Metoclopramide

02 Mar 2021| Dea Febriyani
Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri
Metoclopramide digunakan untuk mengatasi gangguan pencernaan, seperti mual dan muntah

Metoclopramide digunakan untuk mengatasi gangguan pencernaan, seperti mual dan muntah

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Damaben, Sotatic, Emeran, Enakur, Ethiferan, Lexapram, Meclam, Metoclopramide OGB Dexa, Nilatika, Opram, Piralen, Plasil, Raclonid, Tivomit, Tomit, Vertivom, Vilapon, Vomiles, Vomipram, Vomitrol, Vosea

Deskripsi obat

Metoclopramide digunakan untuk mengatasi gangguan pencernaan, seperti mual dan muntah. Obat ini termasuk ke dalam golongan obat antiemetik yang bekerja dengan mempercepat pengosongan lambung.

Metoclopramide dapat digunakan untuk mencegah mual dan muntah akibat terapi pengobatan kanker atau kemoterapi. Obat ini pun mampu meredakan mulas dan mempercepat penyembuhan tukak atau luka di kerongkongan pada orang yang memiliki penyakit GERD atau gastroesophageal reflux disease.

Selain itu, obat ini juga dapat membantu meredakan gejala karena lambatnya pengosongan perut pada penderita diabetes. Gejala tersebut, antara lain mual, muntah, mulas, kehilangan nafsu makan, dan perasaan kenyang yang berlangsung lama setelah makan.

Metoclopramide (Metoklopramid)
GolonganKelas terapi : Antiemetik dan prokinetik Klasifikasi obat : Agen prokinetik
Kategori obatObat resep
Bentuk sediaan obatTablet, kaplet, sirup, injeksi, infus
Dikonsumsi olehDewasa, anak, dan lansia
Kategori kehamilan dan menyusuiKategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin.
Dosis obatDosis setiap orang berbeda-beda. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Efek samping obat

Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat. Namun, jika terjadi efek samping yang mengganggu atau memburuk, segeralah cari bantuan medis.

Efek samping yang mungkin timbul dari penggunaan metoclopramide antara lain:

  • Pusing atau pingsan karena penurunan tekanan darah hingga di bawah batas normal (hipotensi)
    Hindari mengemudi kendaraan, bersepeda, atau menjalankan mesin. Duduk dan berbaring hingga gejala berkurang. Hindari mengonsumsi alkohol karena akan memperparah efek samping ini. Segera hubungi dokter Anda jika gejala tidak hilang setelah beberapa hari atau bertambah buruk.
  • Mengantuk dan kekurangan energi
    Hindari mengendarai kendaraan, menjalankan mesin, dan mengonsumsi alkohol karena akan menyebabkan rasa lelah berlebih. Jika gejala tidak hilang atau berlangsung lama, segera hubungi dokter Anda.
  • Penggunaan dosis tinggi dapat menyebabkan diare
    Minum banyak cairan untuk mencegah dehidrasi atau kekurangan cairan. Dehidrasi ditandai dengan adanya gejala penurunan buang air kecil atau urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Jangan mengonsumsi obat lain untuk mengatasi diare, segera hubungi dokter Anda.
  • Gangguan kondisi kejiwaan, seperti marah dan gelisah dengan atau tanpa pemicu (agitasi)
  • Gangguan gemetar yang tidak terkendali (tremor)
  • Reaksi alergi, seperti gatal dan ruam pada kulit
  • Pusing
  • Sulit tidur (insomnia)
  • Perubahan mood
  • Demam
  • Menstruasi tidak teratur
  • Kekakuan atau nyeri pada otot
  • Berkeringat
  • Mengantuk
  • Detak jantung melambat

Perhatian Khusus

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya. Hati-hati menggunakan metoclopramide pada kondisi:

  • Penderita kencing manis (diabetes melitus)
  • Penderita penyakit Parkinson
  • Penderita tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Penderita gagal jantung
  • Penderita gangguan ginjal
  • Anak-anak berusia 5 tahun ke bawah
  • Kerusakan sel saraf secara bertahap pada otak bagian tengah yang berfungsi untuk mengatur pergerakan tubuh (penyakit Parkinson).
  • Kelainan genetik yang timbul akibat pembentukan heme yang tidak sempurna (porfiria)
  • Kehamilan
  • Gangguan fungsi hati atau ginjal
  • Lanjut usia
  • Gangguan mental
  • Gangguan keseimbangan elektrolit
  • Detak jantung melambat (bradikardi)
  • Penderita asma

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 20-25°C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Jangan menggunakan obat ini jika mempunyai kondisi medis, seperti:

  • Penyumbatan pada saluran pencernaan (obstruksi gastrointestinal)
  • Penderita luka atau perdarahan pada saluran pencernaan
  • Alergi terhadap metoclopramide
  • Gerakan yang tidak terkendali pada wajah dan bagian tubuh lain akibat efek samping penggunaan obat untuk gangguan mental dan sistem saraf (tardive dyskinesia)
  • Mengonsumsi obat, seperti fenotiazin dan butirofenon, yaitu obat yang menyebabkan gangguan pada sistem ekstrapiramidal di otak, sehingga menyebabkan penderita melakukan gerakan-gerakan yang tak disadari dan sulit dikendalikan
  • Operasi saluran pencernaan 3-4 hari sebelumnya
  • Tumor jinak pada bagian tengah kelenjar adrenal (freokromositoma)
  • Penderita epilepsi

Kategori kehamilan & menyusui

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya. Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan metoclopramide dan segera hubungi dokter jika Anda mengalami gejala gangguan gerakan serius (hal ini mungkin terjadi dalam 2 hari pertama pengobatan), seperti:

  • Tremor atau gemetar di lengan atau kaki
  • Gerakan otot yang tidak terkontrol di wajah, seperti gangguan mengunyah, mengerutkan kening, gerakan lidah, serta berkedip atau gerakan mata
  • Setiap gerakan otot baru atau tidak biasa yang tidak dapat Anda kendalikan

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi obat mungkin terjadi bila beberapa obat dikonsumsi bersamaan. Jika ingin mengonsumsi obat bersamaan, konsultasikan ke dokter Anda terlebih dahulu. Bila perlu, dokter akan mengubah dosis obat atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Mengonsumsi obat metoclopramide dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi seperti:

  • Fenotiazin dan tetrabenazin
    Dapat meningkatkan risiko gejala ekstrapiramidal, seperti gangguan pada otot
  • Digoksin
    Penggunaan bersama metoclopramide dapat menurunkan efektivitas obat digoksin dalam mengatasi penyakit jantung
  • Fluoksetin dan paroksetin
    Penggunaan bersama metoclopramide dapat meningkatkan kadar serum fluoksetin dan paroksetin dalma tubuh, sehingga dapat menyebabkan efek toksik atau racun
  • Ciclosporin
    Penggunaan bersama metoklopramide dapat meningkatkan efektivitas ciclosporin dalam menekan sistem imun
  • Atovakuon
    Penggunaan bersama atovakuon menurunkan kadar metoclopramide dalam mengatasi mual dan muntah
  • Penghambat monoamin oksidase (MAOI)
    Penggunaan bersama MAOI dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Obat penurun kadar glukosa darah (antidiabetes)
    Metoclopramide dapat menurunkan efektivitas obat antidiabetes dalam menurunkan kadar gula darah
  • Turunan morfin, ansiolitik, penghambat reseptor H1, antidepresan sedatif, barbiturat, dan klonidin
    Penggunaan bersama metoclopramide bersama obat di atas dapat meningkatkan efek sedatif atau efek menenangkan seperti mengantuk

 

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

NHS. https://www.nhs.uk/medicines/metoclopramide/
Diakses pada 19 Februari 2021

Healthline. https://www.healthline.com/health/metoclopramide-oral-tablet#important-warnings
Diakses pada 19 Februari 2021

Drugs. https://www.drugs.com/metoclopramide.html
Diakses pada 19 Februari 2021

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-8679-2217/metoclopramide-oral/metoclopramide-disintegrating-tablet-oral/details
Diakses pada 19 Februari 2021

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a684035.html
Diakses pada 19 Februari 2021

Rxlist. https://www.rxlist.com/reglan-drug.htm
Diakses pada 19 Februari 2021

MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/metoclopramide-oral-route/description/drg-20064784
Diakses pada 19 Februari 2021

Health Navigator. https://www.healthnavigator.org.nz/medicines/m/metoclopramide/
Diakses pada 19 Februari 2021

Patient. https://patient.info/medicine/metoclopramide-maxolon
Diakses pada 19 Februari 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email