Meftal Forte Tablet

08 Jan 2020| Ajeng Prahasta

Deskripsi obat

Meftal Forte tablet adalah obat untuk meringankan rasa nyeri seperti sakit kepala dan sakit gigi. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Meftal Forte tablet mengandung zat aktif parasetamol dan asam mefenamat.

Meftal Forte Tablet
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaAsam mefenamat dan parasetamol.
Kelas terapiAntiinflamasi, analgesik, dan antipiretik.
Klasifikasi obatNon-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAID).
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 tablet
ProdusenBlue Cross Laboratories

Informasi zat aktif

Asam Mefenamat merupakan turunan asam antranilik termasuk dalam golongan NSAID. Obat ini mampu menghambat enzim ppenyebab peradangan secara sementara yaiut siklooksigenase-1 dan -2 (COX-1 dan -2), sehingga menghasilkan tingkat sintesis prostaglandin yang berkurang. Obat ini menunjukkan sifat analgesik, antiinflamasi, dan antipiretik.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, asam mefenamat diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat di saluran pencernaan. Waktu puncak konsentrasi plasma adalah 2-4 jam.
  • Distribusi: Melewati ASI. Ikatan protein plasma adalah 90% ke atas untuk albumin.
  • Metabolisme: Metabolisme di hati dari CYP29C9 isoenzim ke 3-hidroksimetil asam mefenamat, yang dapat dioksidasi menjadi 3-asam karboksimefenamat.
  • Ekskresi: Melalui urin. elalui urin (sekitar 52%; 6% sebagai glukuronida, 25% sebagai asam 3-hidroksimefenamat, 21% sebagai asam 3-karboksimefenamat), feses (hingga 20%, terutama sebagai asam 3-karboksimfenamat). Waaktu paruh eliminasi sekitar 2 jam.

Indikasi (manfaat) obat

Parasetamol bekerja dengan mengurangi produksi prostaglandin atau zat penyebab peradangan, penurunan prostaglandin dalam tubuh akan mengurangi gejela peradangan seperti demam dan nyeri.

Asam mefenamat mengikat reseptor prostaglandin sintetase COX-1 dan COX-2, menghambat kerja sintetase prostaglandin. Reseptor yang berperan sebagai mediator utama terjadinya peradangan, sehingga gejala peradangan seperti demam dan nyeri akan berkurang. Obat ini mampu meringankan rasa nyeri seperti sakit gigi, sakit kepala, nyeri otot, dan mengatasi peradangan. Meringankan rasa nyeri, seperti:

  • Sakit kepala.
  • Sakit gigi.
  • Sakit kepala sebelah (migrain).
  • Peradangan pada sendi (osteoarthritis).
  • Cedera saat olahraga dan nyeri pada punggung.
  • Peradangan sendi akibat sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringannya sendiri (rheumatoid arthritis).
  • Menurunkan demam.

Komposisi obat

 

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa: 1 tablet sebanyak 3 kali/hari.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Efek samping obat


    Gangguan pada saluran pencernaan:
  • Nyeri pada perut.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
  • Diare.
  • Pendarahan pada saluran cerna.
  • Luka pada dinding lambung.
  • Sensasi rasa panas dan seperti terbakar pada dada (heartburn).
  • Mual.
  • Muntah darah.
  • Demam.
  • Infeksi.

  • Gangguan pada jantung:
  • Gagal jantung.
  • Peningkatan tekanan darah menjadi di atas normal (hipertensi).
  • Jantung berdetak cepat.
  • Pingsan.

  • Gangguan pada hati:
  • Peradangan pada hati.
  • Perubahan pada warna kulit atau sklera mata menjadi kekuningan (jaundice).

  • Gangguan pada darah:
  • Penurunan sel darah putih.
  • Feses berdarah.
  • Pendarahan pada rektal.
  • Perubahan berat badan.

  • Gangguan pada sistem saraf pusat:
  • Kelelahan.
  • Kebingungan.
  • Depresi.
  • Pusing.
  • Sakit kepala.
  • Gangguan gerakan gemetar yang tidak terkendali (tremor).

  • Gangguan pada saluran pernapasan:
  • Asma.
  • Kesulitan bernafas.
  • Kerontokan rambut.
  • Gatal pada kulit.
  • Keringat berlebih.
  • Penglihatan kabur.
  • Telinga berdering.
  • Peradangan pada kandung kemih.
  • Timbul rasa sakit ketika berkemih.
  • Gagal ginjal.

Perhatian Khusus

  • Dapat mengganggu kemampuan berkendara atau menjalankan mesin.
  • Pasien penderita luka pada dinding lambung (tukak lambung).
  • Lakukan pemantauan fungsi ginjal, sel darah, dan tekanan darah secara berkala.
  • Hindari mengonsumsi obat ini dengan aspirin.
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pasien penderita kelainan darah, perdarahan, atau pasien yang mengalami gangguan pembekuan darah.
  • Pasien penderita penyakit jantung.
  • Pasien yang mengalami dehidrasi.
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol.
  • Pasien lanjut usia.
  • Anak-anak.

Kategori kehamilan

Pada trimester pertama dan kedua: Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan meftal forte pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Pada trimester ketiga: Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia. Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di mana obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien yang mengalami luka pada saluran pencernaan.
  • Pasien penderita asma.
  • Pasien yang mengalami peradangan pada usus besar (gastritis).
  • Pasien penderita peradangan pada saluran pencernaan.
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal yang berat.
  • Wanita hamil pada trimester terakhir.
  • Pasien penderita luka pada dinding lambung (tukak lambung) dan usus 12 jari (ulkus duodenum).

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

    • Furosemid dan hidroklortiazid.
      Penggunaan bersama asam mefenamat dapat menurunkan efek pengeluaran air seni pada obat diuretik.
    • Siklosporin dan takrolimus.
      Dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan fungsi pada ginjal (nefrotoksisitas).
    • Digoksin dan metotreksat.
      Penggunaan bersama asam mefenamat dapat meningkatkan serum digoksin dan metotreksat.
    • ACE inhibitor, antagonis angiotensin II, dan beta bloker.
      Dapat mengurangi efek penurunan tekanan darah pada obat tekanan darah tinggi (antihipertensi).
    • Obat antiinflamasi nonsteroid lain atau salisilat seperti aspirin, obat penghambat proses pembekuan darah (antikoagulan) seperti warfarin.
      Penggunaan bersama asam mefenamat dapat meningkatkan risiko efek samping yaitu terjadinya perdarahan.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.

Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.

  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.

Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.

  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.

Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.

  • Sering lupa mengonsumsi obat.

Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan dan hubungi dokter jika Anda mengalami mudah memar atau berdarah, tanda-tanda infeksi misalnya demam, sakit tenggorokan yang terus-menerus, leher kaku yang tidak dapat dijelaskan, perubahan jumlah dan warna urine.

Mediindia. https://www.medindia.net/drug-price/mefenamic-acid/meftal-forte-500mg-325mg.htm Diakses pada 20 Juli 2020 Medscape. https://reference.medscape.com/drug/mefenamic-acid-343294#0 Diakses pada 20 Juli 2020 Pionas. http://pionas.pom.go.id/monografi/asam-mefenamat Diakses pada 20 Juli 2020 MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/mefenamic%20acid Diakses pada 20 Juli 2020 MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/paracetamol%20+%20metoclopramide Diakses pada 20 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

4 Cara Menyembuhkan Migrain Kronis Melalui Tindakan Medis

Cara menyembuhkan migrain tidak cukup hanya dengan konsumsi obat pereda sakit kepala. Pada kasus tertentu, migrain yang sudah tergolong kronis hanya dapat disembuhkan cara menghentikan aliran listrik ke pusat saraf nyeri melalui beberapa prosedur medis tertentu.Baca selengkapnya
4 Cara Menyembuhkan Migrain Kronis Melalui Tindakan Medis

Kenali Faktor-faktor Penyebab Migrain yang Perlu Anda Ketahui

Migrain cenderung tidak terlalu serius, tetapi cukup mengganggu aktivitas. Penyebab migrain biasanya berupa terlalu lama di depan komputer, mengonsumsi makanan dan minuman yang menjadi pemicu, suasana yang bising, hingga stres.
27 Feb 2019|Maria Yuniar
Baca selengkapnya
Kenali Faktor-faktor Penyebab Migrain yang Perlu Anda Ketahui

Cara Mengatasi Gigi Berlubang yang Tepat Menurut Dokter Gigi

Cara mengatasi gigi berlubang bisa berbeda tergantung dari tingkat keparahannya. Pada gigi yang lubangnya masih kecil, maka pemberian fluoride dan penambalan gigi masih bisa dilakukan. Jika lubangnya sudah terlalu besar, maka penambalan biasanya akan sulit dilakukan dan perlu perawatan saluran akar atau pencabutan.
15 Apr 2019|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Cara Mengatasi Gigi Berlubang yang Tepat Menurut Dokter Gigi