Mersivas Tablet 10 mg

08 Jan 2020| Ajeng Prahasta

Deskripsi obat

Mersivas tablet adalah obat untuk mengatasi kadar kolesterol dan trigliserida yang tinggi dalam darah serta mengurangi risiko penyakit jantung. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Mersivas tablet mengandung zat aktif simvastatin.
Mersivas Tablet 10 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaSimvastatin.
Kelas terapiAgen dislipidemia.
Klasifikasi obatStatin.
Kemasan1 box isi 3 strip @ 10 tablet (10 mg)
ProdusenMersifarma Tirmaku

Informasi zat aktif

Simvastatin merupakan penghambat kompetitif 3-hydroxy-3-methylglutaryl coenzyme A (HMG-CoA) reduktase, enzim yang mengkatalisis konversi HMG-CoA untuk menghasilkan mevalonate, langkah awal dan pembatasan laju dalam biosintesis kolesterol, menghasilkan untuk mengurangi kolesterol total, kolesterol LDL dan trigliserida, dan meningkatkan kadar kolesterol HDL.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, simvastatin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan (85%). Ketersediaan hayati: 5% ke bawah. Waktu puncak konsentrasi plasma: 1,3-2,4 jam.
  • Distribusi: Ikatan protein plasma: sekitar 95%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati oleh CYP3A4 menjadi β-hydroxyacid aktif (metabolit aktif). Menjalani metabolisme jalan pintas yang luas.
  • Ekskresi: Terutama melalui feses (60% sebagai metabolit); urin (13%, bentuk tidak aktif). Waktu paruh eliminasi: 1,9 jam (metabolit aktif).

Indikasi (manfaat) obat

  • Menurunkan kolesterol jahat dan lemak jahat seperti LDL dan trigliserida.
  • Meningkatkan kolesterol baik (HDL) dalam darah.
  • Mencegah serangan jantung dan stroke.


Simvastatin termasuk dalam golongan obat yang disebut inhibitor reduktase HMG-CoA atau statin. Obat ini bekerja dengan memperlambat produksi kolesterol dalam tubuh untuk mengurangi jumlah kolesterol yang menumpuk di dinding arteri dan memblokir aliran darah ke jantung, otak, dan tubuh bagian lain.

Komposisi obat

 

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Hiperlipidemia:

  • Dosis awal: 10-20 mg/hari.
  • Pasien yang membutuhkan pengurangan kolesterol besar atau pasien dengan risiko penyakit kardiovaskular tinggi: 
    • Dosis awal: 40 mg/hari.


Hiperkolesterolemia familial homozigot:

  • Dosis awal: 40 mg/hari.
  • Dosis maksimal: 80 mg/hari.


Mengurangi risiko kardiovaskular: 20-40 mg sebanyak 1 kali/hari. Dosis dapat ditingkatkan dengan interval minimal 4 minggu.

  • Dosis maksimal: 80 mg/hari.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Efek samping obat

  • Gangguan pada otot seperti nyeri otot.
  • Nyeri sendi (athralgia).
  • Gangguan gerakan gemetar yang tidak dapat dikendalikan (tremor).
  • Pasien yang mengalami pusing dan merasa sekelilingnya seperti berputar (vertigo).
  • Ruam pada kulit.
  • Peradangan pada pankreas (pankreatitis).
  • Kehilangan nafsu makan (anoreksia).
  • Muntah.
  • Anemia.
  • Sakit perut.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
  • Diare.
  • Nyeri otot.
  • Nyeri sendi.
  • Sakit kepala.
  • Kesemutan (parestesia).
  • Pusing.
  • Gangguan kesulitan tidur (insomnia).
  • Infeksi pada saluran pernapasan bagian bawah.
  • Ruam kemerahan pada kulit.
  • Gatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus).
  • Kerontokan rambut (alopecia).
  • Pria yang mengalami pembesaran pada kelenjar payudara (ginekomastia).

Perhatian Khusus

  • Hentikan penggunaan obat jika kadar transaminase serum meningkat hingga 3 kali lipat dari batas normal.
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol.
  • Pasien yang mengalami gangguan fungsi ginjal berat.
  • Pasien yang mengalami gangguan pada otot.

Kategori kehamilan

Kategori X: Penggunaan mersivas tablet tidak disarankan pada ibu hamil. Penelitian menunjukkan adanya dampak berupa kelainan pada janin, mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin, serta risiko efek sampingnya lebih besar pada wanita hamil daripada manfaatnya. Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi obat ini. Khususnya bagi ibu hamil pada trimester pertama, harus lebih berhati-hati mengingat efek sampingnya dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan organ janin.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang mengalami peningkatan persisten nilai serum transaminase yang tidak dapat dijelaskan.
  • Wanita hamil dan menyusui.
  • Pasien penderita penyakit hati.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

    • Itrakonazol, ketokonazol, klaritromisin, eritromisin, amiodaron, amlodipin, verapamil, diltiazem lomitapid, daptomisin, dan kolkisin.
      Penggunaan simvastatin dengan amiodaron dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan pada otot seperti miopati dan rhabdomyolisis.
    • Elbasvir dan grazoprevir.
      Simvastatin dapat meningkatkan konsentrasi serum obat di atas.
    • Kumarin.
      Simvastatin dapat meningkatkan waktu protombin dengan kumarin.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan konsumsi simvastatin dan hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Nyeri otot, nyeri tekan, kelemahan atau kram.
    Hal tersebut dapat menjadi tanda kerusakan otot dan kerusakan ginjal.
  • Kulit kuning atau bagian putih mata Anda menguning, atau jika Anda memiliki kotoran pucat dan kencing berwarna gelap.
    Hal tersebut dapat menjadi tanda masalah hati.
  • Sakit perut yang parah.
    Hal tersebut dapat menjadi tanda masalah pankreas.
  • Batuk, sesak napas, dan penurunan berat badan.
    Hal tersebut dapat menjadi tanda penyakit paru-paru.
  • Ruam kulit dengan bercak merah muda-merah, terutama di telapak tangan atau telapak kaki.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/mersivas?type=brief&lang=id Diakses pad 28 Juli 2020 MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/simvastatin Diakses pad 28 Juli 2020 Nhs. https://www.nhs.uk/medicines/simvastatin/ Diakses pada 28 Juli 2020 Medline Plus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a692030.html Diakses pada 28 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Perbedaan Simvastatin dan Atorvastatin untuk Turunkan Kolesterol

Perbedaan simvastatin dan atorvastatin ternyata tetap ada meskipun tujuannya sama-sama untuk menurunkan kolesterol. Anda pun harus jeli memahami perbedaan keduanya.
22 Sep 2020|Aditya Prasanda
Baca selengkapnya
Perbedaan Simvastatin dan Atorvastatin untuk Turunkan Kolesterol

Gejala Kolesterol Tinggi dan Cara Mengatasinya dengan Sederhana

Ada sejumlah pemicu yang bisa menimbulkan gejala kolesterol tinggi. Oleh karena itu, kenali kondisi-kondisi yang menjadi pemicu tersebut, agar Anda bisa terhindar dari kolesterol tinggi.
04 Mar 2020|Aditya Prasanda
Baca selengkapnya
Gejala Kolesterol Tinggi dan Cara Mengatasinya dengan Sederhana

5 Cara Mencegah Kolesterol Tinggi Secara Efektif

Kolesterol tinggi dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti hipertensi, penyakit jantung, dan stroke. Guna menghindari hal tersebut, terdapat beberapa cara mencegah kolesterol yang bisa Anda lakukan.
20 Aug 2020|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
5 Cara Mencegah Kolesterol Tinggi Secara Efektif