Methylergometrine

06 Sep 2019| Dina Rahmawati
Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Methergin, Utergin, Pospargin, Myotonic, Myomergin, Metvell, Metilat, Methovin, Metherinal

Methylergometrine adalah obat yang digunakan untuk mencegah dan mengobati pendarahan postpartum (setelah melahirkan) dan postabortal (setelah keguguran). Obat Ini merupakan obat keras sehingga penggunaannya harus berdasarkan resep dokter.

Methylergometrine ()
Golongan

Uterotonika, ergot alkaloid, oksitosik

Kategori obat

Obat keras dengan resep

Bentuk sediaan obat

Larutan injeksi dan tablet

Dikonsumsi oleh

Dewasa

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori C: Penelitian pada binatang percobaan menunjukkan efek samping terhadap janin dan tidak ada penelitian terkontrol pada wanita; atau belum ada penelitian pada wanita hamil atau binatang percobaan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya risiko yang mungkin timbul pada janin.

Keamanan penggunaan methylergometrine selama menyusui belum diketahui. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya.

Dosis obat

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Intramuskuler (melalui otot)

  • Mengobati dan mencegah postpartum dan postabortal

Dewasa: 200 mcg. Dapat diulang setiap 2-4 jam. Maksimal 5 dosis.

Intravena (melalui vena)

  • Mengobati dan mencegah postpartum dan postabortal

Dewasa: Sebagai tindakan darurat: 200 mcg dengan injeksi lambat minimal 1 menit, dapat diulang setiap 2-4 jam hingga maksimal 5 dosis.

Oral

  • Mencegah pendarahan setelah melahirkan

Dewasa: 200 mcg sebanyak 3-4 kali sehari dalam masa nifas selama 2-7 hari.

Selalu ikuti anjuran dari dokter atau baca petunjuk di kemasan methylergometrine sebelum penggunaan.

Dalam menggunakan obat methylergometrine, pastikan dosis yang dipakai sesuai dengan aturan pakai yang ada dan atas arahan dokter. Jangan menggunakan obat secara berlebihan karena dapat menyebabkan overdosis.

Jika ingin menghentikan pemakaian atau mengganti obat, berkonsultasilah pada dokter. Jangan menghentikan pemakaian bila dokter tidak menyarankannya.

Pemakaian obat umumnya memiliki efek samping tertentu dan bersifat individual. Jika terjadi efek samping yang berlebih, harus segera ditangani oleh tenaga medis.

Methylergometrine dapat menyebabkan efek samping yang meliputi:

Ada beberapa efek samping lain yang mungkin belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek samping selain dari yang terdaftar di atas, segera konsultasikan ke dokter Anda.

Beri tahu dan konsultasikan dengan dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut:

  • Gangguan hati atau ginjal
  • Laktasi
  • Plasenta belum keluar di kala 2 atau kala 3 persalinan karena dapat menyebabkan plasenta tertahan

Hindari menggunakan obat untuk jangka waktu yang lama. Penggunaan obat secara berlebihan juga dapat menyebabkan overdosis, dengan gejala seperti gangrene, mati rasa, mual akut, muntah, sakit perut, terganggunya proses pernapasan, perubahan tekanan darah, dan kejang.

Kontraindikasi

Jangan menggunakan methylergometrine jika mempunyai kondisi medis di bawah ini:

  • Hipertensi
  • Eklampsia atau pernah mengalami hipertensi
  • Penyakit jantung
  • Aborsi spontan
  • Penyakit pembuluh darah obliteratif
  • Penyempitan katup mitral jantung
  • Kehamilan

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya. Bila perlu, dokter mungkin akan mengurangi dosis atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Menggunakan methylergometrine dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan interaksi yang meliputi:

  • Meningkatkan kadar serum dan risiko kontraksi otot yang menyumbat pembuluh darah (vasokonstriksi) jika digunakan bersama dengan inhibitor CYP3A4 yang kuat (erythromycin, troleandomycin, clarithromycin, ritonavir, indinavir, nelfinavir, delavirdine, ketoconazole, itraconazole, voriconazole) dan inhibitor CYP3A4 yang kurang kuat (saquinavir, nefazodone, fluconazole, fluoxetine, fluvoxamine, zileuton, clotrimazole)

Selain itu, penggunaan bersama dengan jus buah anggur juga dapat meningkatkan kadar serum dan risiko vasokonstriksi.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus sesuai dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui BPOM.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/methylergometrine/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 05 September 2019

Drugs.com. https://www.drugs.com/international/methylergometrine.html
Diakses pada 05 September 2019

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Mengenal Penyebab dan Bahaya Perdarahan Antepartum Selama Kehamilan

Perdarahan antepartum umumnya terjadi setelah usia kehamilan 24 minggu hingga sebelum persalinan. Kelainan pada plasenta juga bisa jadi salah satu penyebabnya.
01 May 2020|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Mengenal Penyebab dan Bahaya Perdarahan Antepartum Selama Kehamilan

Pembalut Melahirkan, Cara Nyaman Menghadapi Perdarahan Postpartum

Setelah melahirkan, wanita akan mengalami perdarahan postpartum yang bisa berlangsung hingga berminggu-minggu. Salah satu cara agar ibu baru tetap nyaman adalah dengan menggunakan pembalut melahirkan.
25 Mar 2020|Rieke Saraswati
Baca selengkapnya
Pembalut Melahirkan, Cara Nyaman Menghadapi Perdarahan Postpartum

Seperti Apa Warna Darah Nifas yang Normal?

Darah nifas adalah mekanisme alami tubuh yang dilakukan dengan membersihkan rahim dari darah dan plasenta yang terbentuk selama hamil. Jumlah dan warna darah nifas akan mengalami perubahan dari hari ke hari pascamelahirkan.Baca selengkapnya
Seperti Apa Warna Darah Nifas yang Normal?