Maxvita Calcium Tablet 600 mg

25 Nov 2020| Ajeng Prahasta
Maxvita Calcium tablet adalah suplemen untuk memelihara kesehatan tulang dan gigi.

Deskripsi obat

Maxvita Calcium tablet adalah suplemen untuk memelihara kesehatan tulang dan gigi. Suplemen ini mengandung zat aktif calcium dan vitamin D3.

Calcium dibutuhkan untuk memperoleh tulang dan gigi yang kuat, membantu merelaksasi saraf yang tegang, serta mencegah gangguan kesulitan tidur (insomnia). Selain itu, calcium juga berperan dalam proses pembekuan darah, kontraksi otot, memelihara selaput sel, serta membantu pelepasan zat gizi pada otak. Memenuhi kebutuhan kalsium juga dapat mengurangi risiko terjadinya pengeroposan tulang (osteoporosis).

Sementara, vitamin D membantu penyerapan kalsium dan menyimpan mineral ke dalam tulang. Maxvita Calcium tablet merupakan produk konsumen yang dapat dibeli bebas.

Maxvita Calcium Tablet 600 mg
Golongan ObatProduk konsumen. Produk yang dapat dibeli secara bebas.
Kandungan utamaCalcium dan vitamin D3.
Kelas terapiSuplemen dan terapi penunjang.
Klasifikasi obatSuplemen
Kemasan1 box isi 1 botol @ 30 tablet (600 mg)
ProdusenAmerikal

Informasi zat aktif

Kalsium fosfat digunakan untuk mencegah atau mengobati keseimbangan kalsium negatif. Tak hanya itu, kalsium fosfat juga berfungsi mencegah atau mengurangi laju pengeroposan tulang. Kalsium dalam garam kalsium membantu kinerja saraf dan otot, serta memungkinkan fungsi jantung normal.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, kalsium fosfat diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap sebagian besar dari usus kecil.
  • Distribusi: Melintasi plasenta dan didistribusikan ke dalam ASI.
  • Ekskresi: Kelebihan kalsium terutama diekskresikan melalui ginjal. Kalsium yang tidak terserap dibuang melalui feses, bersama dengan yang disekresikan di empedu dan jus pankreas.

Vitamin D3 adalah sterol yang larut dalam lemak dan mampu membantu pengaturan homeostasis kalsium dan fosfat, serta mineralisasi tulang.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin D3 diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik di saluran GI dengan adanya empedu.
  • Metabolisme: Di hati dan ginjal untuk membentuk metabolit aktif, 1,25-dihydrocolecalciferol.
  • Ekskresi: Vitamin D dan metabolit terutama diekskresikan di empedu dan feses.

Indikasi (manfaat) obat

  • Menjaga kesehatan tulang dan gigi.
  • Mengurangi risiko terjadinya pengeroposan tulang (osteoporosis).
  • Membantu memenuhi kebutuhan kalsium dan vitamin D.
  • Membantu proses pembekuan darah.
  • Memelihara kesehatan saraf dan otot.

Calcium merupakan mineral alami yang dapat ditemukan dalam makanan. Calcium juga dapat mengikat mineral lain (seperti fosfat) dan membantu pembuangannya dari tubuh. Mineral ini diperlukan untuk banyak fungsi normal tubuh, terutama pembentukan dan pemeliharaan tulang.
Vitamin D dan calcium digunakan untuk mengobati atau mencegah pengeroposan tulang (osteoporosis). Vitamin D dapat digunakan bersama obat lain untuk mengatasi kadar kalsium atau fosfat yang rendah akibat adanya gangguan tertentu.Vitamin D juga dapat digunakan pada pasien penderita penyakit ginjal untuk menjaga agar kadar kalsium tetap normal dan memungkinkan pertumbuhan tulang normal.

Komposisi obat

  • Calcium (sebagai kalsium fosfat) 600 mg.
  • Vitamin D3 200 IU.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dosis umum: 1 tablet/hari.
  • Wanita menopause atau pasien dengan risiko terkena osteoporosis: 2 tablet/hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi sesudah makan.

Efek samping obat

  • Muntah.
    Konsumsi banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang dari dalam tubuh dan mencegah dehidrasi. Kondisi dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urine, serta urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Hindari konsumsi makanan pedas.
  • Sakit perut.
    Istirahatkan tubuh Anda agar rileks. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi lebih sedikit dan lebih sering dapat membantu mengurangi efek samping ini. Anda juga bisa meletakkan bantalan atau botol air panas tertutup di perut Anda.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
    Konsumsi banyak makanan berserat tinggi, seperti buah, sayuran segar, serta sereal, dan minum banyak air. Cobalah untuk berolahraga, seperti berjalan kaki atau berlari. Jika ini tidak membantu segera hubungi dokter atau apoteker Anda.
  • Feses berwarna kehitaman.
  • Perut kembung.

Cara penyimpanan obat

Simpan di tempat sejuk dan kering. Tutup rapat kemasan dan jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Perhatian Khusus

  • Pasien yang mengalami gangguan penyerapan nutrisi dari makanan (malabsorbsi).
  • Pasien penderita gangguan pada hati.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.

Kategori kehamilan

Calcium.
Kategori A: Hasil penelitian menunjukkan obat cukup aman dan tidak menggangu perkembangan janin di trimester pertama maupun trimester selanjutnya.

Vitamin D3.
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan maxvita calcium tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaan pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien yang mengalami transfusi darah berulang.
  • Pasien penderita anemia yang bukan disebabkan kekurangan zat besi.
  • Pasien dengan kadar kalsium yang berlebihan (hiperkalsemia)

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Aspirin.
    Mengonsumsi kalsium bersama aspirin dapat menurunkan efektivitas aspirin.
  • Magnesium oksida.
    Mengonsumsi kolekalsiferol (vitamin D3) bersama magnesium oksida dapat menyebabkan peningkatan kadar magnesium darah, terutama pada pasien dengan penurunan fungsi ginjal. Gejala kadar magnesium tinggi mungkin termasuk mual, muntah, kemerahan, kantuk, pusing, kebingungan, kelemahan otot, refleks berkurang, tekanan darah rendah, detak jantung lambat, dan gangguan pernapasan.
  • Levotiroksin.
    Mengonsumsi kalsium bersama levotiroksin dapat menurunkan efek levotiroksin. Berikan jarak minimal selama 4 jam.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Tingginya kadar kalsium dalam darah yang ditandai dengan mual, muntah, sembelit, peningkatan rasa haus atau buang air kecil, kelemahan otot, nyeri tulang, kebingungan, kurang energi, atau merasa lelah.
  • Penurunan frekuensi buang air kecil atau tidak dapat mengeluarkan urine.
  • Penambahan berat badan yang cepat.

Sesuai kemasan per November 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/calcium%20phosphate?mtype=generic
Diakses pada 3 November 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-6152/cholecalciferol-vitamin-d3-oral/details
Diakses pada 3 November 2020

Uofmhealth. https://www.uofmhealth.org/health-library/d03129a1
Diakses pada 3 November 2020

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/cholecalciferol.html
Diakses pada 3 November 2020

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/calcium-phosphate-tribasic.html
Diakses pada 3 November 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email