Maltofer Tablet Kunyah 375 mg digunakan untuk pengobatan pada defisiensi zat besi.
Maltofer Tablet Kunyah 375 mg digunakan untuk pengobatan pada defisiensi zat besi.
Maltofer Tablet Kunyah 375 mg digunakan untuk pengobatan pada defisiensi zat besi.
Maltofer Tablet Kunyah 375 mg digunakan untuk pengobatan pada defisiensi zat besi.
Golongan obat Hijau Obat bebas: Tidak memerlukan resep dokter.
Kemasan 1 box isi 5 strip @ 6 tablet (357 mg)
Produsen Combiphar

Maltofer Tablet Kunyah digunakan untuk pengobatan pada pasien yang kekurangan (defisiensi) zat besi. Obat ini merupakan obat bebas yang mengandung zat besi sebagai zat aktif.

Tiap 1 tablet:

  • Zat besi sebagai iron(III)-hydroxide polymaltose complex (IPC) 100 mg.
  • Siklamat.
  • Zat pengaroma.
  • Zat tambahan.

Dosis dan lamanya terapi, bergantung pada tingkat defisiensi zat besi.

  • Anak-anak 12 tahun ke atas, dewasa dan ibu menyusui: 
    • Gejala defisiensi zat besi: 1 tablet sebanyak 1-3 kali/hari selama 3-5 bulan sampai diperoleh angka haeomoglobin normal. Selanjutnya terapi diteruskan selama beberapa minggu dengan 1 tablet/hari untuk melengkapi cadangan zat besi.
    • Defisiensi zat besi laten: 1 tablet/hari.
  • Wanita hamil: 
    • Gejala defisiensi zat besi: 1 tablet sebanyak 2-3 kali/hari sampai didapat angka haemoglobin normal. Selanjutnya terapi diteruskan dengan 1 tablet sebanyak 1 kali/hari setidaknya sampai akhir masa kehamilan.
    • Defisiensi zat besi laten dan pencegahan zat besi: 1 tablet sebanyak 1 kali/hari.
  • Dosis harian dapat dibagi dalam beberapa dosis atau dapat dimakan sekaligus.
  • Maltofer tablet dapat dikunyah atau ditelan langsung dan harus dimakan selama atau segera setelah makan.
  • Kelebihan zat besi (misal: kadar zat besi di dalam tubuh terlalu berlebihan (haemochromatosis), deposito zat besi dalam jaringan lokal yang tidak menyebabkan kerusakan jaringan (haemo-siderosis)).
  • Gangguan pada utilisasi zat besi (misal: lead anemia, sidero-achrestic anemia, kelainan darah yang diturunkan dari orang tua (talasemia)).
  • Anemia yang tidak disebabkan oleh defisiensi zat besi (misal: haemolytic anemia).
  • Hipersensitif terhadap salah satu komponen dalam obat.

Sesuai kemasan per Februari 2020.

Artikel Terkait