Metamizole

07 Feb 2023| Nurul Rafiqua
Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari
Metamizole digunakan untuk mengobati rasa nyeri, peradangan, dan demam

Metamizole digunakan untuk mengobati rasa nyeri, peradangan, dan demam

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Arsinal, Alvita, Antalgin, Antrain, Anacof, Adineuron Plus, Antalgidon, Analsik, Betalgin, Birpyron, Cetalgin, Caranal, Corsanural, Dormi Compositum, Defalgin, Danalgin, Dolo Licobion, Erpha Vitalgin, Emmer, Etalgin, Etaneural, Goralgin, Ginifar, Gineuron, Hexalgin, Hufralgin, Ikaneuron Plus, Infalgin, Licogin, Lexagin, Ligesic, Metamizole Sodium, Medsalgin, Methampyrone, Metaneuron, Mixalgin, Metasic, Mionalgin, Neuropyron-V, Neurobat-A, Neuralgin RX, Neurotrpic Plus, Novaron, Neurindo, Novaldo, Neurosanbe Plus, Neurodial, Norages, Novapyron, Neuphralgin, Novalgin, Neuroval, Opineuron, Omegesic, Penagon, Procolic, Pragesol, Proneuron,Pritagesic, Potensik, Pronto, Panstop, Ravalgin, Rheumalgin, Selesgin, Scanalgin.Saltalin, Santagesik, Stileran, Selpyron, Supranal, Spasmal, Tropineuron, Trovinal, Trimalgin, Unthecol, Unigin, Viron, Yekalgin

Deskripsi obat

Metamizole adalah obat yang digunakan untuk mengobati rasa nyeri, peradangan, dan demam. Obat ini termasuk ke dalam golongan obat antiiflamasi nonsteroid (NSAID).

Metamizole digunakan untuk meringankan rasa sakit atau mengatasi nyeri, seperti sakit kepalasakit giginyeri haid, serta nyeri kolik renal atau nyeri yang muncul akibat penyumbatan di saluran kemih oleh batu ginjal, gumpalan darah, hingga infeksi.

Metamizole bekerja dengan menghambat produksi prostaglandin, yaitu senyawa yang menyebabkan nyeri, pembengkakan, dan demam. Walaupun dapat menurunkan demam, penggunaan metamizole biasanya menjadi pilihan terakhir setelah obat yang lain benar-benar tidak bisa menurunkan suhu tubuh.

Metamizole (Metamizol)
Golongan
Kategori obat

Analgesik Non-Opiat

Bentuk sediaan obat

Tablet, kaplet, sirup, injeksi

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori kehamilan dan menyusui

 

Kategori C: Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping terhadap janin dan tidak ada penelitian terkontrol pada wanita; atau belum ada penelitian pada wanita hamil maupun hewan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaatnya lebih besar daripada risiko yang mungkin timbul pada janin.

 

Pada trimester ketiga:


Kategori D: Terbukti menimbulkan risiko terhadap janin manusia, tapi besarnya manfaat jika digunakan oleh wanita hamil dapat dipertimbangkan (misalnya bila obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius karena obat yang lebih aman tidak efektif atau tidak dapat diberikan).

Dosis obat

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Oral

Demam dan nyeri berat

  • Dewasa: 0,5-1 gr dapat diberikan hingga 3-4 kali/hari.
    • Dosis maksimal: 4 gr/hari.
    • Maksimal durasi pengobatan: 3-5 hari.
  • Anak-anak: 8-16 mg/kgBB sebagai dosis tunggal, dapat diulangi jika perlu, hingga 3-4 kali/hari.

Injeksi pembuluh darah vena (intravena)

Demam dan nyeri hebat

  • Dewasa: 1 gr dapat diberikan hingga 4 kali/hari atau 2,5 gr sebanyak 2 kali/hari diberikan melalui injeksi intravena selama 5 menit atau melalui injeksi otot (intramuskular). Sesuaikan dosis berdasarkan kondisi dan respons pasien.
    • Dosis maksimal: 5 gr/hari.
  • Anak-anak: Untuk usia 3 bulan ke atas, dosis bervariasi berdasarkan berat badan. Sesuaikan dengan petunjuk masing-masing produk untuk pedoman terperinci

Dosis dihitung dengan mengalikan berat badan pasien.

Petunjuk umum konsumsi

Selalu ikuti anjuran dari dokter atau baca petunjuk di kemasan metamizole sebelum penggunaan.

Metamizole dapat digunakan dengan cara berikut: 

  • Oral: Dikonsumsi bersama makanan.
  • Injeksi: Dilakukan oleh dokter atau tenaga medis di bawah pengawasan dokter.

Efek samping obat

Pemakaian obat umumnya memiliki efek samping tertentu dan bersifat individual. Jika terjadi efek samping yang berlebih, harus segera ditangani oleh tenaga medis.

Metamizole  dapat menyebabkan efek samping yang meliputi: 

  • Mual.
    Konsumsilah makanan ringan dan hindari makanan berat atau pedas. Minumlah obat ini setelah makan. Hubungi dokter Anda jika gejala berlangsung lebih dari beberapa hari atau semakin memburuk.
  • Muntah.
    Minumlah banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang dan mencegah terjadinya dehidrasi. Dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urine, serta urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Konsumsi makanan sederhana dan hindari makanan kaya rasa seperti makanan pedas.
  • Sakit perut.
    Istirahatkan tubuh Anda agar lebih rileks. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi lebih sedikit, tetapi lebih sering dapat membantu mengurangi efek samping ini. Anda juga bisa mengompres perut dengan bantalan panas atau botol berisi air panas.
  • Reaksi alergi berat yang terjadi secara tiba-tiba dan dapat menyebabkan kematian (syok anafilaksis).
  • Rangsangan atau respons tubuh (sensitisasi) pada rasa dingin di sekitar tangan dan kaki.
  • Gejala nyeri yang tidak nyaman (dispepsia)
  • Penyempitan saluran napas (bronkospasme).
  • Bercak kemerahan (eritema).
  • Rasa gatal di seluruh tubuh (pruritus).
  • Nyeri dada atau peningkatan detak jantung (aritmia).
  • Penurunan jumlah sel darah putih (leukopenia).
  • Demam.
  • Pusing.
  • Sakit tenggorokan.
  • Sesak napas (dispnea).
  • Biduran (urtikaria).
  • Penyakit kelainan darah (diskrasia darah).
  • Bengkak pada wajah.

Ada beberapa efek samping lain yang mungkin belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek samping selain dari yang terdaftar di atas, segera konsultasikan ke dokter Anda.

Perhatian Khusus

Beritahukan dan konsultasikan dengan dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut: 

  • Luka (tukak) pada dinding lambung dan usus 12 jari (duodenum).
  • Penurunan otot (hipotonia).
  • Jumlah darah dan cairan berkurang drastis (hipovolemia).
  • Kekurangan cairan tubuh (dehidrasi).
  • Peradangan saluran napas (asma bronkial).
  • Gangguan hati dan ginjal ringan sampai sedang.

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan obat.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan dan hubungi dokter jika Anda mengalami reaksi alergi parah, seperti pembengkakan pada lidah, bibir, ataupun tenggorokan, ruam pada kulit, kesulitan bernapas, dan gatal.

Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 25°C dan terlindung dari cahaya matahari langsung.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Jangan menggunakan metamizole jika mempunyai kondisi medis di bawah ini:

  • Alergi terhadap komponen obat ini.
  • Tekanan darah sistolik kurang dari 100 mmHg.
  • Gangguan fungsi sumsum tulang.
  • Tekanan darah rendah (hipotensi).
  • Kondisi jantung dan peredaran darah tidak stabil.
  • Asma.
  • Gangguan hati dan ginjal berat.
  • Ibu hamil dan menyusui.
  • Bayi berusia kurang dari 3 bulan atau berat badan di bawah 5 kg.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya. Bila perlu, dokter mungkin akan mengurangi dosis atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Mengonsumsi metamizole dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi yang meliputi:

  • Obat pencegah penggumpalan darah (antikoagulan).
    Penggunaan bersama obat antikoagulan dapat menurunkan jumlah keping darah (trombositopenia).
  • Phenotiazin dan chlorpromazine.
    Penggunaan obat ini bersama phenotiazin dan chlorpromazine menyebabkan turunnya suhu tubuh (hipotermia).
  • Barbiturat, glutethimide, phenylbutazone.
    Penggunaan bersama obat-obatan di atas dapat menyebabkan efektivitas metamizole berkurang.
  • Bupropion dan ciclosporin.
    Penggunaan metamizole bersama obat-obatan di atas dapat menurunkan kadar bupropion dan siklosporin.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Pediatriconcall. https://www.pediatriconcall.com/drugs/dipyrone/503
Diakses pada 5 Januari 2023

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/metamizole
Diakses pada 5 Januari 2023

Pubchem. https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/Metamizol#section=Top
Diakses pada 5 Januari 2023

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email