Lypanthyl Penta 145 Tablet 145 mg

27 Okt 2020| Dea Febriyani
Lypanthyl penta tablet untuk mengatasi hiperkolesterolemia dan hipertrigliseridemia.

Deskripsi obat

Lypanthyl penta tablet untuk mengatasi tingginya kadar trigliseria dalam darah (hipertrigliseridemia) dan tingginya kadar kolesterol (hiperkolesterolemia). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan reseo dokter. Lypanthyl penta tablet mengandung zat aktif fenofibrat.

Lypanthyl Penta 145 Tablet 145 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaFenofibrat.
Kelas terapiAntilipidemia.
Klasifikasi obatDerivat asam fibrat.
Kemasan1 box isi 3 strip @ 10 tablet
ProdusenAbbott Indonesia

Informasi zat aktif

Fenofibrat atau obat golongan fibrat adalah obat bekerja dengan mengaktifkan peroxisome proleferator-activated receptor alfa dan lipoprotein lipase untuk menurunkan konsentrasi trigliserida dan meningkatkan high-density lipoproteoin (HDL) sebagai kolesterol baik.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, fenofibrat diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diabsorpsi di saluran cerna (gastrointestinal).
  • Distribusi: Didistribusikan ke sebagian besar jaringan sekitar 99%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di dalam jaringan dan plasma untuk membentuk metabolit aktifnya kemudian mengalami inaktivasi di hati atau ginjal melalui proses glukoronidasi.
  • Ekskresi: Sekitar 60% dalam bentuk metabolit, dieliminasi melalui urin dan 25% melalui feses dan waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 20 jam.

Indikasi (manfaat) obat

Fenofibrat merupakan obat golongan fibrat untuk mengurangi kadar trigliserida yang tinggi dan meningkatkan kolesterol baik dalah tubuh (HDL) terutama pada pasien yang telah melakukan diet namun kadar trigliserida yang dimiliki tetap tinggi. Sehingga, konsumsi fenofibrat diharapkan dapat mengurangi risiko:

  • Penyakit kardiovaskular.
  • Penyakit pankrearitis.

Komposisi obat

Fenofibrat 145 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa: 1 tablet/hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Efek samping obat

  • Batu empedu (kolelitiasis).
  • Sumsum tulang tidak memproduksi granulosit (agranulositosis).
  • Jumlah trombosit rendah di bawah nilai normal (trombositopenia).
  • Alergi (hipersensitif).
  • Kelainan otot (miopati).
  • Kerusakan otot rangka (rabdomiolisis).
  • Radang pankreas (pankrearitis).
  • Gumpalan darah di pembuluh darah (tromboemboli vena).
  • Peningkatan kadar serum transminase.

Perhatian Khusus

  • Pasen dengan gangguan fungsi hati.
  • Pasien dengan gangguan pankreas.
  • Pasien dengan gangguan otot.
  • Pasien dengan gangguan ginjal.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan lypanthyl penta 145 tablet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien dengan gangguan hati.
  • Pasien dengan gangguan ginjal.
  • Pasien dengan gangguan empedu.
  • Pasien dengan gangguan pakreas akut atau kronik.
  • Anak-anak.
  • Wanita hamil dan ibu meyusui.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Obat antikoagulan.
    Penggunaan bersama finofibrat meningkatkan efek antikoagulan dan meningkatkan risiko pendarahan.
  • Siklosporin.
    Penggunaan bersama finofibrat menyebabkan gangguan fungsi ginjal.
  • Obat golongan penghambat HMG-CoA dan golongan fibrat lain.
    Penggunaan bersama fenofibrat menyebabkan gangguan pada otot yang cukup serius.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter Anda segera jika Anda memiliki efek samping yang serius dan gejalanya dapat meliputi:

  • Masalah hati yang gejalanya bisa meliputi menguningnya kulit atau bagian putih mata.
  • Reaksi alergi yang parah yang gejalanya bisa meliputi pembengkakan pada wajah, mata, bibir, lidah, tangan, lengan, kaki, pergelangan kaki, atau tungkai bawah.
  • Kesulitan bernapas atau menelan.
  • Kemerahan (ruam).
  • Kulit mengelupas atau melepuh,

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/lipanthyl-lipanthyl%20penta%20145-lipanthyl%20supra%20160?type=full
Diakses pada 23 Juli 2020

MIMS. https://www.mims.com/malaysia/drug/info/fenofibrate?mtype=generic
Diakses pada 23 Juli 2020

Pionas. http://pionas.pom.go.id/obat-baru/lipanthyl-penta-tablet-salut-selaput-145-mg/
Diakses pada 23 Juli 2020

Medline Plus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a601052.html
Diakses pada 23 Juli 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email