Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Methadone (Alias: Metadon)

Terakhir ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri
Methadone termasuk golongan analgesik opioid (narkotika) untuk mengobati kecanduan terhadap heroin
Methadone digunakan untuk mengobati kecanduan heroin

Methadone merupakan obat yang digunakan untuk menghilangkan rasa sakit dari sedang sampai parah seperti pasca operasi. Obat ini juga digunakan untuk mengobati kecanduan terhadap heroin.

Methadone termasuk golongan analgesik opioid (narkotika). Obat ini bekerja pada sistem saraf untuk menghilangkan rasa sakit.

Methadone (Metadon)
Golongan

Analgesik opioid

Kategori Obat

Obat resep

Bentuk Obat

Tablet, bubuk, cairan

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko

Dosis

Dosis berdasarkan kondisi medis, dan mungkin bersifat individual. Selama pengobatan, dokter akan memantau respons terhadap pengobatan dan melakukan penyesuasian dosis bila diperlukan.  

Analgesik (pereda nyeri):

  • Dewasa: 2,5-10 mg sebagai dosis awal, setiap 6-8 jam sesuai kebutuhan. Dosis dapat ditingkatkan perlahan, berdasarkan respons tubuh terhadap pengobatan. Obat juga bisa diberikan melalui suntikan. Jangan gunakan obat lebih dari 2 kali sehari untuk jangka panjang.
  • Anak: 0,7 mg/kg per hari dalam dosis terbagi, setiap 4-6 jam sesuai kebutuhan. Maksimal 10 mg per dosis. Penambahan dosis harus dilakukan dengan hati-hati, berdasarkan kebutuhan pasien.

Neonatal abstinence syndrome (NAS):

  • Anak: 100 mcg/kg, ditingkatkan 50 mcg/kg setiap 6 jam sampai gejala bisa dikendalikan. Untuk jangka panjang, obat harus diberikan dalam 2 dosis terbagi setiap hari.

Batuk akut akibat kanker paru-paru:

  • Dewasa:1-2 mg setiap 4-6 jam. Kurangi dosis setiap 12 jam, untuk penggunaan jangka panjang.

Ketergantungan opioid (narkotika):

  • Dewasa: 20-30 mg sebagai dosis awal, dalam dosis tunggal. Tambahan dosis 5-10 mg mungkin dibutuhkan jika gejala tidak mereda, atau saat gejala muncul kembali. Dosis maksimal 40 mg pada hari pertama. Untuk menstabilkan pasien, dosis diberikan sebesar 40 mg dalam dosis tunggal maupun terbagi. Setelah pasien stabil selama 2-3 hari, dosis bisa dikurangi bertahap, atau dengan interval 2 hari. Dosis bersifat individual dan disesuaikan dengan kondisis pasien, untuk menjaga gejala putus obat tetap dalam batas wajar.
  • Anak: Dosis bersifat individual, berdasarkan toleransi tubuh terhadap candu. Setelah jangka waktu perawatan tertentu, pengurangan obat harus dilakukan perlahan. Pengurangan dosis tidak melebihi 10% dalam satu waktu, dengan interval 10-14 hari di antara pengurangan dosis.

Aturan pakai Methadone dengan benar

Gunakan obat methadone sesuai yang dianjurkan dokter. Obat ini dikonsumsi dengan atau tanpa makanan, atau berdasarkan rekomendasi dokter. Dosis akan diberikan sesuai kondisi medis. Konsumsi methadone secara teratur dalam jangka waktu lama dan dosis tinggi, dapat menyebabkan gejala putus obat.

Mengonsumsi obat ini dapat menyebabkan gejala putus obat jika digunakan secara teratur dalam waktu yang lama dan dosis yang tinggi. Gejala putus obat berupa mual, nyeri otot, gelisah, dan hidung berair dapat terjadi jika pemakaian methadone dihentikan tiba-tiba. Oleh karena itu, dokter akan mengurangi dosis secara bertahap.

Obat ini kadang-kadang dapat mengakibatkan kecanduan. Konsumsi obat ini sesuai yang disarankan dokter untuk mengurangi kecanduan. Beri tahu dokter jika kondisi tidak membaik, atau malah memburuk.

Efek Samping

Setiap pemakaian obat berpotensi menimbulkan efek samping. Meski belum tentu terjadi, efek samping yang berlebihan harus segera mendapat penanganan medis.

Obat methadone dapat menyebabkan efek samping berupa mual, muntah, konstipasi, pusing, mulut kering. Jika efek memburuk, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Segera cari pertolongan medis jika mengalami efek samping berikut ini yang meski jarang, tapi sifatnya serius.

  • Kesulitan buang air kecil
  • Sakit perut
  • Perubahan mental
  • Kelelahan yang tidak biasa

Ada beberapa efek samping lain yang belum disebutkan di atas. Jika Anda mengalami efek samping lain, tanyakan pada tenaga kesehatan.

Peringatan

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut ini.

  • Gangguan hati dan gangguan ginjal
  • Masalah pernapasan
  • Penyakit pankreas
  • Penyakit kandung empedu

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Masalah pernapasan akut
  • Cedera kepala

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan obat.

Interaksi

Interaksi mungkin terjadi jika Anda mengonsumsi beberapa obat bersamaan. Apabila ingin mengonsumsi methadone bersama dengan obat lain, harap konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. Sebab, dokter mungkin saja mengubah dosisnya.

Berikut ini jenis obat yang akan menimbulkan interaksi tertentu saat digunakan bersamaan dengan methadone.

Jenis Obat Interaksi
Naloxone, naltrexone, pentazocine, nalbuphine, butorphanol, buprenorphine Potensi gejala putus obat
Antiretrovirals (abacavir, amprenavir, efavirenz, nelfinavir, nevirapine, ritonavir, lopinavir), rifampin, phenytoin, phenobarbital, carbamazepine Penurunan efektivitas obat
CYP3A4 inhibitor (ketoconazole, voriconazole, sertraline, fluvoxamine) Peningkatan toksisitas
Pengatur ritme jantung Peningkatan risiko toksisitas kardiak
Alkohol, opioid lain, depresan CNS Peningkatan depresi central nervous system (CNS)
Desipramine, zidovudine Peningkatan kadar desipramine dan zidovudine dalam darah

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Referensi

https://www.webmd.com/drugs/2/drug-2671-1194/methadone-oral/methadone-dispersible-tablet-oral/details
Diakses pada 23 November 2018

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/methadone-oral-route/description/drg-20075806
Diakses pada 23 November 2018

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/methadone/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 23 November 2018

Back to Top