Merlopam Tablet

08 Jan 2020| Dea Febriyani
Golongan
Obat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HET
Kemasan
1 box isi 10 strip @ 10 tablet (0,5 mg; 2 mg)
Produsen
Mersifarma Tirmaku Mercusana

Merlopam tablet adalah obat yang digunakan untuk mengatasi gangguan kecemasan (ansietas) dan kesulitan tidur (insomnia) yang berkaitan dengan gangguan kecemasan (ansietas) serta premedikasi setelah tindakan operasi. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Merlopam tablet mengandung lorazepam sebagai zat aktifnya.

  • Ganguan kecemasan (ansietas).
  • Kesulitan tidur (insomnia) yang berkaitan dengan gangguan kecemasan (ansietas).
  • Premedikasi setelah tindakan operasi.

Klorazepam atau obat golongan benzodiazepin adalah obat bekerja bekerja dengan meningkatkan aktivitas neurotransmiter reseptor gamma aminobutyric acid (GABA) di otak dan membantu menjaga aktivitas saraf di otak agar tetap seimbang, terlibat dalam mengurangi kecemasan, mengendurkan otot, dan menyebabkan kantuk.

  • Ganguan kecemasan (ansietas).
  • Kesulitan tidur (insomnia) yang berkaitan dengan gangguan kecemasan (ansietas).
  • Premedikasi setelah tindakan operasi.

Klorazepam atau obat golongan benzodiazepin adalah obat bekerja bekerja dengan meningkatkan aktivitas neurotransmiter reseptor gamma aminobutyric acid (GABA) di otak dan membantu menjaga aktivitas saraf di otak agar tetap seimbang, terlibat dalam mengurangi kecemasan, mengendurkan otot, dan menyebabkan kantuk.

  • Ativan tablet: lorazepam 0,5 mg.
  • Ativan tablet: lorazepam 1 mg.
  • Ativan tablet: lorazepam 2 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Gangguan kecemasan (ansietas): 1-4 mg/hari dalam dosis terbagi selama 2-4 minggu.
  • Kesulitan tidur (insomnia) yang berkaitan dengan gangguan kecemasan (ansietas): 1-2 mg menjelang tidur.
  • Premedikasi sebelum tindakan operasi: 2-3 mg dikonsumsi pada malam hari sebelum tindakan operasi dilanjutkan dengan 2-4 mg dalam 1-2 jam sebelum prosedur operasi.
Dikonsumsi dengan atau tanpa makanan dan tablet ditelan utuh.
  • Pusing.
  • Sakit kepala.
  • Mual.
  • Perubahan mental.
  • Kesulitan berbicara (cadel).
  • Mengantuk atau lelah luar biasa di siang hari.
    Jangan mengemudi, bersepeda, atau menggunakan alat dan mesin hingga Anda merasa lebih baik. Jangan minum alkohol sebab akan membuat kondisi lebih buruk. Efek samping ini seharusnya akan membaik dengan sendirinya saat Anda telah terbiasa dengan lorazepam. Jika gejala tidak membaik setelah seminggu atau bertambah buruk, hubungi dokter untuk berkonsultasi.
  • Kelemahan otot.
    Jika Anda mendapatkan kelemahan otot yang tidak biasa dan bukan disebabkan oleh olahraga atau bekerja, hubungi dokter Anda sebab mungkin Anda perlu tes darah untuk menemukan penyebabnya.
  • Masalah dengan koordinasi atau pengendalian gerakan.
    Jika gejala tidak membaik setelah seminggu atau kondisi memburuk, hubungi dokter karena Anda mungkin perlu dosis yang lebih rendah.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien yang memiliki gangguan tidur berupa pernapasan berhenti sementara (sleep apnea).
  • Pasien yang memiliki penyakit berupa tingginya tekanan di dalam mata (glaukoma sudut tertutup akut).
  • Pasien dengan keadaan depresi atau berpotensi menyakiti diri sendiri.
  • Pasien dengan lemahnya otot karena gangguan saraf (myasthenia gravis).
  • Pasien yang memiliki gangguan hati berat.
  • Pasien yang memiliki gangguan ginjal.
  • Wanita hamil (trimester pertama atau trimester ketiga) atau yang merencanakan kehamilan.
  • Pasien dengan riwayat konsumsi alkohol.
  • Pasien dengan gangguan kepribadian.
  • Pasien yang memiliki gangguan hati dan ginjal ringan hingga sedang.
  • Anak-anak.
  • Pasien lanjut usia.
  • Wanita hamil trimester kedua.
  • Ibu menyusui.
  • Tidak diindikasikan untuk perawatan tunggal gangguan mental (psikotik) atau gangguan depresi.
  • Hindari penghentian obat secara mendadak.
    • Klozapin, morfin, kodein.
      Penggunaan bersama lorazepam meningkatkan risiko keparahan efek samping.
    • Asetaminofen.
      Penggunaan bersama lorazepam meningkatkan metabolisme asetaminofen.
    • Obat antiepilepsi seperti valporat.
      Penggunaan bersama lorazepam meningkatkan konsentrasi serum valporat.
    • Tizanidin dan baklofen.
      Penggunaan bersama lorazepam meningkatkan efek kantuk (sedatif) dari tizanidin dan baklofen.
    • Teofilin atau aminofilin.
      Penggunaan bersama lorazepam menurunkan efek terapi dari teofilin dan aminofilin.
    • Skopolamin.
      Penggunaan bersama lorazepam meningkatkan sedasi, dapat mendengar atau melihat hal yang tidak ada (halusinasi), dan perubahan perilaku menjadi irasional.
    • Antasida.
      Penggunaan bersama lorazepam menunda proses absorpsi lorazepam.
    • Obat ACE inhibitor, reseptor angiotensin II blocker, calcium channel blocker, diuretik, dan beta blocker.
      Penggunaan bersama lorazepam meningkatkan efek tekanan darah rendah (hipotensi).
MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/lorazepam Diakses pada 4 Agustus 2020 Nhs. https://www.nhs.uk/medicines/lorazepam/ Diakses pada 4 Agustus 2020 Webmd. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-8892-5244/lorazepam-oral/lorazepam-oral/details Diakses pada 4 Agustus 2020 Drugbank. https://www.drugbank.ca/drugs/DB00186 Diakses pada 4 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Kenali Berbagaimacam Phobia dan Cara Mengatasinya

Fobia merupakan gangguan kecemasan yang menyebabkan seseorang memiliki ketakutan berlebihan dan terkesan tidak masuk akal terhadap situasi tertentu.
10 Sep 2019|Grace Ratnasari
Baca selengkapnya
Kenali Berbagaimacam Phobia dan Cara Mengatasinya

Spotlight Effect Bisa Memperburuk Kondisi Penderita Gangguan Kecemasan Sosial

Penderita kecemasan sosial memiliki kesulitan untuk menjalin hubungan sosial dengan orang lain, bahkan hal yang terkecil, seperti menatap wajah merupakan hal yang susah untuk dilakukan. Salah satu hal yang dapat memperparah kecemasan yang dirasakan adalah spotlight effect.
07 Oct 2019|Anita Djie
Baca selengkapnya
Spotlight Effect Bisa Memperburuk Kondisi Penderita Gangguan Kecemasan Sosial

Mengenal Ciri-ciri Fobia Sosial dan Cara Menghadapinya

Fobia sosial atau social anxiety disorder adalah munculnya rasa malu, takut, tidak percaya diri, hingga cemas berlebih saat akan melakukan interaksi sosial.
06 Apr 2020|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Mengenal Ciri-ciri Fobia Sosial dan Cara Menghadapinya