Cari berdasarkan abjad
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Medixon injeksi 125 mg

Ditulis oleh Aby Rachman
Golongan Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 124700/box (1 vial) per September 2019
Kemasan 1 kotak isi 1 vial @ 125 mg
Produsen Bernofarm

Deskripsi

Medixon injeksi adalah obat yang digunakan untuk mengobati arthritis, gangguan darah, penyakit kulit, penyakit mata, gangguan sistem kekebalan tubuh, kanker jenis tertentu, dan asma. Medixon injeksi merupakan obat keras yang mengandung zat aktif methylprednisolone.

Indikasi (manfaat)

  • Abnormalitas fungsi adrenokortikal: Pengobatan insufisiensi adrenokortikal akut dan primer dan pengobatan insufisiensi adrenokortikal sekunder.
  • Gangguan alergi: Reaksi alergi karena obat, reaksi anafilatik, angioderma, laringeal edema akut non infeksi, rinitis alergi parennial, reaksi transfusi utikaria.
  • Gangguan kolagen: Carditis rheumatik, dermatimiositis sistemik, glukakortikoid, lupus eritematosus sistemik, ariteritis giant-cell, penyakit jaringan ikat campuran, poliarteritis nodosa, polikondritis kambuhan, polimialgia rheumatik, vaskulitis.
  • Gangguan pada kulit: Dermatitis, dermatitis herpetiformis bullous, dermatitis seboroik berat, eritema multiforma berat, mikosis fungoldes, phemphigus, phemphigoid
  • Gangguan pencernaan: Inflamasi pada usus besar, celiac berat.
  • Gangguan darah: Anemia hemolitik, anemia hipoplastik, anemia sel darah merah, trombositopenia sekunder, trombositopenia purpura.
  • Penyakit hati: Hepatitis alkoholik, hepatitis kronis aktif, hepatitis non alkoholik pada wanita.
  • Hipetkalemia yang berhubungan dengan neoplasma.
  • Inflamasi non rheumatik: Epikondilitis, bursitis akut atau sub akut.
  • Penyakit neoplastik (pengobatan tambahan): Leukimia, limfoma, kanker payudara, kanker prostat, demam yang disebabkan kanker ganas, mieloma ganda.
  • Sindroma nefrotik.
  • Penyakit neurologik seperti meningitis tuberkulosa (pengobatan tambahan).
  • luka pada tulang belakang.
  • Gangguan pada mata: Karioretinitis, karioretinitis pasterior difusi, konjungtivis alergi, herpes zoster, neuritis optik.
  • Polip nasal.
  • Gangguan pernapasan: Arthritis psoriasis, arthritis reumatoid.
  • Pengobatan shock akibat insufisiensi adrenokaortikal.
  • Pengobatan tirolditis non supuratif.
  • Pencegahan dan pengobatan penolakan pencangkokan organ.
  • Pengobatan trikinosis.

Komposisi

Methylprednisolone sodium succinate setara dengan methylprednisolone 125 mg.

Dosis

Dewasa:

  • Dosis tinggi: intravena 30 mg/kg BB/4-6 jam.
  • Eksarsebasi akut: intramaskular atau intravena 160 mg/hari.
  • Pengobatan tulang punggung akut: intravena 30 mg/kg BB diberikan selama 15 menit, diikuti dengan 45 menit infus, 5,4 mg/kg BB/jam selama 23 jam.
  • Pengobatan tambahan AIDS: intravena 30 mg 1 kali/hari.

Bayi dan Anak:

  • Insufisiensi Adrenokortikal: intramuskular 0,117 mg/kg BB.
  • Pengobatan luka tulang punggung akut: intravena 30 mg/kg BB.
  • Pengobatan tambahan AIDS: intravena 30 mg 1 kali/hari.

Cara penggunaan

Rekonstitusi serbuk dengan larutan injeksi lalu kocok hingga larut.

Peringatan

Efek samping

  • Insufisiensi adrenokortikal.
  • Efek muskuloselektal: Nyeri atau lemah otot, penyembuhan luka tertunda, dan astropi matriks protein tulang yang menyebabka osteoporosis , retak tulang belakang karena tekanan, nekrosis aseptik pangkal humeral atau femoral, atau retak patologi tulang belakang
  • Gangguan cairan dan elektrolit: Retensi sodium yang menimbulkan edema, kekurangan kalium, hipokalemik, alkalosis, hipertensi, serangan jantung kongestif.
  • Efek pada mata: Katarak subkapsular pasterior, peningkatan tekanan intra okular, glaukoma, eksoftalamus.
  • Efek endokrin: Menstruasi yang tidak teratur, timbulnya keadaan cushingoid, hambatan pertumbuhan pada anak, toleransi glukpsa menurun, hiperglikomia, bahaya diabetes melitus.
  • Efek pada saluran cerna: Mual, muntah, anoreksia yang berakibat turunnya berat badan, peningkatan selera makan yang berakibat naiknya berat badan, diare, pankreatitis, iritasi lambung.
  • Juga menimbulkan pendaran dan penyembuhan peptik ulcer yang tertunda
  • Efek sistem syaraf: Sakit kepala, vertigo, insomnia, peningkatan aktifitas motorik.
  • Efek dematologi: Aftropi kulit, jerawat, peningkatan keringat, alergi dermatitis, uritakaria, angiodema.
  • Efek samping lain: Penghentian pemakaian glukokartikoid secara tiba-tiba akan menimbulkan efek mual, muntah, kehilangan nafsu makan sakit kepala, nyeri sendi.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Infeksi jamur sistemik dan hipersensitif terhadap bahan obat
  • Bayi prematur
  • Pemberian angka lama pada penderita ulkus duodenum dan peptikum, osteoporosis berat, penderita dengan riwayat penyakit jiwa
  • Pasien yang sedang diimunisasi.

Perhatian

  • Dapat menyebabkan kerusakan fetus pada wanita hamil
  • Sebaiknya dihindari untuk dikonsumsi anak karena dapat meghambat pertumbuhan tulang
  • Dapat terjadi hipertensi untuk pasien lanjut usia
  • Dianjurkan pasien tidak divaksinasi terhadap smallpox
  • Tidak dianjurkan untuk pasien ocular herpes simplex
  • Pemakaian obat ini dapat menekan gejala-gejala klinik dari suatu penyakit infeksi
  • Pemakaian jangka panjang dapat menurunkan daya tahan tubuh terhadap penyaki infeksi

Interaksi (jangan diberikan bersamaan dengan)

Enzim penginduksi mikrosom hepatik, anti-inflamasi nonsteroidal, obat yang mengurangi kalium, diuretik yang mengurangi kadar kalium, bahan antikolinesterase, vaksin dan toksoid

Sesuai kemasan per September 2019.

Back to Top