Meloxin Tablet 15 mg

Meloxin tablet adalah obat untuk mengatasi nyeri dan peradangan pada sendi.

Deskripsi obat

Meloxin tablet adalah obat untuk mengatasi nyeri dan peradangan pada sendi seperti osteoartritis dan rheumatoid arthritis. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Meloxin tablet mengandung zat aktif meloksikam.
Meloxin Tablet 15 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 140.250/strip per Oktober 2019
Kemasan1 box isi 5 strip @ 10 tablet (15 mg)
ProdusenInterbat

Indikasi (manfaat) obat

Meloksikam adalah obat antiinflamasi non-steroid (NSAID) yang dapat meredakan gejala peradangan pada sendi diantaranya pembengkakan, kekakuan, dan nyeri pada sendi. Obat ini bekerja dengan menghambat biosintesis dari prostaglandin atau senyawa yang menyebabkan peradangan melalui penghambatan enzim siklooksigenase sehingga proses peradangan akan terhambat dan rasa sakit akan berkurang.

  • Mengatasi nyeri akibat peradangan pada sendi (osteoarthritis).
  • Meringankan peradangan sendi akibat sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringannya sendiri (rheumatoid arthritis).
  • Mengobati peradangan sendi pada punggung belakang yang terasa nyeri dan kaku (ankylosing spondylitis)

Komposisi obat

Meloksikam 15 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Rheumatoid arthritis: 15 mg/hari, dosis dapat dikurangi hingga 7,5 mg/hari.
  • Osteoarthritis: 7,5 mg/hari, dosis dapat ditingkatkan hingga 15 mg/hari.
  • Pasien penderita gagal ginjal atau yang melakukan cuci darah:
    • Dosis maksimal: 7,5 mg/hari.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Dapat dikonsumsi dengan makanan untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan.

Efek samping obat

  • Kesulitan mengeluarkan cairan (retensi urin).
  • Pembengkakan pada tubuh akibat penumpukan cairan pada jaringan tubuh (edema).
  • Gangguan fungsi ginjal.
  • Gagal ginjal akut.
  • Peningkatan kadar kalium dalam tubuh (hiperkalemia).
  • Penglihatan kabur.
  • Anemia.
  • Kegagalan sumsum tulang membentuk granulosit (agranulositosis).
  • Penurunan kadar trombosit dalam tubuh (trombositopenia).
  • Penurunan jumlah sel darah putih dalam tubuh.
  • Gagal jantung.
  • Jantung berdebar-debar (palpitasi).
  • Sesak napas.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Nyeri pada perut.
  • Gangguan kesulitan buang air besar (konstipasi).
  • Diare.
  • Lemas.
  • Kelelahan.
  • Pembengkakan pada bagian tubuh biasanya berada di sekitar mata, bibir atau pipi (angioedema).
  • Dehidrasi.
  • Sakit kepala.
  • Kesemutan (parestesia).
  • Gatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus).
  • Ruam.
  • Penurunan tekanan darah (hipotensi).
  • Reaksi sensitif terhadap cahaya (fotosensitivitas).
  • Biduran (urtikaria).
  • Peningkatan tekanan darah tinggi (hipertensi).

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita asma.
  • Pasien yang mengalami luka atau perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi.
  • Pasien yang mengalami kekurangan cairan (dehidrasi).
  • Pasien dengan kondisi ketika jumlah darah dan cairan di dalam tubuh berkurang secara drastis (hipovalemia).
  • Pasien dengan kondisi rusaknya organ hati akibat terbentuknya jaringan parut (sirosis hati).
  • Pasien penderita serangan jantung.
  • Pasien dengan kondisi di mana kadar lipid atau lemak dalam darah meningkat tinggi (hiperlipidemia).
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).
  • Pasien penderita gangguan jantung dan hati.
  • Anak-anak.
  • Pasien lanjut usia.
  • Wanita hamil pada trimester 1 dan 2.
  • Pasien yang mengonsumsi obat antiinflamasi non-steroid lain, kortikosteroid, antiplatelet, dan obat penghambat pembekuan darah (antikoagulan).

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap meloksikam, aspirin atau obat antiinflamasi non-steroid lainnya.
  • Pasien dengan riwayat mengalami perdarahan atau luka pada saluran pencernaan.
  • Pasien penderita gagal jantung.
  • Wanita hamil pada trimester ketiga.
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati.
  • Wanita hamil pada trimester ketiga dan ibu menyusui.
  • Anak-anak 15 tahun ke bawah.
  • Pasien yang mengalami pendarahan pada serebrovaskular.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Obat penghambat pembekuan darah seperti warfarin, dan heparin.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan risiko terjadinya luka atau perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Obat penurun tekanan darah tinggi seperti golongan ACE inhibitor, antagonis angitensin II, dan beta blocker.
    Meloksikam dapat menurunkan efektivitas obat penurun tekanan darah tinggi.
  • Siklosporin dan takrolimus.
    Penggunaan meloksikam dan obat di atas dapat meningkatkan risiko terjadinya kerusakan ginjal.
  • Lithium, digoksin, dan metotreksat.
    Penggunaan meloksikam dan obat di atas dapat meningkatkan serum kalium.
  • Kolestiramin.
    Meloksikam dapat menurunkan efektivitas dari kolestiramin.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/meloxin
Diakses pada 24 Juli 2020

Nps. https://www.nps.org.au/medicine-finder/moxicam-tablets
Diakses pada 24 Juli 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/meloxicam
Diakses pada 24 Juli 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-911/meloxicam-oral/details
Diakses pada 24 Juli 2020

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/meloxicam-oral-route/description/drg-20066928
Diakses pada 24 Juli 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email