Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Methotrexate (Alias: Metotreksat)

Ditulis oleh Aby Rachman
Terakhir ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri
Methotrexate digunakan untuk penyakit kanker dan mengatasi gejala psoriasis berat pada orang dewasa
Methotrexate digunakan untuk mengobati beberapa jenis kanker

Merk dagang yang beredar:

Methotrexate Ebewe, Methotrexate Kalbe, Sanotrexat, Texorate

Methotrexate digunakan untuk mengobati jenis kanker yang menyerang payudara, kepala dan leher, paru-paru, darah, tulang, kelenjar getah bening, rahim, dan rheumatoid arthritis yang parah. Obat ini juga dapat digunakan untuk mengatasi gejala psoriasis berat pada orang dewasa.

Methotrexate termasuk golongan antineoplastik (obat kanker). Obat ini bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan sel kanker, dan menekan sistem kekebalan tubuh.

Methotrexate (Metotreksat)
Golongan

Antimetabolites

Kategori Obat

Obat resep

Bentuk Obat

Tablet dan suntik

Dikonsumsi oleh

dewasa dan anak-anak

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori X: Penelitian pada hewan percobaan atau manusia telah menunjukkan abnormalitas pada janin, atau ada bukti risiko kepada janin berdasarkan pengalaman pengguna, atau keduanya. Risiko penggunaan obat pada wanita hamil jelas melebihi kemungkinan adanya manfaat. Obat ini tidak boleh digunakan pada wanita yang hamil atau akan hamil.

Dosis

Dosis berdasarkan kondisi medis, dan mungkin bersifat individual. Selama pengobatan, dokter akan memantau respons terhadap pengobatan dan melakukan penyesuasian dosis bila diperlukan.  

Koriokarsinoma:

  • Dewasa: 15-30 mg per hari melalui suntikan ke otot selama 5 hari. Ulangin pemakaian setelah setidaknya satu minggu, untuk 3-5 kali. Atau, 0,25-1 mg/kg (maksimal 60 mg) setiap 48 jam untuk 4 dosis, diikuti folinic acid. Ulangi dengan interval 7 hari, selama 4 kali atau lebih. Atau, 15-30 mg sehari, diminum selama 5 hari. Ulangi setelah interval setidaknya seminggu, selama 3-5 kali.

Mikosis fungoides:

  • Dewasa: 50 g per minggu melalui suntikan ke otot, sebagai dosis tunggal atau 2 dosis terbagi. Atau, 1,5-10 mg diminum per hari.

Leukemia limfositik akut (LLA):

  • Dewasa: 15 mg/m2 melalui suntikan ke otot, satu atau dua kali seminggu. Bisa juga untuk perawatan, 2,5 mg/kg melalui infus setiap 14 hari. Atau, 15 mg/m2 diminum, satu atau dua kali seminggu.

Penyakit Crohn:

  • Dewasa: 25 mg sekali melalui suntikan ke otot seminggu selama 16 minggu. Untuk perawatan, 15 mg seminggu. Atau, 12,5-22,5 mg sekali sehari selama hingga 1 tahun.

Leukemia meningeal:

  • Dewasa: 12 mg/m2 (maksimal 15 mg) melalui suntikan ke saraf tulang belakang, satu kali seminggu selama 2-3 minggu, selanjutnya satu kali sebulan. Atau, 200-500 mcg/kg setiap 2-5 hari, hingga jumlah sel darah merah dan sel darah putih pada hasil tes CSF cell count dalam kondisi normal.
  • Anak: Usia kurang dari 1 tahun: 6mg; 1 tahun: 8 mg; 2 tahun: 10 mg; di atas 3 tahun: 12 mg. Pasien di bawah 3 tahun harus mendapat perawatan yang sesuai dengan protokol kemoterapi kombinasi.

Osteosarkoma:

  • Dewasa: Dosis awal 12 g/m2 melalui infus selama 4 jam, diikuti folinic acid, sebagai bagian dari terapi kombinasi. Dosis bisa ditingkatkan menjadi 15 g/m2 jia dosis awal belum cukup untuk mencapai level puncak serum metotreksat sebesar 454 mcg/mL, di akhir periode infus.

Kanker payudara:

  • Dewasa: 10-60 mg/m2 melalui infus, dengan cyclophosphamide dan fluorouracil

Limfosarkoma tingkat lanjutan:

  • Dewasa: Sampai dengan 30 mg/kg melalui infus, diikuti folinic acid

Limfoma Burkitt:

  • Dewasa: 10-25 mg sehari, diminum selama 4-8 hari. Ulangi setelah 7-10 hari.

Psoriasis:

  • Dewasa: 10-25 mg seminggu, diminum sebagai dosis tunggal. Sesuaikan dosis berdasarkan respons terhadap pengobatan. Atau, 10-25 mg seminggu dalam dosis tunggal, disuntikkan ke jaringan tubuh. Dosis disesuaikan berdasarkan respons terhadap pengobatan.

Rheumatoid arthritis:

  • Dewasa: 7,5 mg diminum sekali seminggu, disesuaikan dengan respons terhadap pengobatan. Maksimal 20 mg per minggu.

Aturan pakai Methotrexate dengan benar

Baca petunjuk obat Methotrexate dan patuhi anjuran dokter sebelum menggunakannya.

Dosis disesuaikan dengan kondisi medis. Ada jadwal yang berbeda dalam pemberian obat, termasuk untuk pengobatan kanker. Kesalahan dalam penggunaan obat ini bisa berdampak buruk, hingga menyebabkan kematian.

Untuk mengobati psoriasis atau rheumatoid arthritis, konsumsi obat ini sesuai rekomendasi dokter, biasanya satu minggu sekali. Jangan meningkatkan dosis atau menggunakan obat ini terlalu sering. Sebab, hal ini tidak akan membuat Anda lebih sehat, melainkan memberikan risiko efek samping yang besar. Beri tahu dokter jika kondisi tidak membaik atau malah memburuk.

Efek Samping

Setiap pemakaian obat berpotensi menimbulkan efek samping. Meski belum tentu terjadi, efek samping yang berlebihan harus segera mendapat penanganan medis.

Obat methotrexate dapat menyebabkan efek samping berupa mual, muntah, pusing, dan mengantuk. Jika efek samping semakin memburuk, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Segera cari pertolongan medis jika mengalami efek samping berikut ini yang meski jarang, tapi sifatnya serius.

  • Batuk kering
  • Rasa sakit yang tidak biasa
  • Diare
  • Kelemahan otot

Ada beberapa efek samping lain yang belum disebutkan di atas. Jika Anda mengalami efek samping lain, tanyakan pada tenaga kesehatan.

Peringatan

Berkonsultasilah dengan dokter terlebih dahulu, termasuk jika Anda memiliki kondisi medis seperti:

  • Gangguan hati dan gangguan ginjal
  • Gangguan pencernaan
  • Gangguan fungsi sumsum tulang
  • Penyakit paru-paru

Kontraindikasi

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Gangguan ginjal dan hati berat
  • Dalam masa kehamilan dan menyusui
  • Psoriasis

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan obat.

Interaksi

Interaksi mungkin terjadi jika Anda mengonsumsi beberapa obat bersamaan. Apabila ingin mengonsumsi metotreksat bersama dengan obat lain, harap konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. Sebab, dokter mungkin saja mengubah dosisnya.

Berikut ini jenis obat yang akan menimbulkan interaksi tertentu saat digunakan bersamaan dengan metotreksat.

Jenis Obat Interaksi
Asam folat dan turunannya

Penurunan efektivitas obat

NSAID, salisilat, robenecid, beberapa some penicillins, aminoglycosida neomycin dan paromomycin, sulfonamida seperti sulfafurazole and sulfamethoxazole, co-trimoxazole atau trimethoprim, golongan nephrotoxic (seperti cisplatin), ciclosporin, etretinate Peningkatan toksisitas metotreksat yang berisiko fatal.
Fluorouracil Peningkatan efektivitas metotreksat
Mercaptopurine Peningkatan ketersediaan hayati dari mercaptopurine
Colestyramine Penurunan konsentrasi serum
Omeprazole Peningkatan konsentrasi serum
Valporate Penurunan konsentrasi serum

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Referensi

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-3441/methotrexate-anti-rheumatic-oral/details
Diakses pada 23 November 2018

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/methotrexate-oral-route/description/drg-20084837
Diakses pada 23 November 2018

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/methotrexate/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 23 November 2018

Artikel Terkait:
Back to Top