Lovatrol 20 Tablet 20 mg

27 Okt 2020| Ajeng Prahasta
no-image-drug

Deskripsi obat

Lovatrol tablet adalah obat untuk menurunkan kadar kolesterol yang tinggi dalam tubuh yang disertai dengan diet, olahraga, dan penurunan berat badan. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Lovatrol tablet mengandung zat aktif lovastatin.
Lovatrol 20 Tablet 20 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaLovastatin.
Kelas terapiAgen dislipidemia.
Klasifikasi obatStatin.
Kemasan1 box isi 3 strip @ 10 tablet (20 mg)
ProdusenPratapa Nirmala

Informasi zat aktif

Lovastatin mengurangi kolesterol dengan menghambat reduktase HMG-CoA secara kompetitif, langkah pembatas laju dalam biosintesis kolesterol. Obat ini termasuk dalam golongan statin.

Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, lovastatin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: 30% diabsorbsi dari saluran GI. Waktu untuk konsentrasi plasma puncak terjadi dalam 2-4 jam.
  • Distribusi: 5% ke bawah mencapai sirkulasi. Pengikatan protein plasma sekitar 95% ke atas.
  • Metabolisme: Secara ekstensif hepatik melalui hidrolisis; diubah menjadi bentuk beta hydroxyacid aktif.
  • Ekskresi: Melalui feses (sekitar 85%); melalui urin (sekitar 10%). Waktu paruh eliminasi selama 1-2 jam.

Indikasi (manfaat) obat

  • Menurunkan kadar kolesterol dan lemak darah yang tinggi dalam tubuh dan diikuti dengan diet, penurunan berat badan, dan olahraga.
  • Membantu mencegah penyakit jantung, nyeri dada (angina), stroke, dan serangan jantung.
  • Mengurangi risiko terjadinya serangan jantung dan stroke serta mengurangi kemungkinan operasi jantung pada orang yang menderita penyakit jantung atau yang berisiko terkena penyakit jantung.

Lovastatin adalah obat golongan statin yang bekerja dengan memperlambat produksi kolesterol dalam tubuh untuk menurunkan jumlah kolesterol yang mungkin menumpuk di dinding arteri dan menghalangi aliran darah ke jantung, otak, dan bagian tubuh lainnya. Penumpukan kolesterol dan lemak di sepanjang dinding arteri dapat menurunkan aliran darah dan terjadinya kekurangan suplai oksigen ke jantung, otak, dan bagian tubuh lainnya.

Komposisi obat

Lovastatin 20 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dosis awal: 10-20 mg/hari pada sore hari, dapat ditingkatkan dengan interval minimal 4 minggu.
  • Dosis maksimal: 80 mg/hari dalam dosis tunggal atau dalam 2 dosis terbagi.

Aturan pakai obat

Sebaiknya dikonsumsi dengan makanan.

Efek samping obat

  • Gangguan pada otot (rhabdomiolisis).
  • Gangguan pada saluran pencernaan.
  • Sakit kepala.
  • Pusing.
  • Gangguan otot (miopati).
  • Peningkatan aminotransferase hati asimtomatik.
  • Gangguan yang disebabkan karena kematian otot rangka (rhabdomyolysis) berat dg gagal ginjal akut.
  • Peradangan pada hati (hepatitis).
  • Peradangan pada pankreas (pankreatitis).
  • Nyeri otot (mialgia).
  • Peningkatan berat badan.
  • Penglihatan kabur.
  • Ruam kulit.

Perhatian Khusus

  • Pasien yang mengonsumsi alkohol (alkoholisme).
  • Pasien yaang memiliki kadar hormon tiroid yang rendah dalam tubuh (hipotiroidisme) yang tidak terkontrol secara memadai.
  • Pasien dengan riwayat penyakit hati.
  • Pasien yang berisiko mengalami keemahan otot (miopati).
  • Pasien penderita gangguan ginjal berat.

Kategori kehamilan

Kategori X: Penggunaan lovatrol tablet tidak disarankan pada ibu hamil. Penelitian menunjukkan adanya dampak berupa kelainan pada janin, mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin, serta risiko efek sampingnya lebih besar pada wanita hamil daripada manfaatnya. Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi obat ini. Khususnya bagi ibu hamil pada trimester pertama, harus lebih berhati-hati mengingat efek sampingnya dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan organ janin.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Penggunaan bersama dengan penghambat CYP3A4 misalnya nefazodon, eritromisin, boceprevir, klaritromisin, telitromisin, penghambat protease HIV, itrakonazol, ketokonazol, posaconazole, telaprevir, gemfibrozil, dan siklosporin.
  • Pasien penderita penyakit hati aktif atau peningkatan transaminase serum persisten yang tidak dapat dijelaskan.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Penghambat CYP3A4 seperti eritromisin, nefazodon, klaritomisin, boseprevir, telitromisin, penghambat protease HIV, itrakonazol, ketokonazol, posakonazol, telaprevir, gemfibrozil, dan siklosporin.
    Penggunaan lovastatin dengan obat di atas dapat menyebabkan peningkatan risiko terjadinya gangguan otot seperti miopati atau rhabdomyolisis.
  • Amiodaron, kolkisin, ranolazin, danazol, diltiazem, dan verapamil.
    Penggunaan lovastatin dengan obat di atas dapat menyebabkan peningkatan risiko terjadinya kelemahan otot (miopati atau rhabdomyolisis).
  • Warfarin.
    Penggunaan lovastatin dengan warfarin dapat meningkatkan efek antikoagulan dari warfarin dan memicu terjadinya perdarahan.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

  • Jika kehilangan nafsu makan, sakit perut pada sisi kanan atas, kelelahan, urin berwarna gelap, dan terjadi perubahan warna kekuningan pada kulit dan sklera mata atau bagian putih mata.
  • Jika anda mengalami kesulitan buang air kecil atau tidak ada buang air kecil, bengkak di kaki atau pergelangan kaki, merasa lelah atau sesak napas merupakan tanda terjadinya masalah pada ginjal.

Healthline. https://www.healthline.com/health/lovastatin-oral-tablet
Diakses pada 24 Agustus 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-11594-92/lovastatin-oral/lovastatin-oral/details
Diakses pada 24 Agustus 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/lovastatin?mtype=generic
Diakses pada 24 Agustus 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a688006.html
Diakses pada 24 Agustus 2020

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/lovastatin.html
Diakses pada 24 Agustus 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/lovastatin-oral-tablet
Diakses pada 24 Agustus 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-11594-92/lovastatin-oral/lovastatin-oral/details
Diakses pada 24 Agustus 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email