Mefurosan Krim 10 g

16 Agu 2020| Ajeng Prahasta

Deskripsi obat

Mefurosan krim adalah obat untuk mengatasi gejala peradangan dan gatal pada kulit seperti eksim dan psoriasis. Dapatkan informasi obat lengkap di SehatQ. Krim ini termasuk dalam golongan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Mefurosan krim mengandung zat aktif mometason furoat.

Mefurosan Krim 10 g
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaMometason furoat.
Kelas terapiAntialergi dan antiinflamasi.
Klasifikasi obatKortikosteroid topikal.
Kemasan1 box isi 1 tube @ 10 g
ProdusenSanbe Farma.

Informasi zat aktif

Mometason atau obat kortikosteroid bekerja menekan pembentukan, pelepasan dan aktivitas mediator kimiawi inflamasi endogen (misalnya kinin, histamin, enzim liposom dan prostaglandin) untuk mengurangi pembengkakan, kemerahan, dan gatal. Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, mometason diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diabsorpsi sebanyak 1%.
  • Distribusi: Volumi distribusi adalah 152 L dan ikatan protein plasma 98-99%.
  • Metabolisme: Menjalani metabolisme di hati oleh isoenzim CYP3A4.
  • Ekskresi: Diekskresi melalui feses dan urin. Waktu paruh eliminasi terminal sekitar 5 jam.

Indikasi (manfaat) obat

Mengatasi berbagai kondisi kulit seperti:

  • Ruam merah dan bersisik pada kulit yang disebabkan karena terjadi peradangan kulit (eksim).
  • Peradangan pada kulit yang ditandai dengan ruam merah, kulit kering, tebal, bersisik, dan mudah terkelupas (psoriasis).
  • Peradangan pada kulit yang menyebabkan gatal, dan ruam pada kulit (dermatitis atopik).
  • Alergi dan ruam pada kulit.
  • Meredakan pembengkakan, gatal, dan kemerahan pada kulit.

Mometason furoat dapat menginduksi protein penghambat fosfolipase A2, yang dalam jumlah banyak disebut lipokortin, dimana protein ini mampu mengendalikan dan mengurangi biosintesis mediator peradangan seperti prostaglandin dan leukotrien dengan menghambat pelepasan prekusor asam arakidonat.

Komposisi obat

Tiap 1 g: mometason furoat 1 mg.

 

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa dan anak-anak 2 tahun ke atas: Gunakan sebanyak 1 kali/hari.

Aturan pakai obat

Oleskan secara tipis-tipis dan merata pada bagian kulit yang terinfeksi.

  • Cuci dan keringkan tangan sebelum menggunakan krim.
  • Bersihkan dan keringkan bagian yang terinfeksi.
  • Oleskan tipis-tipis pada bagian kulit yang infeksi.
  • Gosok dengan lembut.
  • Jangan menutupi bagian yang diokesjan dengan perban atau pembalit.
  • Jangan mencuci atau membilas bagian yang telah dioleskan krim.
  • Gunakan krim secara teratur.

Efek samping obat

  • Rasa terbakar pada kulit.
  • Atropi kulit.
  • Rasa tersengat pada kulit.
  • Iritasi kulit.
  • Kulit kering.
  • Peradangan yang terjadi pada folikel rambut atau tempat rambut tumbuh yang biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri (folikulitis).
  • Pertumbuhan bulu atau rambut berlebih di bagian tubuh tertentu (hipertrikosis).
  • Kelainan kulit yang menyerupai jerawat (erupsi akneiform).
  • Kondisi kulit di mana beberapa bagian berwarna lebih terang dibandingkan area sekitarnya hipopigmentasi).
  • Peradangan pada kulit yang terjadi di sekitar mulut (dermatitis perioral).
  • Infeksi pada kulit yang muncul bersamaan dengan infeksi kulit yang sebelumnya sudah ada (infeksi sekunder).
  • Stretch marks (striae).
  • Biang keringat (miliaria).

Perhatian Khusus

  • Supresi poros hipotalamus-ptuitari-adrenal yang reversibel.
  • Area kulit yang diobati tidak boleh diperban atau ditutupi pembalut.
  • Hindari penggunaan krim ini pada wajah, ketiak, atau lipatan paha.
  • Hindari kontak dengan mata, hidung, dan mulut.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan mefurosan krim pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen krim ini.
  • Pasien dengan gangguan kulit wajah yang ditandai dengan kulit kemerahan dan bintik yang menyerupai jerawat (rosasea pada wajah).
  • Pengobatan jerawat (akne vulgaris).
  • Penyakit kulit yang menyebabkan munculnya ruam kemerahan berupa bintik kecil pada kulit di sekitar mulut (dermatitis perioral).
  • Pasien yang mengalami rasa atau sensasi gatal di lubang anus atau dubur (pruritus perianal dan genital).
  • Erupsi yang disebabkan karena popok.
  • Infeksi kulit menular yang disebabkan oleh bakteri (impetigo).
  • Infeksi virus pada sekitar mulut dan cacar (herpes simpleks dan herpes zoster).
  • Infeksi kulit yang disebabkan jamur (infeksi kandida atau dermatofita).
  • Infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis (tuberkulosis kulit).
  • Penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri (sifilis).
  • Reaksi setelah vaksinasi.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal menggunakan krim sebelumnya, segera oleskan krim sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya oleskan krim sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan menggunakan total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Jika mengalami ruam pada kulit, kemerahan, pembengkakan, dan timbul gejala infeksi yang terjadi pada tempat yang dioleskan mefurosan krim, hentikan penggunaan krim ini dan segera konsultasikan ke profesional kesehatan Anda.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/mefurosan?type=brief&lang=id
Diakses pada 22 Juli 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-5904/mometasone-topical/details
Diakses pada 22 Juli 2020

RxList. https://www.rxlist.com/elocon-drug.htm#description
Diakses pada 22 Juli 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

5 Pengawet Makanan Buatan yang Aman Dikonsumsi Menurut BPOM

Menambahkan pengawet dapat memperpanjang umur simpan makanan. Namun, bijaklah saat memilih bahan pengawet untuk makanan Anda.
10 Feb 2020|Rieke Saraswati
Baca selengkapnya
5 Pengawet Makanan Buatan yang Aman Dikonsumsi Menurut BPOM

Viral Bayi Terkena Dermatitis Atopik, Benarkah Penyakit Ini Menular?

Baru-baru ini ada kisah viral yaitu bayi yang mengalami eksim akibat disentuh oleh orang banyak. Kondisi ini sering dialami pada bayi dan anak-anak, yang disebut dengan eksim atopik atau dermatitis atopik. Dermatitis atopik atau eksim atopik adalah penyakit kulit yang umum terjadi pada bayi dan anak-anak.
17 May 2019|Giovanni Jessica
Baca selengkapnya
Viral Bayi Terkena Dermatitis Atopik, Benarkah Penyakit Ini Menular?

Cara Mengatasi Flu Singapura pada Anak dari Rumah

Cara mengatasi flu singapura pada anak bisa dilakukan dari rumah. Orangtua harus memastikan anak dirawat sebaik mungkin agar tidak menulari orang disekitarnya.
16 Oct 2019|Armita Rahardini
Baca selengkapnya
Cara Mengatasi Flu Singapura pada Anak dari Rumah