Medixon Tablet 16 mg

12 Nov 2019| Lenny Tan
Golongan
Obat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HET
Rp 55.025/strip per November 2019
Kemasan
1 box isi 5 strip @ 6 tablet (16 mg)
Produsen
Dexa Medica

Medixon tablet adalah obat yang digunakan untuk mengatasi peradangan seperti peradangan pada sendi. Obat ini merupakan obat keras yang memerlukan resep dokter. Medixon tablet menganduk zat aktif metilprednisolon.

  • Pengobatan peradangan (antiinflamasi), radang sendi (artritis), dan alergi.

Metilprednisolon bekerja dengan cara mengurangi respon sistem kekebalan tubuh terhadap berbagai penyakit sehingga dapat mengurangi gejala pembengkakan, rasa sakit, dan reaksi alergi.

Metilprednisolon 16 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dosis awal: 4-48 mg/hari.

  • Multipel sklerosis: 160 mg/hari untuk beberapa minggu, dilanjutkan dengan 64 mg/hari selama 1 bulan.
Dikonsumsi bersama makakan.
  • Mudah berkeringat.
    Penggunaan metilprednisolon dapat menyebabkan naiknya kadar gula darah yang akan memperburuk penderita diabetes sehingga konsultasikan kepada dokter jika mengalami gejala kadar gula darah yang tinggi seperti mudah merasa haus dan meningkatnya kecenderungan ingin buang air kecil. Metilprednisolon juga dapat menurunkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi yang menyerang dan akan memperparah infeksi sehingga konsultasikan kepada dokter jika memiliki gejala infeksi seperti demam, menggigil, sakit tenggorokan terus menerus, batuk.
  • Perubahan nafsu makan.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Rasa terbakar pada dada.
  • Sakit kepala.
  • Pusing.
  • Gangguan tidur.
  • Pasien penderita penyakit saraf yang dapat menyebabkan kelumpuhan permanen (poliomielitis).
  • Pasien penderita infeksi parasit di dalam usus besar (amubiasis).
  • Pasien penderita glaukoma sudut sempit atau sudut terbuka.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien penderita infeksi jamur sistemik.
  • Pasien penderita luka pada dinding lambung (tukak lambung).
  • Pengeroposan tulang (osteoporosis).
  • Gangguan psikiatrik.
  • Pasien penderita infeksi virus.
  • Pasien dengan riwayat pembedahan anatomosis intestinal, peradangan divertikula yang terdapat pada saluran pencernaan (divertikulitis), luka pada dinding lambung (tukak peptik) aktif atau laten, gangguan ginjal (insufisiensi ginjal), tekanan darah tinggi (hipertensi), pengeroposan tulang (osteoporosis), dan kelemahan otot (miastenia gravis).
  • Pasien penderita peradangan pada usus besar (kolon) dan bagian akhir usus besar yang tersambung ke anus (kolitis ulseratif non spesifik).
  • Pasien dengan kondisi ketika tubuh hanya menghasilkan sedikit hormon tiroid (hipotiroid).
  • Penggunaan jangka panjang.
  • Anak-anak.
  • Bayi.
  • Penggunaan bersama dengan asam asetilsalisilat.
  • Rusaknya organ hati akibat terbentuknya jaringan parut (sirosis).
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Aldesleukin, mifepriston, klopidogrel, warfarin, ibuprofen, celecoxib, aspirin, dan salisilat.
    Penggunaan bersama metilprednisolon dapat menyebabkan pendarahan atau timbul memar.
  • Ketokonazol, boseprevir, siklosporin, eritromisin, rifamisin, fenitoin, fenobarbital, dan telaprevir.
    Penggunaan bersama metilprednisolon dapat menyebabkan terganggunya kerja metilprednisolon.

Sesuai kemasan per November 2019

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-6470/methylprednisolone-oral/details
Diakses pada 14 Agustus 2020

Drugs. https://www.drugs.com/international/methylprednisolone.html
Diakses pada 14 Agustus 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

5 Gejala Anemia Sel Sabit pada Bayi, Orangtua Wajib Tahu

Anemia bulan sabit adalah penyakit genetik, yang bisa terdeteksi sejak penderita masih bayi. Orangtua wajib memperhatikan gejala anemia pada bayi seperti krisis nyeri, penyakit kuning, hingga penyumbatan pembuluh darah, terutama saat bayi mulai menginjak usia lima bulan.
28 Aug 2019|Asni Harismi
Baca selengkapnya
5 Gejala Anemia Sel Sabit pada Bayi, Orangtua Wajib Tahu

Jenis-jenis Alergi Protein Ini Perlu Anda Waspadai

Alergi protein terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi secara berlebihan terhadap protein dalam makanan yang dikonsumsi. Ada berbagai jenis alergi protein yang bisa terjadi. Apa saja?
25 Aug 2020|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Jenis-jenis Alergi Protein Ini Perlu Anda Waspadai

Waspada Jantung Berdebar dengan Cepat, Satu Tanda Penyakit Serius!

Jantung berdebar adalah kondisi jantung berdetak sangat cepat dan berdegup sangat kencang dan dapat dirasakan di dada, tenggorokan, atau leher. Penyebab jantung berdebar bisa tandakan adanya beberapa penyakit seperti anemia hingga jantung koroner.
20 May 2019|dr. M. Helmi A.
Baca selengkapnya
Waspada Jantung Berdebar dengan Cepat, Satu Tanda Penyakit Serius!