Lycalvit Sirup 60 ml

05 Jan 2021| Dea Febriyani
Lycalvit sirup adalah obat untuk mencegah kekurangan vitamin

Deskripsi obat

Lycalvit sirup adalah obat untuk mencegah kekurangan vitamin pada anak-anak, wanita hamil, dan ibu menyusui. Obat ini merupakan obat bebas yang tidak memerlukan resep dokter. Lycalvit sirup mengandung vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B6, vitamin B12, vitamin C, vitamin D, nicotinamide, kalsium pantotenat, calcium gluconate, lysine hydrochloride, dan calcium monohydrogen phosphate.
Kombinasi vitamin tersebut bermanfaat untuk mendukung pertumbuhan anak, seperti menjaga sistem kekebalan tubuh, kesehatan indra penglihatan, dan kesehatan tulang. Sementara, wanita hamil dan ibu menyusui juga membutuhkan multivitamin yang lengkap. Selain untuk menjaga sistem imun tubuh sang ibu, multivitamin juga diperlukan untuk menjaga kesehatan sang bayi.

Lycalvit Sirup 60 ml
Golongan ObatObat bebas. Obat yang boleh dibeli secara bebas tanpa menggunakan resep dokter.
Kandungan utamaVitamin A, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B6, vitamin B12, vitamin C, vitamin D, nicotinamide, kalsium pantotenat, calcium gluconate, lysine hydrochloride, dan calcium monohydrogen phosphate.
Kelas terapiSuplemen dan terapi penunjang.
Klasifikasi obatSuplemen
Kemasan1 box isi 1 botol @ 60 ml
ProdusenInterbat

Informasi zat aktif

Vitamin A dibutuhkan untuk kesehatan dan perbaikan kulit, penglihatan dalam cahaya redup atau di malam hari (night vision), serta pemeliharaan kesehatan selaput lendir, termasuk lambung dan paru-paru. Vitamin A juga merupakan antioksidan yang dapat mengurangi risiko kerusakan sel akibat radikal bebas.

  • Absorpsi: Penyerapan di saluran pencernaan bergantung pada keberadaan empedu dan ditingkatkan oleh lemak makanan.
  • Distribusi: Didistribusikan ke berbagai jaringan, seperti lemak, kelenjar adrenal dan ovarium.
  • Metabolisme: 20-60% dimetabolisme menjadi retinol di dinding usus, dan sejumlah kecil diubah menjadi vitamin A di hati.

Vitamin B1 atau tiamin penting dalam pemecahan karbohidrat dari makanan menjadi produk yang diperlukan tubuh. Vitamin B1 ditemukan dalam makanan, seperti sereal, biji-bijian, daging, dan kacang-kacangan, seperti kacang polong.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin B1 diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan setelah pemberian oral.
  • Distribusi: Tersebar luas di sebagian besar jaringan tubuh dan memasuki ASI.
  • Ekskresi: Dibuang melalui urine.

Vitamin B2 dibutuhkan untuk pemanfaatan energi dari makanan dan penting untuk menjaga pernapasan jaringan normal. Vitamin ini juga diperlukan untuk aktivasi vitamin B6 dan perubahan triptofan menjadi asam nikotinat, atau bentuk aktif dari vitamin B3.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin B2 diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Mudah diserap dari saluran cerna bagian atas.
  • Distribusi: Tersebar luas, termasuk eritrosit dan hati. Melintasi plasenta dan memasuki ASI.
  • Ekskresi: Sekitar 9% dibuang dalam urine.

Vitamin B6 diperlukan untuk mempertahankan fungsi gula, lemak, dan protein yang tepat dalam tubuh. Selain itu, vitamin ini juga diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan otak, saraf, kulit, dan banyak bagian tubuh lainnya. Vitamin B6 terjadi secara alami dalam makanan, seperti daging, unggas, kacang-kacangan, biji-bijian, pisang, dan alpukat.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin B6 diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan setelah pemberian oral.
  • Distribusi: Melintasi plasenta dan memasuki ASI.
  • Metabolisme: Diubah menjadi piridoksal fosfat dan piridoksamin fosfat, yang disimpan dan dimetabolisme terutama di hati.
  • Ekskresi: Dibuang melalui urine.

Nicotinamide adalah turunan vitamin B3 dan terlibat dalam beberapa jalur metabolisme seluler, yaitu penguraian senyawa atau komponen dalam sel hidup untuk diubah ke dalam bentuk lain seperti energi. Zat ini juga mampu mengurangi peradangan secara signifikan.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin B3 diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Mudah diserap dari saluran pencernaan. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) sekitar 20-70 menit.
  • Distribusi: Tersebar luas di jaringan tubuh dan memasuki ASI.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati menjadi turunan N-methylnicotinamide, 2-pyridone dan 4-pyridone dan asam nikotinuric.
  • Ekskresi: Melalui urine. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 45 menit.

Vitamin B12 diperlukan untuk fungsi dan perkembangan otak, saraf, sel darah, dan banyak bagian tubuh lainnya. Vitamin B12 dibutuhkan tubuh agar dapat bekerja dengan baik. Vitamin B12 dapat ditemukan dalam makanan, seperti daging, ikan, dan produk susu.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin B12 diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap melalui saluran pencernaan.
  • Distribusi: Di dalam darah, didistribusikan dan disimpan di hati dan sumsum tulang. Melintasi plasenta dan sejumlah kecil masuk ke dalam ASI.
  • Ekskresi: Melalui empedu dan melalui urine.

Kalsium pantotenat atau vitamin B5 dapat ditemukan pada tumbuhan dan jaringan hewan. Zat ini bersifat antioksidan, sehingga mampu melawan bahaya radikal bebas untuk tubuh. Vitamin B5 beperan penting untuk pertumbuhan dan berbagai fungsi metabolisme, termasuk metabolisme karbohidrat, protein, dan asam lemak. 

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin B5 diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Mudah diserap dari saluran pencernaan setelah pemberian oral.
  • Distribusi: Tersebar luas di jaringan tubuh dan ASI.
  • Ekskresi: Sekitar 70% (tidak berubah dalam urine) dan 30% (feses). 

Vitamin C (asam askorbat) bersifat sebagai antioksidan yang penting untuk perbaikan jaringan dan pembentukan kolagen. Selain itu, vitamin C terlibat dalam pembentukan lemak dan protein, metabolisme karbohidrat, penyerapan dan penyimpanan zat besi, dan pernapasan sel.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin C diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Mudah diserap dari saluran pencernaan.
  • Distribusi: Tersebar luas di jaringan tubuh. Melintasi plasenta dan memasuki ASI. Iktatan protein plasma sekitar 25%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme menjadi metabolit tidak aktif, askorbat-2-sulfat dan asam oksalat.
  • Ekskresi: Melalui urine (sebagai obat yang tidak berubah dan metabolit tidak aktif). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) adalah 10 jam.

Vitamin D adalah vitamin yang larut dalam lemak. Vitamin ini diperlukan untuk mempertahankan kadar kalsium dan fosfat, serta memenuhi kebutuhan mineral pada tulang.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin D diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Vitamin D diserap dengan baik dari saluran pencernaan dengan adanya empedu.
  • Distribusi: Vitamin D didistribusikan di dalam darah. Dapat disimpan dalam jaringan lemak atau adiposa dan otot untuk waktu yang lama.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Vitamin D terutama diekskresikan di empedu dan feses.

Indikasi (manfaat) obat

  • Mencegah kekurangan vitamin pada anak, wanita hamil, dan ibu menyusui.
  • Membantu proses pembentukan sel darah merah (hemoglobin).
  • Menjaga kesehatan kulit, mata, dan sistem saraf.
  • Membantu melindungi tulang dan gigi.

Vitamin A adalah sumber antioksidan yang kuat untuk seluruh tubuh. Antioksidan akan melawan radikal bebas untuk menjaga agar tubuh berfungsi dengan baik. Vitamin A sangat penting untuk kesehatan dan perkembangan tubuh secara keseluruhan. Selain itu, vitamin A juga sangat penting bagi ibu hamil karena mendukung pertumbuhan embrio bayi dan perkembangan organ utama, serta sistem peredaran darah, pernapasan, dan saraf pusat.
Vitamin B1 membantu pertumbuhan saraf dan otot yang sehat pada anak-anak, serta proses pemecahan karbohidrat menjadi energi. Vitamin B2 dapat meningkatkan produksi sel darah merah dalam tubuh anak, membantu pencernaan dan produksi energi, serta mengaktifkan vitamin B6 dan menghasilkan vitamin B3.
Vitamin B6 penting dalam meningkatkan perkembangan otak,memelihara fungsi sistem saraf, serta menjaga sistem kekebalan tubuh anak-anak agar tetap sehat. Selain itu, vitamin B6 juga membantu pelepasan bahan kimia otak, seperti serotonin yang mengatur suasana hati dan norepinefrin yang membantu mengatasi stres.
Vitamin B12 secara aktif berkontribusi pada pembentukan sel darah merah, serta mendukung pemeliharaan sistem saraf dan otak anak. Nicotinamide atau vitamin B3 terlibat dalam proses mengubah lemak dan karbohidrat menjadi energi. Nicotinamide juga berguna untuk memelihara fungsi sistem saraf dan sistem pencernaan dan membantu menjaga kesehatan kulit pada anak-anak.
Vitamin C mengurangi radikal bebas yang terbentuk di dalam tubuh dan membantu mencegahnya merusak sel-sel tubuh yang sehat pada anak. Vitamin D mampu menjaga tulang yang sehat dengan menyerap kalsium lebih baik dan mengatur tekanan darah dalam tubuh.
Kalsium pantotenat atau vitamin B5 dibutuhkan dalam proses metabolisme lemak dan karbohidrat, serta membantu produksi sel darah merah dan hormon adrenal pada anak-anak untuk mengatasi stres. Calcium gluconate membantu menjaga kekurangan kalsium dalam tubuh yang bermanfaat bagi kesehatan tulang.
Lysine adalah asam amino esensial yang dibutuhkan untuk membantu membuat protein, serta memecah karbohidrat dan asam lemak. Lysine dapat memperlambat atau menghentikan pertumbuhan virus. Calcium monohydrogen phosphate bekerja dengan kalsium untuk membantu membangun tulang. Anda membutuhkan jumlah kalsium dan fosfor yang tepat untuk kesehatan tulang.

Komposisi obat

Tiap 5 ml:

  • Vitamin A 3000 IU.
  • Vitamin B1 5 mg.
  • Vitamin B2 1,5 mg.
  • Vitamin B6 1,5 mg.
  • Vitamin B12 5 mcg.
  • Vitamin C 50 mg.
  • Vitamin D 600 IU.
  • Nicotinamide 20 mg.
  • Kalsium pantotenat 50 mg.
  • Calcium gluconate 300 mg.
  • Lysine hydrochloride 100 mg.
  • Calcium monohydrogen phosphate 200 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa: 1 sendok takar 5 ml sebanyak 3 kali/hari. 
  • Wanita hamil dan menyusui: 2-3 sendok takar 5 ml (10-15 ml) sebanyak 1-2 kali/hari.
  • Anak-anak:
    • Usia 6 tahun ke bawah: 1 sendok takar 5 ml sebanyak 1 kali/hari.
    • Usia 6 tahun ke atas: 1 sendok takar 5 ml sebanyak 2 kali/hari.

Aturan pakai obat

Dapat diberikan sesudah atau saat makan untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada pencernaan.

Efek samping obat

  • Mual.
    Tanyakan apoteker apakah Anda harus minum obat dengan makanan. Hindari makanan berlemak atau gorengan yang membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna dan dapat meningkatkan risiko mual. Hindari berbaring telentang saat beristirahat. Minumlah obat sebelum tidur karena tidur berpotensi menyebabkan mual.
  • Muntah.
    Konsumsi banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang dari dalam tubuh dan mencegah dehidrasi. Kondisi dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urine, serta urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Hindari konsumsi makanan pedas.
  • Sakit perut.
    Istirahatkan tubuh Anda agar lebih rileks. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi lebih sedikit dan lebih sering. Anda juga bisa mengompres perut dengan bantalan panas atau botol air panas untuk meredakan sakit perut.
  • Sakit kepala.
    Pastikan Anda beristirahat dan minum banyak cairan. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Mintalah rekomendasi obat penghilang rasa sakit kepada dokter atau apoteker Anda. Jika sakit kepala ini berlangsung selama lebih dari seminggu atau semakin memburuk, segera hubungi dokter Anda.
  • Diare.
  • Minumlah air di siang hari agar tetap terhidrasi. Usahakan untuk minum sekitar 2-3 liter (8-12 gelas) sehari saat Anda sakit.
  • Reaksi alergi, seperti gatal, ruam, biduran, atau pembengkakan pada wajah.
  • Mati rasa atau kesemutan pada lengan atau kaki.
  • Warna urine menjadi kuning.
  • Mengantuk.

Cara penyimpanan obat

Simpan pada suhu di bawah 30°C dan terhindar dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita kencing manis (diabetes).
  • Pasien yang memiliki kadar tiroid tinggi dalam tubuh (hipertiroid).
  • Pasien penderita penyakit kulit.
  • Pasien penderita gangguan irama jantung (aritmia).
  • Pasien penderita gangguan ginjal atau hati.
  • Pasien penderita serangan jantung.
  • Pasien dengan penyakit kantong empedu.
  • Pasien yang merokok.

Kategori kehamilan

Vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B6, vitamin B12, kalsium pantontenat (vitamin B5).
Kategori A: Hasil penelitian menunjukkan obat cukup aman dan tidak mengganggu perkembangan janin di trimester pertama, maupun trimester selanjutnya.

Bila dikonsumsi dalam dosis berlebihan:
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Lycalvit sirup pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Vitamin D, vitamin C, dan nicotinamide.
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Lycalvit sirup pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Obat penurun kolesterol (statin).
    Mengonsumsi vitamin A bersama obat di atas dapat menurunkan efektivitas obat tersebut.
  • Amphetamine dan benfetamin.
    Vitamin C dapat mengurangi kadar obat di atas dalam darah, sehingga membuat obat kurang efektif.
  • Bortezomib.
    Suplemen yang mengandung asam askorbat atau vitamin C dapat mengurangi efektivitas bortezomib dalam mengobati kanker.
  • Deferoksamin.
    Menggunakan vitamin C bersama deferoksamine dapat menyebabkan masalah jantung dan katarak.
  • Methamphetamine.
    Vitamin C dapat mengurangi kadar methamphetamine dalam darah, sehingga membuat obat kurang efektif dalam mengobati kondisi Anda.
  • Levodopa.
    Penggunaan levodopa bersama vitamin B1 dan vitamin B6 dapat mengurangi efek terapi levodopa.
  • Phenobarbital.
    Phenobarbital dapat meningkatkan kecepatan vitamin B2 dipecah dalam tubuh, sehingga kadar vitamin B2 dalam darah akan meningkat. Kelebihan vitamin B2 bisa menyebabkan urine berwarna kuning-oranye.
  • Probenesid.
    Probenesid dapat meningkatkan jumlah vitamin B2 di dalam tubuh, sehingga mungkin menyebabkan terlalu banyak vitamin B2 (riboflavin) di dalam tubuh.
  • Obat yang mempengaruhi saraf (antikolinergik).
    Penggunaan antikolinergik ini dengan vitamin B2 dapat meningkatkan kadar vitamin B2 yang diserap dalam tubuh.
  • Altretamin.
    Mengonsumsi vitamin B6 dengan obat kemoterapi ini dapat mengurangi keefektifannya, terutama bila juga dikombinasikan dengan obat kemoterapi cisplatin.
  • Barbiturat.
    Mengonsumsi vitamin B6 dengan obat yang bertindak sebagai depresan sistem saraf pusat (barbiturat) dapat menurunkan durasi dan intensitas obat.
  • Neomisin, kloramfenikol, asam aminosalisilat, dan antagonis reseptor H2.
    Obat di atas dapat mengurangi penyerapan vitamin B12.
  • Kalsium.
    Lysine dapat meningkatkan kadar kalsium yang diserap tubuh. Penggunaan kalsium bersama lysine dapat meningkatkan kadar kalsium dalam tubuh. Hindari mengonsumsi kalsium dan lisin dalam jumlah besar secara bersamaan.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter Anda, jika Anda mengalami:

  • Sesak napas.
  • Sedikit atau tidak dapat buang air kecil.
  • Pembengkakan pada wajah, bibir, lidah atau bagian tubuh lainnya.
  • Mengi atau kesulitan bernapas.
  • Ruam atau gatal-gatal pada kulit.
  • Penyakit kuning (menguningnya kulit atau mata).

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-965/thiamine-vitamin-b1
Diakses pada 30 November 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-5427/pyridoxine-vitamin-b6-oral/details
Diakses pada 30 November 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-237/lysine
Diakses pada 30 November 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-1534/niacinamide
Diakses pada 30 November 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-957/riboflavin
Diakses pada 30 November 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-964/vitamin-a
Diakses pada 30 November 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-1010/cyanocobalamin-vitamin-b-12-oral/details
Diakses pada 30 November 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-1001/vitamin-c-ascorbic-acid
Diakses pada 30 November 2020

Drugs. https://www.drugs.com/sfx/thiamine-side-effects.html
Diakses pada 30 November 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Penyakit Terkait