Mertus Krim 10 g

27 Okt 2020| Dea Febriyani
Mertus krim adalah obat untuk mengatasi infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri.

Deskripsi obat

Mertus krim adalah obat untuk mengatasi infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri seperti infeksi kulit yang dapat menular yang disebabkan akibat bakteri yang menyebabkan terbentuknya lepuhan kecil berisi nanah (impetigo). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Mertus krim mengandung zat aktif mupirosin.
Mertus Krim 10 g
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaMupirosin.
Kelas terapiAntibiotik topikal.
Kemasan1 box isi 1 tube @ 10 g
ProdusenPharos Indonesia

Informasi zat aktif

Mupirosin adalah antibiotik yang dihasilkan oleh fermentasi Pseudomonas fluorescens, menghambat sintesis protein bakteri dengan secara reversibel dan secara spesifik mengikat sintetase asam isoleucyl transfer-ribonucleic acid (tRNA) bakteri. Obat ini memiliki efek menghambat bakteri (bakteriostatik) pada konsentrasi penghambatan minimum dan efek membunuh bakteri (bakterisidal) pada konsentrasi yang lebih tinggi.

Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, mupirosinn diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Sedikit diserap secara sistemik melalui kulit utuh.
  • Distribusi: Pengikatan protein plasma lebih dari 97%.
  • Metabolisme: Dengan cepat dimetabolisme menjadi metabolit tidak aktifnya, asam monat.
  • Ekskresi: Melalui urin (sebagai metabolit asam monat tidak aktif). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) selama 17-36 menit.

Indikasi (manfaat) obat

  • Infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri seperti infeksi yang dapat menular yang disebabkan akibat bakteri yang menyebabkan terbentuknya lepuhan kecil berisi nanah (impetigo).

Mupirosin termasuk dalam kelas obat yang disebut antibakteri topikal. Mupirosin bekerja untuk membunuh bakteri penyebab infeksi Anda. Ini termasuk strain Staphylococcus aureus dan Streptococcus pyogenes. Mupirosin menghentikan bakteri berkembang biak.

Komposisi obat

Tiap 1 g: mupirosin 20 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa:

  • Impetigo dan infeksi bakteri pada kulit: gunakan 2-3 kali/hari, digunakan hingga 10 hari sesuai dengan respon pasien.
  • Infeksi kulit sekunder: gunakan hingga 10 hari, lakukan evaluasi setelah 3-5 hari penggunaan.

Aturan pakai obat

Oleskan pada bagian kulit yang mengalami infeksi.

Efek samping obat

  • Kulit terasa gatal, terbakar, atau perih saat pertama kali menggunakan mupirosin.
    Reaksi ini akan segera hilang.
  • Reaksi alergi pada kulit.
    Beberapa bahan dapat menyebabkan reaksi alergi pada kulit pada beberapa orang. Jika Anda mengalami reaksi kulit yang sangat menjengkelkan atau parah, hentikan penggunaan mupirocin dan bicarakan dengan dokter Anda sesegera mungkin.

Perhatian Khusus

  • Pasien yang mengalami luka bakar yang luas atau luka terbuka.
  • Pasien penderita gangguan ginjal.
  • Anak-anak dan pasien lanjut usia.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.

Kategori kehamilan

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya. Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Pasien yang memiliki alergi terhadap mupirosin.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal obat sebelumnya, segera gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya gunakan obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan menggunakan total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa menggunakan obat.
    Jika sering lupa untuk menggunakan obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal pemakaian obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal pemakaian obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Jika efek samping seperti rasa terbakar, menyengat, nyeri, gatal atau terjadi ruam pada kulit yang parah dan tidak kunjung hilang segera hubungi dokter Anda.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/mupirocin?mtype=generic
Diakses pada 14 September 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a688004.html
Diakses pada 14 September 2020

Rxlist. https://www.rxlist.com/bactroban-ointment-drug/patient-images-side-effects.htm#info
Diakses pada 14 September 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/mupirocin-topical-ointment#interactions
Diakses pada 14 September 2020

Patient. https://patient.info/medicine/mupirocin-for-skin-infections-bactroban
Diakses pada 14 September 2020

Myclevendclinic. https://my.clevelandclinic.org/health/drugs/20357-mupirocin-skin-cream-or-ointment
Diakses pada 14 September 2020

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/mupirocin-topical.html
Diakses pada 14 September 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email