Lumbricum Kapsul

25 Nov 2020| Dea Febriyani
Lumbricum kapsul adalah obat untuk menurunkan demam dan melancarkan peredaran darah.

Deskripsi obat

Lumbricum kapsul adalah obat untuk menurunkan demam dan melancarkan peredaran darah. Obat ini termasuk obat golongan jamu. Lumbricum kapsul dapat dikonsumsi oleh orang dewasa, baik wanita dan pria, serta anak-anak

Obat ini mengandung ekstrak serbuk cacing tanah (Lumbricus rebellus) dan ekstrak akar pasak bumi (Eurycoma longifolia Radix). Cacing tanah (Lumbricus rebellus) mengandung lumbrokinase, yang diketahui sebagai agen antitrombotik untuk mencegah pembekuan darah. Hal ini berguna untuk mencegah stroke dan mengobati nyeri dada (angina).

Akar pasak bumi bermanfaat dalam mengatasi berbagai penyakit, misalnya demam, disfungsi ereksi, dan infeksi bakteri.

Lumbricum Kapsul
Golongan ObatJamu. Obat tradisional yang digunakan secara turun-menurun.
Kandungan utamaSerbuk cacing tanah (Lumbricus rubellus) dan ekstrak akar pasak bumi (Eurycoma longifolia Radix).
Kelas terapiSuplemen dan terapi penunjang.
Klasifikasi obatSuplemen
Kemasan1 box isi 1 botol @ 12 kapsul
ProdusenSaraka Mandiri Semesta

Indikasi (manfaat) obat

  • Menurunkan demam.
  • Memperbaiki peredaran darah sehingga mencegah stroke dan penyakit jantung koroner.

Cacing tanah (Lumbricus rubellus) mengandung banyak senyawa antara lain glikoprotein Lumbricus IN-90, dan polifenol sebagai antimikroba, antioksidan, dan tindakan hepatoprotektif pada infeksi bakteri, sehingga dapat mengatasi deman tifoid yang merupakan penyakit bawaan makanan yang disebabkan oleh Salmonella enterica serovar typhi (S. typhi). Lumbrokinase adalah enzim yang berasal dari Lumbricus rubellus. Tersedia sebagai suplemen makanan, lumbrokinase diklasifikasikan sebagai zat yang mendorong pemecahan fibrinogen yaitu protein yang terlibat dalam pembekuan darah (enzim fibrinolitik). Lumbrokinase sedang diketahui sebagai agen antitrombotik untuk mencegah pembekuan darah sehingga mencegah stroke dan pengobatan nyeri dada (angina).
Akar pasak bumi adalah suplemen herbal yang berasal dari akar pohon semak hijau Eurycoma longifolia, yang berasal dari Asia Tenggara yang digunakan dalam pengobatan tradisional di Malaysia, Indonesia, Vietnam, dan negara-negara Asia lainnya untuk mengobati malaria, infeksi, demam, masalah kesuburan (infertilitas) pria, dan disfungsi ereksi.

Komposisi obat

  • Serbuk cacing tanah (Lumbricus rubellus) 250 mg.
  • Ekstrak akar pasak bumi (Eurycoma longifolia Radix) 50 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa: 2kapsul sebanyak 3 kali/hari.
  • Anak-anak: 1 kapsul sebanyak 3 kali/hari.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.

Efek samping obat

  • Sakit kepala.
  • Istirahat dan tidur yang cukup akan membantu Anda rileks. Jika Anda duduk untuk waktu yang lama, bangun dan sering-seringlah bergerak. Relakskan rahang, leher, dan bahu Anda.
  • Pusing.
  • Berbaringlah hingga pusing hilang, lalu bangun secara perlahan. Bergerak perlahan dan hati-hati, beristirahatlah yang banyak, minum banyak cairan terutama air, hindari kopi, rokok, alkohol dan obat-obatan.
  • Mual.
  • Hindari makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan, beristirahatlah dengan kepala lebih tinggi dari kaki Anda. Jika Anda merasa mual saat bangun di pagi hari, makanlah daging tanpa lemak atau keju sebelum tidur atau taruh biskuit biasa di samping tempat tidur Anda dan makanlah sedikit sebelum bangun. Minumlah setidaknya enam gelas air sehari.
  • Konstipasi (sembelit).
  • Perubahan suasana hati.

Cara penyimpanan obat

Simpan di tempat yang sejuk dan kering, serta terhindar dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Hentikan konsumsi obat kurang lebih 2 minggu sebelum prosedur operasi untuk menghindari perdarahan berlebihan.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Anak-anak.

Kategori kehamilan

Informasi mengenai keamanan penggunaan Lumbricum kapsul pada masa kehamilan dan menyusui masih kurang. Sebaiknya, konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter Anda.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Hindari penggunaan pada pasien penderita gangguan perdarahan seperti hemofilia.
  • Hindari penggunaan obat antikoagulan atau antiplatelet karena akan mempermudah terjadinya memar atau perdarahan.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Informasi interaksi obat yang tersedia antara lumbricum kapsul dan obat-obatan lain terbatas. Dianjurkan agar pasien berkonsultasi dengan dokter, apoteker, atau penyedia perawatan kesehatan sebelum menggunakan obat ini bersama obat lainnya.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Segera hubungi dokter atau unit pelayanan kesehatan bila setelah 2 hari demam tidak kunjung menurun.

Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/the-benefits-of-lumbrokinase-89608#possible-side-effects
Diakses pada 4 November 2020

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/tongkat-ali-longjack-review#side-effects-and-dosage
Diakses pada 4 November 2020

RxList. https://www.rxlist.com/eurycoma_longifolia/supplements.htm
Diakses pada 4 November 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-1132/eurycoma-longifolia
Diakses pada 4 November 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email