Mega We Care Kiddz Vita Chewz Tablet

29 Nov 2020| Dea Febriyani
Mega We Care Kiddz Vita Chew tablet adalah suplemen untuk meningkatkan nafsu makan anak.

Deskripsi obat

Mega We Care Kiddz Vita Chew tablet adalah suplemen untuk meningkatkan nafsu makan dan memenuhi kebutuhan vitamin pada anak. Suplemen ini merupakan produk konsumen yang dapat dibeli bebas. Mega We Care Kiddz Vita Chew mengandung L-Lysine hydrocchloride, vitamin A, vitamin D3, vitamin E, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B6, vitamin B12, nicotinamide, folic acid, dan vitamin C. Tubuh tidak dapat menghasilkan semua vitamin dan mineral yang diperlukan secara alami. Itu sebabnya, penting untuk memastikan anak mendapat sumber vitamin dan mineral dari makanan atau suplemen. Pola makan yang seimbang biasanya diperlukan untuk menjamin anak mendapatkan vitamin dan mineral yang diperlukan. Dengan begitu, anak akan mendapatkan energi dan nutrisi yang dibutuhkan agar bisa tumbuh dengan optimal.
Mega We Care Kiddz Vita Chewz Tablet
Golongan ObatProduk konsumen. Produk yang dapat dibeli secara bebas.
Kandungan utamaL-lysine hidrochlorida, vitamin A, vitamin D3, vitamin E, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B6, vitamin B12, nicotinamide, folic acid, dan vitamin C.
Kelas terapiSuplemen dan terapi penunjang.
Klasifikasi obatSuplemen
Kemasan1 box isi 1 botol @ 30 tablet
ProdusenMega Lifesciences

Informasi zat aktif

Vitamin B1 atau tiamin berperan penting dalam pemecahan karbohidrat, dari makanan menjadi produk yang diperlukan tubuh. Vitamin B1 ditemukan dalam makanan, seperti sereal, biji-bijian, daging, kacang-kacangan, dan kacang polong.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin B1 diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan setelah pemberian oral.
  • Distribusi: Tersebar luas di sebagian besar jaringan tubuh dan memasuki ASI.
  • Ekskresi: Kelebihan tiamin diekskresikan dalam urine sebagai metabolit dan obat tidak berubah.

Vitamin B2 dibutuhkan untuk pemanfaatan energi dari makanan. Vitamin ini penting untuk respirasi jaringan normal. Selain itu, vitamin ini juga diperlukan untuk aktivasi piridoksin dan konversi triptofan menjadi asam nikotinat.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin B2 diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Mudah diserap dari saluran GI bagian atas.
  • Distribusi: Tersebar luas, termasuk eritrosit dan hati. Melintasi plasenta dan memasuki ASI.
  • Ekskresi: Sekitar 9% diekskresikan dalam urine sebagai obat tidak berubah. Vitamin B6 penting untuk banyak proses dalam tubuh.

Nicotinamide adalah turunan vitamin B3 yang termasuk ke dalam koenzim nicotinamide adenine dinucleotide (NAD) dan nicotinamide adenine dinucleotide phosphate (NADP), yang terlibat dalam beberapa jalur metabolisme seluler (misalnya respirasi jaringan, metabolisme lipid dan glikogenolisis) dan memiliki aktivitas anti peradangan (antiinflamasi) yang signifikan.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, nicotinamide diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Mudah diserap dari saluran cerna. Waktu dimana obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) adalah 20-70 menit.
  • Distribusi: Tersebar luas di jaringan tubuh. Memasuki ASI.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati menjadi turunan N-methylnicotinamide, 2-pyridone dan 4-pyridone dan asam nikotinuric.
  • Ekskresi: Melalui urin (sebagai obat yang tidak berubah dan sebagai metabolit). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) adalah 45 menit.

Vitamin B6 penting untuk banyak proses dalam tubuh. Vitamin B6 diperlukan untuk fungsi gula, lemak, dan protein yang tepat dalam tubuh. Vitamin ini juga diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan otak, saraf, kulit, dan banyak bagian tubuh lainnya. Vitamin B6 terbentuk secara alami dalam makanan, seperti daging, unggas, kacang-kacangan, biji-bijian, pisang, dan alpukat.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin B6 diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan setelah pemberian oral.
  • Distribusi: Melintasi plasenta dan memasuki ASI.
  • Metabolisme: Dikonversi menjadi piridoksal fosfat dan piridoksamin fosfat, yang disimpan dan dimetabolisme terutama di hati.
  • Ekskresi: asam 4-piridoksat dan metabolit aktif lainnya diekskresikan melalui urine.

Vitamin B12 diperlukan untuk fungsi dan perkembangan otak, saraf, sel darah, dan banyak bagian tubuh lainnya. Vitamin B12 merupakan vitamin esensial. Artinya, tubuh membutuhkan vitamin B12 untuk bekerja dengan baik. Vitamin B12 dapat ditemukan dalam makanan, seperti daging, ikan, dan produk susu. Namun, vitamin ini juga bisa dibuat di laboratorium. Vitamin B12 sering dikonsumsi bersama vitamin B lainnya. Vitamin B12 paling sering digunakan untuk kekurangan vitamin B12, suatu kondisi ketika kadar vitamin B12 dalam darah terlalu rendah, serta keracunan sianida dan tingginya kadar homosistein dalam darah (hiperhomosisteinemia).

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin B12 diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Mengikat faktor intrinsik yang disekresikan oleh mukosa lambung, melalui saluran GI secara aktif atau dengan difusi pasif.
  • Distribusi: Di dalam darah, terikat pada transcobalamin II (protein pembawa B-globulin spesifik), didistribusikan dan disimpan di hati dan sumsum tulang. Melintasi plasenta dan sejumlah kecil masuk ke dalam ASI.
  • Ekskresi: melalui empedu dengan daur ulang enterohepatik, melalui urine (sebagai B12 tidak terikat dan dalam fraksi kecil).

Vitamin E adalah antioksidan yang terjadi secara alami dalam makanan, seperti kacang-kacangan, biji-bijian, dan sayuran berdaun hijau. Vitamin E adalah vitamin yang larut dalam lemak yang penting untuk banyak proses dalam tubuh. Vitamin E juga berfungsi sebagai antioksidan yang membantu memperlambat proses yang merusak sel.

Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin E diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Absorpsi GI bergantung pada keberadaan empedu. Hanya 20% hingga 60% vitamin yang diperoleh dari sumber makanan yang diserap. Dengan meningkatnya dosis, fraksi vitamin E yang diserap menurun.
  • Distribusi: Didistribusikan ke semua jaringan; disimpan dalam jaringan lemak atau adiposa.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Vitamin E diekskresikan terutama di empedu. Sejumlah kecil metabolit yang diekskresikan dalam urine.

Asam folat sangat penting untuk produksi koenzim di banyak sistem metabolisme, seperti sintesis purin dan pirimidin, dan juga penting dalam pembentukan nukleoprotein, pemeliharaan eritropoiesis dan produksi trombosit pada anemia defisiensi folat.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, asam folat diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat dari bagian proksimal usus halus. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) sekitar 100% (suplemen asam folat), 85% (dengan makanan), 50% (folat makanan). Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) adalah 1 jam (oral).
  • Distribusi: Terdistribusi ke dalam jaringan dan tersimpan di dalam hati. Terkonsentrasi secara aktif di sistem saraf pusat dan masuk ke dalam ASI. Terikat secara luas ke protein plasma.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati dan plasma menjadi metabolit aktif, 5-metiltetrahidrofolat dan menjalani sirkulasi asam empedi, bilirubn, atau obat-obatan (sirkulasi enterohepatik).
  • Ekskresi: Diekskresi melalui urin.

Vitamin C (asam askorbat) merupakan vitamin yang larut dalam air, serta bertindak sebagai kofaktor dan antioksidan. Vitamin ini penting untuk perbaikan jaringan dan pembentukan kolagen dan bahan antar sel. Selain itu, vitamin C (asam askorbat) terlibat dalam perubahan asam folat menjadi asam folinat, sintesis lipid dan protein, metabolisme karbohidrat, penyerapan dan penyimpanan zat besi, dan respirasi sel.

Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin C diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Setelah pemberian oral, vitamin C diserap dengan mudah. Absorbsi juga dapat dikurangi pada pasien dengan diare atau penyakit saluran cerna.
  • Distribusi: Tersebar luas di tubuh, dengan konsentrasi besar ditemukan di hati, leukosit, trombosit, jaringan kelenjar, dan lensa mata. Asam askorbat melintasi penghalang plasenta. Asam askorbat didistribusikan ke dalam ASI.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Dioksidasi secara reversibel menjadi asam dehidroaskorbat. Beberapa dimetabolisme menjadi senyawa tidak aktif yang diekskresikan dalam urine. Ketika tubuh jenuh dan kadar dalam darah melebihi ambang batas, asam askorbat yang tidak berubah akan dikeluarkan melalui urine. Ekskresi ginjal berbanding lurus dengan kadar darah.

Indikasi (manfaat) obat

  • Memenuhi kebutuhan vitamin dan meningkatkan nafsu makan anak.


Lysine adalah asam amino esensial yang tidak bisa dibuat tubuh, melainkan didapat dari makanan. Lysine bermanfaat untuk pertumbuhan normal dan pergantian otot, serta pembetukan karnitin. Zat ini ditemukan di sebagian besar sel tubuh Anda dan berguna untuk membantu meredakan luka, menurunkan tekanan darah, dan mencegah gejala kekurangan lisin.
Vitamin A berfungsi untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan normal pada anak, serta memperbaiki jaringan, tulang, kulit, mata, dan kekebalan tubuh. Asupan vitamin A yang tidak mencukupi dapat menyebabkan gangguan penglihatan berupa rabun senja dan meningkatkan risiko penyakit dan kematian akibat infeksi pada masa pertumbuhan, seperti campak dan diare.
Vitamin B1, B2, B6, dan B12 membantu metabolisme, produksi energi, serta kesehatan sistem peredaran darah dan saraf.
Vitamin D penting untuk kesehatan tulang dan otot. Vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium dan fosfat dari makanan, yang penting untuk kesehatan dan kekuatan tulang.
Vitamin C penting untuk kesehatan gusi dan tulang. Vitamin C sangat penting untuk pembentukan kolagen, pondasi yang dibangun oleh mineralisasi tulang. Penelitian telah mengaitkan peningkatan kadar vitamin C dengan kepadatan tulang yang lebih besar. Vitamin C dapat membantu tubuh menyerap zat besi yang dibutuhkan tubuh untuk memproduksi sel darah merah.
Nicotinamide merupakan bentuk vitamin B3 (niacin) yang digunakan untuk mencegah dan mengobati defisiensi niacin (pellagra). Kekurangan Niacin dapat menyebabkan diare, kebingungan (demensia), lidah kemerahan atau bengkak, dan kulit merah mengelupas. Niacin digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah (LDL) dan trigliserida, serta meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL).
Vitamin E merupakan antioksidan yang dapat menghambat kerusakan sel. Vitamin E adalah vitamin yang larut dalam lemak dan terdapat dalam makanan, seperti sereal, telur, minyak sayur, daging, unggas, buah-buahan, sayuran, dan minyak biji gandum.

Komposisi obat

  • L-lysine hydrochloride 50 mg.
  • Vitamin A 1500 IU.
  • Vitamin D3 100 IU.
  • Vitamin E 10 IU.
  • Vitamin B1 0,25 mg.
  • Vitamin B2 0,25 mg.
  • Vitamin B6 0,25 mg.
  • Vitamin B12 2 mcg.
  • Nicotinamide 2,5 mg.
  • Folic acid 250 mcg.
  • Vitamin C 50 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

1-3 tablet/hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi dengan cara dikunyah, 30 menit atau 1 jam sebelum makan.

Efek samping obat

  • Sakit kepala.
    Pastikan Anda beristirahat dan minum banyak cairan. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Mintalah rekomendasi obat penghilang rasa sakit kepada dokter atau apoteker Anda. Jika sakit kepala ini berlangsung selama lebih dari seminggu atau gejala semakin memburuk, segera hubungi dokter Anda.
  • Mual.
    Tanyakan apoteker apakah Anda harus minum obat dengan makanan. Hindari makanan berlemak atau digoreng karena membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna dan meningkatkan risiko mual. Hindari berbaring telentang saat beristirahat dan minum obat sebelum tidur karena berpotensi mual.
  • Sakit perut.
    Istirahatkan tubuh Anda agar rileks. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi lebih sedikit dan lebih sering dapat membantu mengurangi efek samping. Anda juga bisa mengurangi efek samping dengan mengompres perut menggunakan bantalan atau botol air panas.
  • Diare.
    Minumlah air di siang hari agar tetap terhidrasi. Usahakan untuk minum sekitar 2-3 liter (8-12 gelas) sehari saat Anda sakit.
  • Reaksi alergi, seperti gatal, ruam, biduran, atau pembengkakan pada wajah.
  • Mati rasa atau kesemutan pada lengan atau pada kaki.
  • Warna urine menjadi kuning.
  • Perut kembung.
  • Mengantuk.

Cara penyimpanan obat

Simpan di tempat yang sejuk dan kering, serta terhindar dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien kekurangan darah merah (anemia) yang disebabkan kekurangan vitamin B12.
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes).
  • Pasien penderita gangguan penyerapan nutrisi tubuh (malabsorpsi).
  • Pasien penderita kekurangan zat besi atau anemia defisiensi asam folat.
  • Pasien penderita gangguan ginjal atau hati.
  • Pasien yang memiliki kadar tiroid yang tinggi dalam tubuh (hipertiroid).
  • Pasien penderita gagal jantung.
  • Pasien dengan penyakit kantong empedu.

Kategori kehamilan

Vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B6, vitamin B12, dan vitamin E.
Kategori A: Hasil penelitian menunjukkan obat cukup aman dan tidak menggangu perkembangan janin di trimester pertama maupun trimester selanjutnya.

Bila dikonsumsi dalam dosis berlebihan:
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Mega We Care Kiddz Vita Chew tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Vitamin D3 dan nicotinamide.
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan obat ini pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Pasien yang memiliki alergi terhadap vitamin dan lisin.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Retinoid.
    Penggunaan retinoid dengan vitamin A dapat menyebabkan terlalu banyak vitamin A dalam tubuh, sehingga meningkatkan risiko efek samping.
  • Antibiorik tetrasiklin.
    Vitamin A dapat berinteraksi dengan beberapa antibiotik. Mengonsumsi vitamin A dalam jumlah sangat besar bersama beberapa antibiotik dapat meningkatkan kemungkinan efek samping serius, yaitu tekanan darah tinggi di rongga kepala (hipertensi intrakranial).
  • Warfarin.
    Warfarin digunakan untuk memperlambat pembekuan darah, sedangkan Vitamin A dalam jumlah besar juga dapat memperlambat pembekuan darah. Mengonsumsi Vitamin A bersama warfarin dapat meningkatkan kemungkinan memar dan pendarahan.
  • Levodopa.
    Penggunaan levodopa bersama vitamin B1 dan vitamin B6 dapat mengurangi efek terapi dari levodopa.
  • Fenobarbital.
    Fenobarbital dapat meningkatkan kecepatan vitamin B2 dipecah dalam tubuh.
  • Probenesid.
    Probenesid dapat meningkatkan jumlah vitamin B2 di dalam tubuh, sehingga mungkin menyebabkan terlalu banyak riboflavin di dalam tubuh.
  • Obat antikolinergik.
    Penggunaan antikolinergik ini dengan riboflavin (vitamin B2) dapat meningkatkan kadar riboflavin yang diserap dalam tubuh.
  • Altretamin.
    Mengonsumsi vitamin B6 dengan obat kemoterapi ini dapat mengurangi keefektifannya, terutama bila juga dikombinasikan dengan obat kemoterapi cisplatin.
  • Barbiturat.
    Mengonsumsi vitamin B6 dengan obat yang bertindak sebagai depresan sistem saraf pusat (barbiturat) dapat menurunkan durasi dan intensitas obat.
  • Neomisin, kloramfenikol, asam aminosalisilat, dan antagonis reseptor H2.
    Obat di atas dapat mengurangi penyerapan vitamin B12.
  • Kalsium.
    Lysine dapat meningkatkan kadar kalsium yang diserap tubuh. Penggunaan kalsium bersama dengan lisin dapat meningkatkan kadar kalsium dalam tubuh. Hindari mengonsumsi kalsium dan lisin dalam jumlah besar secara bersamaan.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter Anda, jika Anda mengalami:

  • Sesak napas.
  • Sedikit atau tidak dapat buang air kecil.
  • Pembengkakan pada wajah, bibir, lidah atau bagian tubuh lainnya.
  • Mengi atau kesulitan bernapas.
  • Ruam atau gatal-gatal pada kulit.
  • Penyakit kuning (menguningnya kulit atau mata).

Mega We Care. https://www.megawecare.co.id/produk/kesehatan-anak-2/kiddz-vita-chewz/
Diakses pada 9 November 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-964/vitamin-a
Diakses pada 9 November 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-965/thiamine-vitamin-b1
Diakses pada 9 November 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-957/riboflavin
Diakses pada 9 November 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-6926/niacinamide-oral/details
Diakses pada 9 November 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-5427/pyridoxine-vitamin-b6-oral/details
Diakses pada 9 November 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-1010/cyanocobalamin-vitamin-b-12-oral/details
Diakses pada 9 November 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-10175/vitamin-d3-oral/details
Diakses pada 9 November 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-237/lysine
Diakses pada 9 November 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-1001/vitamin-c-ascorbic-acid
Diakses pada 9 November 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-1017/folic-acid
Diakses pada 9 November 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email