Methylergometrine

02 Mar 2021| Dina Rahmawati
Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari
Methylergometrine digunakan untuk mengatasi perdarahan setelah persalinan

Methylergometrine digunakan untuk mengatasi perdarahan setelah persalinan

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Methergin, Utergin, Pospargin, Myotonic, Myomergin, Metvell, Metilat, Methovin, Metherinal

Deskripsi obat

Methylergometrine merupakan obat yang bekerja untuk mengatasi dan mencegah perdarahan postpartum dan postabortal, yaitu perdarahan yang terjadi setelah persalinan dan setelah mengalami keguguran. Obat ini juga dikenal dengan nama methylergonovine atau methergine.

Methylergometrine mengurangi atau mengontrol perdarahan dengan cara meningkatkan kecepatan dan kekuatan kontraksi. Selain itu, obat ini juga mampu meningkatkan kekakuan otot rahim setelah melahirkan.

Obat ini merupakan obat keras, sehingga penggunaannya harus berdasarkan resep dokter.

Methylergometrine ()
GolonganKelas terapi : Prostaglandin dan oksitosik Klasifikasi obat : Ergot alkaloid
Kategori obatObat resep
Bentuk sediaan obatTablet, injeksi
Dikonsumsi olehDewasa
Kategori kehamilan dan menyusuiKategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol, tetapi ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Dosis obatDosis setiap orang berbeda-beda. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Efek samping obat

Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat. Namun, jika terjadi efek samping yang mengganggu atau memburuk, segeralah cari bantuan medis.

Efek samping yang mungkin timbul dari penggunaan methylergometrine, antara lain:

  • Mual
    Hindari makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan. Beristirahatlah dengan posisi kepala lebih tinggi dari kaki Anda. Jika Anda merasa mual saat bangun di pagi hari, makanlah daging tanpa lemak atau keju sebelum tidur.
    Anda juga bisa meletakkan biskuit di samping tempat tidur Anda dan makanlah sedikit sesaat setelah bangun tidur. Minumlah setidaknya enam gelas air sehari.
  • Muntah
    Duduk atau berbaringlah dalam posisi bersandar. Minumlah sedikit minuman manis karena mampu membantu menenangkan perut. Namun, hindari minuman asam, seperti jus jeruk atau jus anggur.
  • Sakit kepala ringan atau pusing
    Istirahat dan minum banyak air, tetapi hindari minuman beralkohol. Mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Jika rasa sakit tidak hilang setelah seminggu, segera konsultasikan kepada dokter.
  • Sakit perut yang disebabkan kontraksi rahim atau uterus
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Tekanan darah rendah (hipotensi)
  • Kurangnya aliran oksigen ke jantung (iskemia miokard)
  • Nyeri dada
  • Detak jantung lebih lambat dari biasanya (bradikardia)
  • Detak jantung lebih cepat dari biasanya (takikardia)
  • Telinga beredenging (tinnitus)
  • Hidung tersumbat
  • Kemerahan (ruam)
  • Keringat dingin (diaporesis)
  • Penyempitan pembuluh darah (vasokonstriksi)
  • Peradangan pembuluh darah balik (tromboflebitis)
  • Kram kaki
  • Halusinasi
  • Kencing berdarah (hematuria)
  • Sesak napas

Perhatian Khusus

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya. Hati-hati menggunakan methylergometrine pada kondisi:

  • Mengalami komplikasi akibat infeksi (sepsis)
  • Memiliki gangguan hati dan ginjal
  • Menyusui
  • Plasenta belum keluar di kala 2 atau kala 3 persalinan karena dapat menyebabkan plasenta tertahan
  • Memiliki faktor risiko penyakit jantung yang disebabkan aliran darah menuju jantung terganggu (arteri koroner), kencing manis (diabetes), menopause, merokok, kelebihan berat badan, tekanan darah tinggi, atau kolesterol tinggi

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Penyimpanan

  • Oral: Simpan pada suhu 20-25°C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung dan tempat lembap.
  • Injeksi: Simpan pada suhu antara  2-8°C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis, seperti:

  • Alergi terhadap methylergometrine
  • Penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Peningkatan tekanan darah disertai tingginya kadar protein selama kehamilan (preeklamsia)
  • Kehamilan

Kategori kehamilan & menyusui

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan methylergometrine pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.

Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.

Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan methylergonovine dan segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Peningkatan tekanan darah yang ditandai sakit kepala parah, penglihatan kabur, telinga berdengung, kecemasan, dan sesak napas
  • Nyeri dada, berkeringat, dan jantung berdebar-debar
  • Kejang
  • Mati rasa
  • Kesemutan atau rasa dingin di jari tangan atau kaki
  • Kebingungan
  • Halusinasi
  • Masalah penglihatan
  • Adanya darah dalam urine
  • Perasaan pusing seperti akan pingsan

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi pada obat mungkin akan terjadi jika mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Jika ingin menggunakan obat bersamaan, harap konsultasi ke dokter Anda terlebih dahulu. Dokter mungkin akan mengganti dosis obat tersebut jika memang harus digunakan bersamaan.

Obat methylergonovine mungkin menimbulkan interaksi jika digunakan bersamaan dengan:

  • Nefazodone
  • Obat antijamur, seperti flukonazol, itrakonazol, ketokonazol, posaconazole, dan vorikonazol
  • Obat hepatitis C, seperti boceprevir dan telaprevir
  • Obat HIV atau AIDS, seperti atazanavir, cobicistat, darunavir, delavirdine, fosamprenavir, indinavir, nelfinavir, ritonavir, dan saquinavir

Penggunaan bersama secara signifikan dapat meningkatkan kadar dan efek methylergonovine dalam darah, sehingga dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang berlebihan di dalam tubuh.

Hal ini dapat mengurangi aliran darah ke organ vital dan meningkatkan risiko efek samping yang jarang tetapi serius, seperti tekanan darah tinggi, serangan jantung, dan stroke. Selain itu, efek samping serius yang mungkin terjadi adalah kematian jaringan, biasanya di lengan atau tungkai, yang mungkin memerlukan amputasi bedah (gangren).

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/methylergonovine-oral-and-injection.htm
Diakses pada 10 Februari 2021

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/drugs/methergine
Diakses pada 10 Februari 2021

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/methylergometrine?mtype=generic
Diakses pada 10 Februari 2021

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-12365/methergine-oral/details
Diakses pada 10 Februari 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email