Magtral suspensi 120 ml

25 Sep 2019| Aby Rachman
Golongan
Obat bebas. Obat yang boleh dibeli secara bebas tanpa menggunakan resep dokter.
HET
Rp 49.280/botol (120 ml) per September 2019
Kemasan
1 box isi 1 botol @ 120 ml
Produsen
Otto Pharmaceutical Industries

Magtral suspensi adalah obat untuk mengurangi gejala-gejala yang berhubungan dengan kelebihan asam lambung. Obat ini merupakan golongan obat bebas yang tidak memerlukan resep dokter. Magtral suspensi mengandung zat aktif aluminium hidroksida, magnesium hidroksida, dan simetikon.
Aluminium hidroksida adalah obat untuk mengatasi maag, sakit perut, dan gangguan yang disebabkan akibat asam lambung. Obat ini bekerja dengan menurunkan kadar asam dalam lambung sehingga melindungi dinding lambung dari iritasi yang disebabkan asam lambung.
Magnesium hidroksida adalah obat yang digunakan untuk mengatasi kesulitan buang air besar (konstipasi), maag, dan sakit perut. Magnesium hidroksida berkerja dengan menetralkan asam lambung.
Simetikon adalah obat yang mampu meredakan gejala perut kembung yang disebabkan karena banyaknya gas pada saluran pencernaan, obat ini bekerja dengan mengeluarkan gas pada saluran pencernaan.

Meringankan gejala-gejala yang disebabkan kelebihan asam lambung, mengatasi peradangan pada lambung (gastritis), dan meringankan luka pada dinding lambung (tukak lambung), dan mengatasi luka pada dinding usus 12 jari (tukak duodenum) seperti:

Tiap 5 ml:

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa: 1-2 sendok takar 5 ml (5-10 ml) sebanyak 3-4 kali/hari
  • Anak-anak 6-12 tahun: ½-1 sendok takar 5 ml (2,5-5 ml) sebanyak 3-4 kali/hari

Dikonsumsi 1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan dan menjelang tidur.

  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
  • Mual.
  • Muntah.
  • Diare.
  • Percepatan detak jantung.
  • Otot melemah.
  • Tulang terasa nyeri.
  • Sesak napas.
  • Kram pada perut.
  • Pusing.
  • Peningkatan kadar magnesium dalam darah.
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Jika dikonsumsi bersama simetidin atau tetrasiklin, diberikan jarak 1-2 jam.
  • Pasien yang menjalani diet magnesium.
  • Pasien yang melakukan diet rendah fosfat.
  • Anak-anak.
  • Bayi.
  • Pasien penderita gangguan gagal ginjal.
  • Hindari penggunaan jangka panjang atau selama 2 minggu ke atas, karena dapat menyebabkan ketergantungan fungsi lambung.
  • Kategori kehamilan dan menyusui:
    Kategori A. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya risiko pada janin di trimester pertama maupun trimester selanjutnya.

Penggunaan obat ini bersama dengan asam folat, zat besi, tetrasiklin obat golongan penghambat H2, warfarin, dan kuinidin dapat mengganggu penyerapan obat tersebut.

Sesuai kemasan per September 2019

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-8802/magnesium-hydroxide-oral/details
Diakses pada 14 Juli 2020

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/aluminum-hydroxide.html
Diakses pada 14 Juli 2020

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/simethicone.html
Diakses pada 14 Juli 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Obat GERD di Apotek dan Alami Ini Bisa Jadi Pilihan Anda

Ada sejumlah obat GERD yang bisa Anda beli tanpa resep dokter di apotek. Obat-obatan tersebut meliputi antasida, H-2 receptor blocker, dan proton pump inhibitors (PPI). Selain itu, Anda juga bisa mengobati GERD melalui perubahan gaya hidup.
30 Sep 2020|Aby Rachman
Baca selengkapnya
Obat GERD di Apotek dan Alami Ini Bisa Jadi Pilihan Anda

Perut Bayi Buncit Memang Wajar, tapi Kapan Harus ke Dokter?

Perut bayi buncit dan tampak bulat sebenarnya wajar. Namun, perlu diperhatikan, sebenarnya, perut bayi besar adalah tanda penyakit....
27 Nov 2019|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Perut Bayi Buncit Memang Wajar, tapi Kapan Harus ke Dokter?

5 Cara Alami untuk Meredakan dan Mengobati Sindrom Dispepsia

Sindrom dispepsia adalah kumpulan gejala akibat gangguan di saluran pencernaan. Cara alami mengobati dispepsia dengan mengonsumsi makanan berbahan jahe, mint, jeruk nipis,kayu manis, dan cengkeh.Baca selengkapnya
5 Cara Alami untuk Meredakan dan Mengobati Sindrom Dispepsia