Multiple sclerosis (MS) adalah penyakit autoimun yang menyerang otak dan saraf tulang belakang
Penyebab multiple sclerosis belum diketahui, tetapi mekanismenya adalah karena kesalahan sistem imun

Advantan, Cormetison, Depo-Medrol, Flason, Fumethyl, Gamesolone, Hexilon, Intidrol, Inxilon, Iflaz, Konixon, Lameson, Medrol, Metrison, Mesol, Medixon, Meprilon, Methylon, Metisol, Solu-Medrol, Prednox, Prednicort, Prolon, Rhemafar, Sanexon, Simdrol-125, Sanexon Injection, Simdrol-4, Tison, Tropidrol, Toras, Yalone

Methylprednisolone digunakan untuk mengobati arthritis, gangguan darah, penyakit kulit, penyakit mata, gangguan sistem kekebalan tubuh, kanker jenis tertentu, dan asma. Obat yang termasuk golongan hormon kortikosteroid ini, bekerja pada sistem kekebalan tubuh untuk membantu meredakan pembengkakan, kemerahan, gatal, dan reaksi alergi.

Methylprednisolone (Metilprednisolon)
Golongan

Kortikosteroid

Kategori obat

Obat resep

Bentuk sediaan obat

Tablet, suntik, krim, losion

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan Anak

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Dosis obat

Dosis obat bersifat individual. Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakannya.

Sebagai antiperadangan dan imunosupresid

  • Dewasa: 4-10 mg cairan asam methylprednisolone disuntikkan ke persendian kecil. Untuk persendian sedang, dibutuhkan 10-40 mg. Sementara itu, persendian besar memerlukan 20-80 mg. Ulangi pemakaian setiap 1-5 minggu, dengan melihat respons terhadap pengobatan. Selain itu, cairan asam methylprednisolone dengan dosis 20-60 mg bisa disuntikkan ke kulit, setiap 1-5 minggu, berdasarkan respons terhadap pengobatan. Untuk suntikan ke otot, dibutuhkan methyprednisolone Na suksinat dengan dosis 10-80 mg sekali sehari. Jika ingin menggunakan cairan asam methylprednisolone, dosisnya 10-80 mg untuk disuntikkan ke kulit, setiap 1-2 minggu. Pengobatan juga bisa dilakukan melalui infus 10-500 mg per hari. Dosis kurang dari 250 mg diberikan melalui suntikan selama 5 menit. Sementara itu, dosis di atas 250 mg diberikan perlahan selama setidaknya 30 menit. Dalam bentuk tablet, 2-60 mg obat dalam dosis terbagi, 1-4 dosis, diminum setiap hari pada awal pengobatan, tergantung pada perawatan terhadap penyakit.
  • Anak-anak: Suntikan dalam bentuk methyprednisolone Na suksinat, diberikan ke kulit dengan dosis 0,5-1,7 mg/kg per har, atau 5-25 mg/m2 per hari dalam dosis terbagi, setiap 6-12 jam. Dalam terapi "Pulse", diberlukan dosis 15-30 mg/kg per dosis, minimal 30 menit, sekali sehari, selama 3 hari. Untuk anak-anak, obat juga bisa diberikan melalui infus dengan dosis 0,5-1,7 mg/kg per hari, atau 5-25 mg per hari dalam dosis terbagi, setiap 6-12 jam. Dalam terapi "Pulse", obat diberikan dalam dosis 15-30 mg/kg per dosis selama minimal 30 menit, sekali sehari, selama 3 hari. Dalam bentuk methylprednisolone Na succinate, obat diminum 0,5-1,7 mg/kg per hari, atau 5-25 mg/m2 per hari dalam dosis terbagi, setiap 6-12 jam. Untuk terapi "Pulse", obat diberikan dengan dosis 15-30 mg/kg per dosis, selama lebih dari 30 menit sekali sehari, selama 3 hari.

Alergi dan penyakit kulit lainnnya

  • Dewasa: 20-60 mg cairan asam methylprednisolone disuntikkan ke kulit. Sebanyak 1-4 suntikan mungkin diberikan secara berkala, dengan melihat tipe lesi dan durasi perkembangan dari suntikan pertama.

Asma akut berat

  • Dewasa: Melalui infus dengan dosis 40 mg, diulang berdasarkan respons terhadap pengobatan.
  • Anak-anak: Melalui infus 1-4 mg/kg sehari, selama 1-3 hari.

Penolakan transplantasi organ akut

  • Dewasa: Melalui infus dengan dosis 0,5-1 g per hari. Pengobatan dilanjutkan hingga kondisi tubuh stabil, biasanya tidak lebih dari 48-72 jam.
  • Anak-anak: Melalui infus dengan dosis 10-20 mg/kg per hari, selama maksimal 3 hari. Dosis maksimal 1.000 mg per hari.

Alergi

  • Dewasa: 24 mg diminum pada hari pertama (8 mg sebelum sarapan, 4 mg setelah sarapan, 4 mg setelah makan malam, dan 8 mg sebelum tidur), atau 24 mg sebagai dosis tunggal, maupun dalam 2-3 dosis terbagi saat pengobatan dimulai; 20 mg pada hari kedua (4 mg sebelum sarapan, 4 mg setelah makan siang, 4 mg setelah makan malam, dan 8 mg sebelum tidur); 16 mg pada hari ketiga (4 mg sebelum sarapan, 4 mg setelah makan siang, 4 mg setelah makan malam, dan 4 mg sebelum tidur); 12 mg pada hari keempat (4 mg sebelum sarapan, 4 mg sesudah makan siang, dan 4 mg sebelum tidur); 8 mg pada hari kelima (4 mg sebelum sarapan dan 4 mg sebelum tidur); 4 mg pada hari keenam, diberikan sebelum sarapan.

Penyakit kulit

  • Dewasa: krim atau losion dengan kandungan methylprednisolone aceponate 0,1%, dioleskan tipis-tipis ke kulit sekali sehari, selama maksimal 12 minggu.
  • Anak-anak: krim atau losion dengan kandungan methylprednisolone aceponate 0,1%, dioleskan tipis-tipis ke kulit sekali sehari, selama maksimal 4 mminggu.

Selalu ikuti anjuran dari dokter dan baca petunjuk di kemasan obat sebelum menggunakannya.  Obat ini digunakan bersama makanan, atau sesuai saran dokter. Dosis akan diberikan sesuai indikasi medis. Jangan menambahkan dosis atau menggunakan obat ini terlalu sering, karena hal tersebut dapat meningkatkan risiko efek samping. Selain itu, jangan menghentikan pemakaiannya secara tiba-tiba. Gunakan terus obat ini sesuai petujuk dokter. Sebab, penghentian pemakaian secara tiba-tiba dapat menimbulkan gejala putus obat seperti mual, penurunan berat badan, sakit kepala, kelelahan, dan pusing. Beri tahu dokter jika kondisi tidak membaik, atau malah memburuk.

Setiap pemakaian obat berpotensi menimbulkan efek samping. Meski belum tentu terjadi, efek samping yang berlebihan harus segera mendapat penanganan medis.

Penggunaan methylprednisolone bisa menimbulkan efek samping berupa mual, muntah, perih dan panas pada dada, sakit kepala, pusing, susah tidur, perubahan nafsu makan, keringat berlebih, serta jerawat.

Ada beberapa efek samping lain yang belum disebutkan di atas. Jika Anda mengalami efek samping lain, tanyakan pada tenaga kesehatan.

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit sebelumnya, terutama jika Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut ini.

Kontraindikasi

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Infeksi jamur

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan obat.

Interaksi mungkin terjadi jika Anda menggunakan beberapa obat bersamaan. Apabila ingin menggunakan methylprednisolone bersama dengan obat lain, harap konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. Sebab, dokter mungkin saja mengubah dosisnya.

Berikut ini jenis obat yang akan menimbulkan interaksi tertentu saat digunakan bersamaan dengan methylprednisolone.

Jenis ObatInteraksi
AminogluthimideHilangnya tekanan adrenal yang diinduksi kortikosteroid
Obat dengan kandungan K-depleting (misalnya amphotericin B, diuretic)Menimbulkan risiko hypokalaemia
Antibiotik macrolidePenurunan bersihan
IsoniazindPotensi penurunan kadar serum isoniazid
CholestyraminePeningkatan bersihan

Ciclosporin

Menimbulkan risiko gangguan
Digitalis glycosidesPeningkatan risiko aritmia
Oestrogren (termasuk pil KB)Penurunan metabolisme
CYP3A4 inhibitor (misalnya ketoconazole, erythromycin)Peningkatan metabolisme
Aspirin, NSAID lainPeningkatan risiko masalah saluran pencernaan
WarfarinPeningkatan efek antikoagulan
AntidiabetesPenurunan efek teurapetik

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-6470/methylprednisolone-oral/details
Diakses pada 26 November 2018

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/methylprednisolone-oral-route/description/drg-20075237
Diakses pada 26 November 2018

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/methylprednisolone/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 26 November 2018

Artikel Terkait