Medixon tablet 4 mg obat yang digunakan untuk mengobati sklerosis multiple
Medixon tablet 4 mg obat yang digunakan untuk mengobati sklerosis multiple
Medixon tablet 4 mg obat yang digunakan untuk mengobati sklerosis multiple
Medixon tablet 4 mg obat yang digunakan untuk mengobati sklerosis multiple
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 36.675/strip (4 mg) per November 2019
Kemasan 1 box isi 10 strip @ 10 tablet (4 mg)
Produsen Ferron Par Pharmaceuticals

Medixon adalah obat yang digunakan untuk mengatasi penyakit kolagen, alergi, peradangan pada kulit dan saluran pernafasan, penyakit hematologik. Obat ini merupakan golongan obat keras yang membutuhkan resep dokter. Medixon mengandung methylprednisolone sebagai zat aktifnya.

  • Abnormalitas fungsi adrenokortikal.
  • Kumpulan penyakit jaringan ikat yang disebabkan oleh kelainan kolagen (penyakit kolagen).
  • Keadaan alergi.
  • Peradangan pada kulit.
  • Peradangan pada saluran pernapasan tertentu.
  • Penyakit hematologik.
  • Hiperkalsemia sehubungan dengan kanker.

Methyprednisolone 4 mg

  • Dewasa:
    • Dosis awal: 4-48 mg/hari, dosis tunggal atau terbagi.
    • Gangguan saraf pada otak, mata, dan tulang belakang (sklerosis multipel): 160 mg/hari selama 1 minggu, kemudian 64 mg/2 hari selama bulan.
  • Anak-anak:
    • Insufisiensi adrenokortikal: 0,117 mg/kg BB atau 3,33 mg/m2 luas permukaan tubuh/hari dalam dosis terbagi 3
    • Indikasi lain: 0,417-1,67 mg/kg BB atau 12,5-50 mg/m2 luas permukaan tubuh/hari dosis terbagi 3-4

Dikonsumsi bersama dengan makanan.

  • Pasien penderita infeksi jamur sistemik.
  • Pasien yang hipersensitif.
  • Pasien penderita luka pada bagian saluran pencernaan yang disebut duodenum, yaitu bagian atas usus halus (ulkus duodenum).
  • Pasien penderita kerusakan pada lapisan mukosa, submukosa sampai lapisan otot saluran cerna yang disebabkan oleh aktivitas pepsin dan asam lambung yang berlebihan (peptikum).
  • Pasien penderita kondisi saat kualitas kepadatan tulang menurun (osteoporosis) berat.
  • Penderita dengan riwayat penyakit jiwa.
  • Pasien penderita penyakit kulit yang timbul akibat serangan virus HSV (herpes)
  • Pasien yang sedang diimunisasi.
  • Wanita hamil.
  • Ibu menyusui.
  • Bayi.
  • Anak-anak.
  • Pasien penderita penyakit menular seks (ocular herpes simplex)
  • Pemakaian jangka panjang dapat menurunkan daya tahan tubuh terhadap penyakit infeksi.
  • Antiinflamasi non-steroid.
  • Antirematik.

Sesuai kemasan per November 2019.

Artikel Terkait