Medixon tablet 16 mg untuk mengobati kelainan endokrin, reumatik, penyakit kolagen, kulit, pernafasan dan kelainan darah.
Medixon tablet 16 mg untuk mengobati kelainan endokrin, reumatik, penyakit kolagen, kulit, pernafasan dan kelainan darah.
Medixon tablet 16 mg untuk mengobati kelainan endokrin, reumatik, penyakit kolagen, kulit, pernafasan dan kelainan darah.
Medixon tablet 16 mg untuk mengobati kelainan endokrin, reumatik, penyakit kolagen, kulit, pernafasan dan kelainan darah.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
Kemasan 1 box isi 5 strip @ 6 tablet
Produsen Dexa Medica

Medixon adalah obat yang digunakan untuk mengatasi penyakit kolagen, alergi, peradangan pada kulit dan saluran pernafasan, penyakit hematologik. Obat ini merupakan golongan obat keras yang membutuhkan resep dokter. Medixon mengandung methylprednisolone sebagai zat aktifnya.

Methylprednisolone 16 mg

  • Dewasa:
    • Dosis awal: 4-48 mg/hari, dosis tunggal atau terbagi tergantung keadaan penyakit.
    • Penyakit sklerosis multipel: 160 mg/hari selama 1 minggu, kemudian 64 mg/2 hari dalam 1 bulan.

  • Anak-anak:
    • Insufisiensi adrenokortikal: 0,117 mg/kg BB/m2 permukaan tubuh/hari dalam dosis terbagi 3.
    • Indikasi lain: 0,417-1,67 mg/kg BB/hari dosis terbagi 3-4.

Dikonsumsi dengan makanan.

  • Gangguan elektrolit dan cairan tubuh.
  • Kelemahan otot.
  • Resistensi terhadap infeksi menurun.
  • Gangguan penyembuhan luka.
  • Meningkatnya tekanan darah.
  • Katarak.
  • Gangguan pertumbuhan pada anak-anak.
  • Insufisiensi adrenal.
  • Cushing syndrome.
  • Kondisi saat kualitas kepadatan tulang menurun (osteoporosis).
  • Luka yang muncul pada dinding lambung akibat terkikisnya lapisan dinding lambung (tukak lambung).
  • Pasien penderita infeksi jamur sistemik.
  • Pasien yang hipersensitif.
  • Pasien penderita luka pada bagian saluran pencernaan yang disebut duodenum, yaitu bagian atas usus halus (ulkus duodenum).
  • Pasien penderita kerusakan pada lapisan mukosa, submukosa sampai lapisan otot saluran cerna yang disebabkan oleh aktivitas pepsin dan asam lambung yang berlebihan (peptikum).
  • Pasien penderita kondisi saat kualitas kepadatan tulang menurun (osteoporosis) berat.
  • Penderita dengan riwayat penyakit jiwa.
  • Pasien penderita penyakit kulit yang timbul akibat serangan virus HSV (herpes)
  • Pasien yang sedang diimunisasi.
  • Wanita hamil.
  • Ibu menyusui.
  • Bayi.
  • Anak-anak.
  • Pasien yang menerima terapi kortikosteroid.
  • Antiinflamasi non-steroid.
  • Antirematik.
  • Antidiabetik.

Sesuai kemasan per November 2019.

Artikel Terkait