Metformin

Metformin digunakan untuk membantu mengontrol kadar gula darah yang meningkat pada pasien diabetes

Metformin digunakan untuk membantu mengontrol kadar gula darah yang meningkat pada pasien diabetes

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Actosmet, Adecco, Amaryl M, Amazone lr 500, Amazone lr 850, Avandamet, Benofomin, Diabemin, Diabemin Xr 500, Diabex, Diabit, Diafac, Diaformin XR, Efomet, Eraphage, Forbetes, Fordica 500 XR, Formell, Galvusmet, Glicolock XR, Gliformin, Glikos, Glucofor 500, Glucohexal, Glucomet, Glucophage, Glucophage XR, Glucotika, Glucovance, Gludepatic, Glufor, Glumin, Glumet, Glumin XR, Glunor/Glunor XR, Gradiab, Heskopaq, Jalra-Met, Janumet, Kombiglyze Xr, Laformin, Marvel Xr, Metformin, Metformin HCI OGB Dexa, Methormyl, Methpica, Metphar, Nevox XR, Omegluphage, Pionix M, Reglus-500, Rodiamet, Trajenta Duo, Tudiab, Zendiab, Zumamet.

Deskripsi obat

Metformin digunakan untuk membantu mengontrol kadar gula darah yang meningkat pada pasien diabetes tipe 2. Penggunaan obat ini sebaiknya diimbangi dengan menjalankan program diet dan melakukan olahraga rutin.

Obat antidiabetes ini termasuk dalam kelas obat biguanida yang mampu mengontrol jumlah glukosa atau gula dalam darah. Penggunaan obat ini dapat dilakukan secara tunggal atau dikombinasikan dengan obat penurun gula darah lainnya.

Metformin hanya dapat digunakan pada pasien diabetes tipe 2. Namun, obat ini tidak dapat digunakan untuk mengobati diabetes tipe 1, yaitu kondisi ketika tubuh tidak dapat memproduksi insulin, sehingga tidak dapat mengontrol jumlah gula dalam darah.

Metformin (Metformin)
GolonganKelas terapi: Antidiabetes Klasifikasi obat: Biguanida
Kategori obatObat resep
Bentuk sediaan obatTablet, cair
Dikonsumsi olehDewasa dan anak-anak
Kategori kehamilan dan menyusuiKategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin
Dosis obatDosis setiap orang berbeda-beda. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Efek samping obat

Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat. Namun, jika terjadi efek samping yang mengganggu atau memburuk, segeralah cari bantuan medis.

Beberapa efek samping yang dapat terjadi setelah penggunaan metformin adalah:

  • Mual
    Cobalah minum metformin bersama makanan untuk mengurangi kemungkinan merasa mual. Tingkatkan dosis perlahan selama beberapa minggu. Mintalah nasihat apoteker atau dokter Anda.
  • Muntah atau diare
    Minumlah air sedikit demi sedikit, sesering mungkin untuk menghindari terjadinya dehidrasi. Bicaralah dengan apoteker jika Anda memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti penurunan frekuensi buang air kecil atau urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Jangan minum obat lain untuk mengobati diare atau muntah tanpa berbicara dengan apoteker atau dokter.
  • Sakit perut
    Cobalah beristirahat agar lebih rileks. Makan dan minum perlahan dalam porsi sedikit, tetapi lebih sering. Kompres perut Anda menggunakan handuk hangat atau botol berisi air panas. Jika Anda sangat kesakitan, bicarakan dengan apoteker atau dokter Anda.
  • Kehilangan nafsu makan
    Makanlah saat Anda merasa lapar. Jika membantu, makanlah dalam porsi kecil lebih sering dari biasanya.
  • Timbul rasa logam pada mulut
    Jika Anda merasakan efek samping ini, cobalah mengunyah permen karet bebas gula.
  • Gula darah rendah

Perhatian Khusus

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya. Hati-hati menggunakan metformin pada:

  • Penderita gangguan ginjal ringan hingga sedang
  • Penderita penyakit jantung
  • Penderita gagal jantung kongestif
  • Penderita gangguan hati
  • Pasien yang berisiko mengalami peningkatan produksi asam laktat berlebih dalam tubuh (asidosis laktat)
  • Ibu hamil dan menyusui
  • Penderita diabetes melitus tipe 1
  • Anak-anak
  • Pasien lanjut usia
  • Pasien yang mengalami peningkatan kadar nitrogen urea darah dan kreatinin yang menyebabkan penurunan laju filtrasi glomerulus (azotemia prerenal)

Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 30°C serta terlindung dari cahaya matahari langsung. Jangan simpan di tempat lembap.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Hindari penggunaan metformin pada pasien dengan kondisi medis, seperti:

  • Diabetes mellitus tipe 1 atau dengan komplikasi diabetes mematikan yang disebabkan tingginya produksi asam dalam tubuh (ketoasidosis diabetikum)
  • Kekurangan oksigen karena penyakit akut atau kronis, seperti gagal jantung atau gagal napas, serangan jantung, dan syok
  • Tingginya tingkat keasaman darah yang terjadi akibat ketidakseimbangan kimia asam dan basa (metabolik asidosis) kronis atau akut, tanpa atau disertai koma
  • Gangguan ginjal berat
  • Penyakit hati kronis
  • Mengonsumsi alkohol

Kategori kehamilan & menyusui

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya.

Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Nyeri otot yang tidak biasa
  • Merasa dingin
  • Sakit perut dan muntah
  • Detak jantung lambat atau tidak teratur
  • Kesulitan bernapas
  • Merasa pusing, lelah, atau sangat lemah

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi obat mungkin terjadi bila beberapa obat dikonsumsi bersamaan. Jika ingin mengonsumsi obat bersamaan, konsultasikan ke dokter Anda terlebih dahulu. Bila perlu, dokter akan mengubah dosis obat atau mengganti dengan obat lain.

Menggunakan metformin dengan obat-obatan lain bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi, seperti:

  • Simetidin, dolutegravir, ranolazin, trimetoprim, vandetanib, dan isavuconazol
    Obat di atas dapat meningkatkan kadar metformin dalam plasma, sehingga dapat meningkatkan efektivitas metformin dalam menurunkan kadar gula darah dan menyebabkan hipokalemia (rendahnya kadar kalium dalam darah).
  • Asetazolamid, diklorofenamid, obat golongan NSAID, dan obat penurun tekanan darah tinggi (antihipertensi), seperti penghambat ACE
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan produksi asam laktat dalam tubuh (asidosis laktat).
  • Insulin dan obat yang bekerja dengan meningkatkan sekresi insulin, seperti sulfonylurea
    Penggunaan metformin bersama obat di atas dapat meningkatkan risiko hipoglikemia (rendahnya kadar gula dalam darah).

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/metformin?mtype=generic
Diakses pada 18 Maret 2021

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-11285-7061/metformin-oral/metformin-oral/details
Diakses pada 18 Maret 2021

NHS. https://www.nhs.uk/medicines/metformin/
Diakses pada 18 Maret 2021

Rxlist. https://www.rxlist.com/consumer_metformin/drugs-condition.htm
Diakses pada 18 Maret 2021

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/metformin-oral-tablet#about
Diakses pada 18 Maret 2021

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a696005.html
Diakses pada 18 Maret 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email