Mannitol

15 Agu 2019| Lenny Tan
Mannitol adalah obat untuk menstimulasi produksi urine guna menjaga ginjal tetap bekerja dan mengeliminasi zat beracun

Mannitol merupakan obat untuk menstimulasi produksi urine pada penderita gangguan ginjal

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Infusan M20, Mannitol, Otsu-Manitol 20

Deskripsi obat

Mannitol merupakan obat yang digunakan untuk menstimulasi produksi urine pada orang yang menderita gangguan ginjal. Peningkatan produksi urine berguna untuk menjaga ginjal tetap bekerja dan mempercepat eliminasi zat beracun dalam tubuh. Obat ini juga dapat digunakan untuk mengurangi pembengkakan dan tekanan di dalam mata dan di otak.

Mannitol ()
Golongan

Diuretik

Kategori obat

Obat resep

Bentuk sediaan obat

Infus

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Dosis obat

Dosis diberikan oleh dokter berdasarkan kondisi medis dan mungkin bervariasi berdasarkan kondisi individu. Selama pengobatan, dokter akan melihat respons terhadap pengobatan dan melakukan penyesuaian dosis bila perlu.

Edema serebral, Penurunan tekanan intrakranial yang meningkat, Penurunan tekanan intraokular yang meningkat (pemberian secara intravena)

  • Dewasa: 0,25-2 g / kg dengan infus IV larutan 15-25% diberikan selama 30-60 menit.

Fase oligouri pada gagal ginjal (Intravena)

  • Dewasa: 50-100 g dalam periode 24 jam dengan infus IV larutan 5-25%. Sesuaikan laju pemberian untuk mempertahankan aliran urin minimal 30-50 mL / jam.
  • Anak: 0,25-2 g / kg.

Pemeriksaan fungsi ginjal (intravena)

  • Dewasa: 0,2 g / kg diinfuskan selama 3-5 menit.

Irigasi

Pada operasi pembedahan prostat (Transurethral Prostatic Resection)

Dewasa: Gunakan cairan 2,5-2% untuk irigasi saluran kemih.

Efek samping obat

Efek samping dapat terjadi pada pemakaian obat-obatan. Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat. Akan tetapi jika terjadi efek samping yang berlebihan, harus langsung mendapatkan penanganan  medis.

Efek samping yang dapat terjadi pada pemakaian obat mannitol meliputi ketidakseimbangan elektrolit, asidosis (jika dosis tinggi), gelisah, pusing, mual, muntah, sakit dada, ruam kulit, demam, kedinginan, haus, takikardia, tromboplebitis. Jika efek samping semakin memburuk, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Segera cari bantuan medis jika terjadi efek samping berikut:

Ada beberapa efek samping lain yang belum terdaftar. Jika anda mempunyai dampak lain ketika mengonsumsi mannitol, tanyakan kepada dokter yang merawat anda.

Perhatian Khusus

Beritahukan dokter anda mengenai riwayat penyakit anda sebelumnya, terutama bila anda memiliki riwayat kesehatan atau kondisi berikut:

  • Obstruksi saluran kemih.
  • Gangguan cairan dan elektrolit darah.
  • Sedang hamil atau menyusui.

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis yang meliputi:

Informasi lebih lengkap bisa dilihat pada kemasan.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi pada obat mungkin akan terjadi jika anda mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Jika ingin menggunakan obat secara bersamaan, harap konsultasi ke dokter anda. Dokter akan mengganti dosis obat tersebut jika memang harus digunakan secara bersamaan

Mengonsumsi obat mannitol dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi, seperti meningkatkan nefrotoksisitas dengan siklosporin.

Ditinjau oleh: dr. Irene, M.Gizi

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email