Mesone 0,1% salep 10 g untuk meringankan manifestasi inflamasi dan pruritus dari dermatosis.
Mesone 0,1% salep 10 g untuk meringankan manifestasi inflamasi dan pruritus dari dermatosis.
Mesone 0,1% salep 10 g untuk meringankan manifestasi inflamasi dan pruritus dari dermatosis.
Mesone 0,1% salep 10 g untuk meringankan manifestasi inflamasi dan pruritus dari dermatosis.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
Kemasan 1 box isi 1 tube @ 10 g
Produsen Genero Pharmaceuticals

Mesone salep adalah obat yang digunakan untuk meringankan manifestasi peradangan dan pruritus dari dermatosis yang responsif terhadap kortikosteroid. Obat ini merupakan obat keras yang memerlukan resep dokter. Mesone mengandung zat aktif mometasone furoate.

Meringankan manifestasi peradangan (inflamasi) dan kondisi gatal yang meliputi seluruh atau sebagian tubuh (pruritus) dari dermatosis yang responsif terhadap kortikosteroid seperti:

Tiap 1 g: mometasone furoate 1 mg.

1 kali/hari.

Dioleskan tipis-tipis pada daerah yang sakit dan jangan ditutup dengan kasa pembalut.

  • Rasa terbakar.
  • Gatal.
  • Kulit kering.
  • Iritasi.
  • Peradangan yang terjadi pada tempat rambut tumbuh (folikulitis).
  • Pertumbuhan rambut yang tidak normal untuk umur, jenis kelamin, dan ras tertentu pada suatu bagian atau area tubuh tertentu (hipertrikosis).
  • Jerawat.
  • Warna kulit lebih terang atau putih yang tidak normal di bagian tubuh tertentu atau seluruh tubuh (hipopigmentasi).
  • Maserasi kulit.
  • Infeksi sekunder.
  • Atropi kulit.
  • Strecth mark (striae).
  • Biang keringat (miliaria).
  • Pasien dengan kondisi kulit kemerahan, timbul bintil yang padat atau berisi nanah, dan pembuluh darah menjadi tampak jelas, khususnya pada bagian hidung, pipi, dagu, serta dahi (rosacea).
  • Pasien dengan kondisi peradangan kronis pada usus besar (ulseratif).
  • Pasien yang sensitif terhadap mometaone furoate, terhadap kortikosteroid lainnya atau terhadap salah satu komponen dari obat ini.
  • Tidak untuk digunakan pada mata.
  • Wanita hamil dan menyusui.
  • Bila terjadi iritasi atau sensitisasi dengan pemakaian obat ini, pengobatan harus dihentikan dan diberikan terapi yang sesuai.
  • Bila terjadi suatu infeksi, harus diberikan preparat antifungal atau antibakterial yang sesuai, jika respon yang diinginkan tidak segera terlihat, kortikosteroid harus dihentikan sampai infeksi teratasi dengan baik.
  • Jika digunakan pada bayi dan anak-anak bisa terjadi supresi adrenal.
  • Absorpsi sistemik dari kortikosteroid topikal akan meningkat bila permukaan kulit yang diobati luas atau bila digunakan secara oklusif.
  • Terapi dengan kortikosteroid dilakukan apabila terapi obat lain yang kurang toksik tidak efektif.

Sesuai kemasan per Januari 2020

Artikel Terkait