Dewasa: 2-4 mg sebagai injeksi lambat, dapat diulangi 2 mg sesuai kebutuhan hingga maksimal 10 mg.

Tambahan untuk infark miokart akut

  • Dewasa: suntikkan dalam 12 jam pada saat nyeri dada, 5 mg dengan interval 2 menit sampai mencapai total 15 mg. Setelah 15 menit, dilanjutkan dengan tablet 50 mg setiap 6 jam selama 2 hari. Dosis pemeliharaan dilanjutkan dengan 100 mg, 2 kali sehari.

Pengobatan darurat aritmia jantung

  • Dewasa: dosis awal 5 mg, dengan laju 1-2 mg/menit, dapat diulang dengan interval 5 menit jika diperlukan. (Maksimal total dosis 10-15 mg)

Oral
Terapi tambahan Hipertiroidisme

  • Dewasa: 50 mg, 4 kali sehari.

Angina pectoris

  • Dewasa: 50-100 mg, 2-3 kali sehari. (Maksimal 200 mg, sekali sehari)

Hipertensi

  • Dewasa: dosis awal 100 mg/hari untuk beberapa kali konsumsi atau 2 kali, dapat ditingkatkan hingga 400 mg/hari sesuai respon. Perawatan: 100-200 mg/hari.

Aritmia jantung

  • Dewasa: 50 mg, 2-3 kali sehari, dapat ditingkatkan hingga 300 mg/hari untuk beberapa kali konsumsi jika diperlukan.

Pencegahan migraine 

  • Dewasa: 100-200 mg/hari untuk beberapa kali konsumsi.

Gagal jantung simtomatik

Dewasa: dosis awal 12,5-25 mg sekali sehari, dapat ditingkatkan dengan interval 2 minggu hingga mencapai 200 mg untuk sekali sehari.

Aturan pakai Metoprolol dengan benar

Suntikan metoprolol hanya diberikan oleh petugas medis. Ikuti aturan cara pakai yang tertera pada kemasan. Konsultasi dengan dokter terlebih dahulu agar Anda mendapatkan dosis yang sesuai dengan kondisi medis Anda.

Bentuk tablet dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Untuk mengurangi risiko efek samping, dokter mungkin akan menganjurkan untuk mulai mengonsumsi obat ini dengan dosis terendah dan secara bertahap meningkatkan dosisnya.

Mungkin diperlukan waktu beberapa minggu setelah mengonsumsi obat ini secara teratur sesuai anjuran dari dokter agar mendapatkan hasil yang maksimal. Anda bisa menggunakan alat pengingat (alarm) untuk membantu Anda mengonsumsi obat ini pada waktu yang sama setiap hari. Jangan berhenti mengonsumsi obat ini tanpa sepengetahuan dokter karena kondisi Anda mungkin bisa menjadi lebih buruk.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi setelah menggunakan obat ini:

  • Pusing, insomnia, kelelahan, sakit kepala, vertigo, kebingungan, bradikardia, sesak napas, hipotensi, fenomena Raynaud, gagal jantung, edema perifer, sinkop, nyeri dada, palpitasi, gangren, klaudikasio, halusinasi, mimpi buruk, gangguan penglihatan; diare, konstipasi, perut kembung, nyeri saluran pencernaan, nyeri ulu hati, mual, cegukan, xerostomia; bronkokonstriksi, mengi, dyspnoea, kulit kering, maculopapular, psoriasiform, pruritus, perburukan psoriasis, ruam urtikaria.
  • Jarang terjadi: penyakit Peyronie, tinnitus, sindrom kaki gelisah, nyeri muskuloskeletal, sindrom seperti polymyalgia, penurunan libido, penglihatan kabur, selaput lendir kering, berkeringat; alopecia reversibel, trombositopenia, agranulositosis, fibrosis retroperitoneal, berat badan, arthritis, mata kering.

Jika efek samping tersebut memburuk, segera beritahu kepada dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat

Peringatan

Beritahukan dokter Anda mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi medis seperti:

  • Miastenia gravis
  • Riwayat gagal jantung
  • Penyakit bronkospastik
  • Gangguan konduksi atrioventrikular
  • Hipertiroidisme dan hipoglikemia
  • Kerusakan hati
  • Kehamilan dan menyusui

Menghentikan pengobatan secara mendadak dapat memicu badai tiroid, dapat memperberat angina dan aritmia ventrikel.

Kontraindikasi

Jangan menggunakan obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Blok atrioventrikular derajat 2 atau 3
  • Sindrom sinus
  • Hipotensi
  • Gagal jantung
  • Gagal jantung dekompensasi
  • Sinus bradikardia
  • Gangguan peredaran arteri perifer berat
  • Asma berat
  • Prinzmetal angina
  • Asidosis metabolik

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Interaksi

Interaksi

Menggunakan metoprolol dengan obat lain dapat menyebabkan terjadinya interaksi

 

  • Meningkatkan efek samping metoprolol dengan obat antidepresan dan reserpine.
  • Meningkatkan kadar metoprolol dalam darah dengan bupropion, cimetidine.
  • Meningkatkan risiko hipotensi dan gagal jantung dengan anestesi umum depresan miokard.
  • Menurunkan kadar metoprolol dalam darah dengan rifampisin.
  • Mengurangi efek obat antihipertensi dengan indometasin.
  • Meningkatkan efek hipoglikemia.

 

 

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus sesuai dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Referensi

BPOM. http://pionas.pom.go.id/monografi/metoprolol-tartrat
Diakses pada 26 November 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/metoprolol-oral-route/description/drg-20071141
Diakses pada 26 November 2018

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/metoprolol/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 26 November 2018

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-11207/metoprolol-tartrate-oral/details
Diakses pada 26 November 2018

Artikel Terkait:
Back to Top