Meloxicam

02 Mar 2021| Ajeng Prahasta
Ditinjau oleh Veronika Ginting
Meloxicam digunakan untuk mengobati arthritis atau peradangan sendi

Meloxicam digunakan untuk mengobati arthritis atau peradangan sendi

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Arimed, Atrocox 7,7/Atrocox 15, Flamoxi, Flasicox, Futamel, Friart, Koniflam, Loxil, Loximel, Loxinic, Melet, Melogra, Meloxin, Movi-Cox, Movix, Moxam, Moxic/ Moxic Forte, Ostelox, Relox, Velcox, X-Cam

Deskripsi obat

Meloxicam digunakan untuk meredakan nyeri, bengkak, dan kaku akibat peradangan sendi. Misalnya, osteoartritis atau radang sendi yang disebabkan kerusakan lapisan sendi dan rheumatoid arthritis, yaitu radang sendi yang disebabkan pembengkakan lapisan sendi.

Obat ini juga digunakan untuk meredakan nyeri tekan, bengkak, dan kaku yang disebabkan juvenile rheumatoid arthritis, yaitu sejenis artritis atau radang sendi yang menyerang anak-anak berusia 2 tahun ke atas.

Meloxicam berada dalam kelas obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID). Obat ini bekerja dengan menghentikan produksi zat yang menyebabkan nyeri, demam, dan pembengkakan oleh tubuh.

Meloxicam (Meloksikam)
GolonganKelas terapi : Antiinflamasi dan antirematik. Klasifikasi Obat : Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAID).
Kategori obatObat resep
Bentuk sediaan obatTablet
Dikonsumsi olehDewasa, anak-anak di atas 2 tahun, dan lansia
Kategori kehamilan dan menyusui

Pada trimester pertama dan kedua:
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol, tetapi ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.

Pada trimester ketiga:
Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia.

Dosis obatDosis setiap orang berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Efek samping obat

Setiap penggunaan obat berpotensi menimbulkan efek samping. Jika efek samping memburuk, segera cari bantuan tenaga medis. Efek samping yang sering terjadi pada pemakaian meloxicam, seperti:

  • Mual atau muntah.
    Duduk atau berbaring dalam posisi bersandar. Minumlah sedikit minuman manis. Hal ini dikarenakan, minuman dengan kandungan gula mampu membantu menenangkan perut. Namun, hindari minuman asam.
  • Diare.
    Pilih makanan sederhana. Minum banyak cairan untuk mengganti cairan yang hilang.
  • Sembelit.
    Cobalah makan lebih banyak makanan tinggi serat, seperti buah-buahan dan sayuran, serta banyak minum air putih.
  • Gangguan pencernaan serta perut terasa tidak nyaman dan kembung.
    Minumlah obat setelah makan. Jika ketidaknyamanan berlanjut, bicarakan dengan dokter Anda.
  • Sakit kepala.
    Beristirahatlah dan jangan mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin hingga kondisi Anda membaik. Hindari mengonsumsi alkohol karena akan memperburuk keadaan.
  • Pusing.
    Jika Anda mulai merasa pusing, baringkan tubuh agar tidak pingsan, lalu duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Berhati-hatilah saat mengemudi dan menggunakan alat atau mesin.
  • Mengantuk.
  • Gangguan pada darah, seperti anemia, sumsum tulang gagal membentuk granulosit (agranulositosis), kadar trombosit kurang dari normal (trombositopenia), dan kadar leukosit rendah (leukopenia).
  • Gangguan pencernaan.
  • Gugup.
  • Sakit perut.
  • Kesulitan tidur (insomnia).
  • Sensasi berputar (vertigo).
  • Telinga berdenging (tinnitus).
  • Perut kembung.
  • Jantung berdebar.
  • Peningkatan atau penurunan berat badan.
  • Kesemutan.
  • Perubahan suasana hati.

Perhatian Khusus

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya. Hati-hati menggunakan meloxicam pada:

  • Pasien dengan penyakit jantung.
  • Pasien dengan tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, atau diabetes.
  • Pasien dengan riwayat sakit maag, perdarahan, asma, gangguan pencernaan, penyakit hati, penyakit jantung, atau stroke.
  • Pasien dengan asma atau memiliki riwayat asma.
  • Pasien dengan penyakit ginjal atau sedang menjalani cuci darah.
  • Pasien dengan penyakit hati.
  • Penggunaan jangka panjang dan dosis tinggi dapat meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung, stroke, dan perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Pasien lanjut usia.
  • Pasien dengan retensi cairan atau gagal jantung.
  • Pasien yang merokok.
  • Anak-anak.
  • Pasien yang sedang menjalani terapi dengan mengonsumsi obat penghambat pembekuan darah (antikoagulan).

Hindari mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin. Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Penyimpanan

Simpan pada suhu 25°C dan terlindung dari kelembapan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi, seperti:

  • Luka pada dinding lambung (tukak lambung aktif) selama 6 bulan terakhir atau pasien dengan riwayat tukak lambung.
  • Penyakit ginjal berat.
  • Penyakit radang usus.
  • Gagal jantung berat.
  • Riwayat asma, jaringan yang tumbuh di bagian dalam saluran hidung (polip nasal), dan pembengkakan akibat penumpukan cairan pada beberapa bagian tubuh yang biasanya berada di sekitar mata, pipi, atau bibir (angioedema), serta biduran (urtikaria).
  • Gangguan fungsi hati berat.
  • Pendarahan pada saluran pencernaan, pendarahan pada serebrovaskular, atau kelainan pendarahan lainnya.
  • Kehamilan trimester ketiga.
  • Alergi terhadap meloxicam, asetosal, atau obat antiinflamasi nonsteroid lainnya.
  • Anak-anak berusia 15 tahun ke bawah.
  • Riwayat perdarahan pada saluran pencernaan.

Kategori kehamilan & menyusui

Pada trimester pertama dan kedua:
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan meloxicam pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Pada trimester ketiga:
Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia. Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius ketika obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Berhenti menggunakan obat ini dan segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Tanda pertama ruam kulit walau ringan.
  • Sesak napas, bahkan dengan pengerahan tenaga ringan.
  • Masalah ginjal, seperti sedikit atau tidak bisa buang air kecil, nyeri atau sulit buang air kecil, bengkak di kaki atau pergelangan kaki, dan merasa lelah atau sesak napas.
  • Sel darah merah rendah atau anemia yang ditandai dengan kulit pucat, merasa pusing atau sesak napas, detak jantung cepat, dan kesulitan berkonsentrasi.
  • Reaksi kulit yang parah, seperti demam, sakit tenggorokan, bengkak di wajah atau lidah, rasa terbakar di mata, serta nyeri kulit diikuti ruam kulit yang menyebar (terutama di wajah atau tubuh bagian atas), lalu menyebabkan kulit melepuh dan mengelupas.
  • Pembengkakan atau penambahan berat badan yang cepat.
  • Tanda-tanda perdarahan perut, seperti feses berdarah atau, batuk darah, atau muntah yang terlihat seperti bubuk kopi.
  • Masalah hati yang ditandai dengan mual, sakit perut bagian atas, gatal, perasaan lelah, gejala seperti flu, kehilangan nafsu makan, urine berwarna gelap, tinja berwarna tanah liat, dan penyakit kuning.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya.

Meloxicam dapat mengalami interaksi dengan obat:

  • Kolestiramin.
    Penggunaan bersama kolestiramin dapat mempercepat eliminasi meloxicam, sehingga efektivitas meloxicam dalam mengatasi peradangan akan berkurang.
  • Obat diuretik.
    Penggunaan bersama obat untuk memudahkan pengeluaran air seni (diuretik) dapat menyebabkan gangguan fungsi ginjal.
  • Alkohol.
    Pasien yang mengonsumsi alkohol dapat menyebabkan iritasi pada mukosa lambung.
  • Kortikosteroid.
    Penggunaan bersama kortikosteroid dapat meningkatkan risiko luka pada dinding lambung.
  • Kontrasepsi IUD.
    Penggunaan bersama kontrasepsi IUD dapat menurunkan efektivitas IUD.
  • Penggunaan bersama AINS, seperti aspirin, ibuprofen, asam mefenamat, dan naproksen.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan risiko luka dan pendarahan pada saluran pencernaan.
  • Methotrexate.
    Penggunaan bersama methotrexate dapat meningkatkan toksisitas hematologik atau gangguan pada darah.
  • Obat antihipertensi.
    Penggunaan bersama obat penurun tekanan darah tinggi dapat menurunkan efek obat antihipertensi dalam menurunkan tekanan darah.
  • Ciclosporin.
    Penggunaan bersama ciclosporin dapat meningkatkan kerusakan pada ginjal (nefrotoksik).
  • Lithium.
    Meloxicam dapat meningkatkan kadar lithium dalam plasma, sehingga dapat menyebabkan toksisitas atau keracunan.
  • Penghambat pembekuan darah atau obat pengencer darah, seperti warfarin, heparin, dan kumarin.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan terjadinya perdarahan.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-911/meloxicam-oral/details
Diakses pada 29 Januari 2021

Drugs. https://www.drugs.com/meloxicam.html
Diakses pada 29 Januari 2021

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a601242.html
Diakses pada 29 Januari 2021

Rxlist. https://www.rxlist.com/mobic-drug.htm
Diakses pada 29 Januari 2021

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/meloxicam-oral-tablet#about
Diakses pada 29 Januari 2021

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/meloxicam?mtype=generic
Diakses pada 29 Januari 2021

medicinenet. https://www.medicinenet.com/meloxicam/article.htm
Diakses pada 29 Januari 2021

MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/meloxicam-oral-route/description/drg-20066928
Diakses pada 29 Januari 2021

Patient. https://patient.info/medicine/meloxicam-for-pain-and-inflammation
Diakses pada 29 Januari 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email