Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Methamphetamine (Alias: Metamfetamina)

Terakhir ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Metamfetamina digunakan untuk mengobati gangguan hiperaktivitas atau attention-deficit hyperactivity disorder (ADHD). Metamfetamina adalah stimulan sistem saraf pusat yang membantu meningkatkan fokus dan mengurangi kegelisahan pada individu yang terlalu aktif, sulit berkonsentrasi, mudah terganggu dan impulsif. Obat juga digunakan untuk membantu menurunkan berat badan pada pasien obesitas dan mengurangi rasa kantuk karena narkolepsi.

Methamphetamine (Metamfetamina)
Golongan

Stimulan sistem saraf pusat

Kategori Obat

Obat resep

Bentuk Obat

Tablet

Dikonsumsi oleh

Dewasa, anak-anak, lansia

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Dosis

Dosis obat bersifat individual. Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakannya.

Narkolepsi

  • Dewasa: Dosis awal 5-10 mg/hari, diminum dalam dosis terbagi, ditingkatkan 5-10 mg setiap minggu. Dosis untuk perawatan diberikan dalam 2-4 dosis terbagi. (Maksimal 60 mg/hari)
  • Anak-anak usia 6-12 tahun: dosis awal 5 mg/hari, diminum dalam dosis terbagi, ditingkatkan 5 mg setiap minggu. Dosis untuk perawatan diberikan dalam 2-4 dosis terbagi. (Maksimal 60 mg/hari)
  • Lansia: dosis awal 5 mg/hari untuk beberapa kali konsumsi, ditingkatkan 5 mg setiap minggu. Dosis untuk perawatan diberikan dalam 2-4 dosis terbagi. (Maksimal 60 mg/hari)

Attention-deficit hyperactivity disorder (ADHD) atau gangguan hiperaktivitas

  • Anak-anak usia 3-5 tahun: dosis awal 2,5 mg/hari dikonsumsi dalam bentuk tablet maupun larutan, ditingkatkan 2,5 mg secara bertahap dalam interval 1 minggu. Usia di atas 6 tahun: dosis awal 5 mg, 1-2 kali sehari, ditingkatkan 5 mg secara bertahap jika diperlukan dalam interval 1 minggu. (Maksimal 20 mg/hari). Usia remaja mungkin memerlukan dosis hingga 40 mg/hari atau lebih.

Aturan pakai Methamphetamine dengan benar

Selalu ikuti anjuran dokter dan baca petunjuk di kemasan obat sebelum menggunakannya. Metamfetamin dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Untuk mengatasi gangguan hiperaktivitas atau ADHD, konsumsi obat ini 1-2 kai sehari seperti yang dianjurkan oleh dokter.

Dokter mungkin akan menyarankan untuk menghentikan pengobatan sementara waktu untuk melihat perubahan yang terjadi dan melakukan penyesuaian dosis. Untuk membantu menurunkan berat badan, minum obat ini 30 menit sebelum makan atau seperti yang dianjurkan oleh dokter.

Gunakanlah obat ini berdasarkan rekomendasi dokter dokter. Penggunaan obat ini secara berlebihan dapat menyebabkan kecanduan. Hindari mengonsumsi obat ini pada malam hari karena dapat menyebabkan kesulitan tidur.

Efek Samping

Efek samping yang dapat terjadi setelah menggunakan obat ini:

  • Kesulitan tidur
  • Night terrors (histeris saat tidur malam hari)
  • Euforia
  • Mulut kering
  • Mual
  • Sakit perut, diare
  • Sembelit
  • Penurunan berat badan
  • Sakit kepala

Segera cari pertolongan medis jika merasakan gejala overdosis seperti kegelisahan, tremor, rhabdomyolysis, hiperpireksia, kebingungan, halusinasi, aritmia, hipertensi atau hipotensi, muntah, kejang.

Peringatan

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit sebelumnya, terutama jika Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut ini.

  • Hipertensi ringan
  • Gangguan bipolar
  • Epilepsi
  • Sindrom Tourette
  • Gangguan ginjal atau hati
  • Kehamilan dan menyusui

Orang dewasa dengan usia yang lebih tua biasanya lebih sensitif terhadap efek samping dari obat ini. Hindari melakukan kegiatan yang membutuhkan kewaspadaan selagi menggunakan metamfetamina, karena obat ini dapat menyebabkan pusing.

Kontraindikasi

Jangan menggunakan obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Penyakit jantung (hipertensi, kelainan jantung struktural, kardiomiopati, arteriosklerosis)
  • Hipertiroidisme
  • Glaukoma
  • Keadaan gelisah
  • Phaeochromocytoma
  • Porfiria
  • Sindrom Tourette
  • Riwayat penyalahgunaan alkohol
  • Sedang menggunakan obat penghambat monoamina oksidase (MAOI)

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan obat.

Interaksi

Interaksi mungkin terjadi jika Anda menggunakan beberapa obat bersamaan. Apabila ingin menggunakan metamfetamina bersama dengan obat lain, harap konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. Sebab, dokter mungkin saja mengubah dosisnya.

Jenis obat Interaksi
Antihipertensi (misalnya guanetidin)

Penurunan efektivitas antihipertensi

Asam trikloroasetat Peningkatan risiko gangguan jantung, seperti aritmia
Ethosuximide, phenobarbital, phenytoin Penundaan penyerapan ethosuximide, phenobarbital, phenytoin
chlorpromazine, haloperidol, lithium Hambatan efek stimulant metamfetamina
Disulfiram Hambatan metabolisme dan ekskresi
Obat penghambat monoamina oksidase (MAOI) Peningkatan risiko hipertensi

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Penyakit
  • Attention-deficit hyperactivity disorder (ADHD)
  • Narkolepsi
  • Obesitas
Referensi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/methamphetamine-oral-route/description/drg-20071824
Diakses pada 04 Desember 2018

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/dexamfetamine/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 04 Desember 2018

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-8676/methamphetamine-oral/details
Diakses pada 04 Desember 2018

Artikel Terkait:
Back to Top