Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Lorazepam

Ditulis oleh Lenny Tan
Terakhir ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri
Lorazepam termasuk ke dalam golongan obat keras dan hanya boleh digunakan dengan resep dokter
Sebagai golongan obat keras, lorazepam hanya boleh digunakan dengan resep dokter.

Merk dagang yang beredar:

Ativan, Lorazepam, Loxipaz, Merlopam, Renaquil

Lorazepam adalah obat yang digunakan untuk menangani gangguan kecemasan. Obat ini termasuk golongan benzodiazepine yang bekerja pada otak dan saraf, sehingga menghasilkan efek ketenangan.

Lorazepam ()
Golongan

Antikonvulsan jenis benzodiazepine

Kategori Obat

Obat resep (Obat keras)

Bentuk Obat

Tablet

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak di atas 12 tahun

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori D: Terbukti menimbulkan risiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh jika digunakan pada wanita hamil dapat dipertimbangkan (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius di mana obat yang lebih aman tidak efektif atau tidak dapat diberikan).

Dosis

Dosis diberikan oleh dokter berdasarkan kondisi medis. Selama pengobatan, dokter akan melihat respons tubuh pasien terhadap obat dan melakukan penyesuaian dosis bila diperlukan.

Oral
Gangguan kecemasan

  • Dewasa: 1-4 mg / hari dalam dosis terbagi selama 2-4 minggu.
  • Lansia (lanjut usia): Setengah dosis dewasa atau ditentukan oleh dokter.

Insomnia yang berkaitan dengan gejala cemas

  • Dewasa: 1-2 mg menjelang tidur.
  • Lansia: etengah dosis dewasa atau ditentukan oleh dokter.

Parenteral
Gejela serangan cemas akut

  • Dewasa: Suntikan IV/IM: 25-30 mcg / kg berat badan (BB) yang dapat diulang tiap 6 jam bila dibutuhkan. Pemberian intravena dalam kecepatan tidak lebih dari 2 mg / menit.
  • Lansia: Setengah dosis dewasa atau ditentukan oleh dokter.
  • Anak-anak di atas 12 tahun: Dosis ditentukan oleh dokter.

Premedikasi pembedahan

  • Dewasa: 50 mcg / kg BB yang diberikan sebelum tindakan operasi. Obat dari jalur intravena diberikan dalam 30-45 menit sebelum operasi, dan jalur intramuskular 60-90 menit sebelum operasi
  • Lansia: Setengah dosis dewasa atau ditentukan oleh dokter.
  • Anak-anak di atas 12 tahun: Dosis ditentukan oleh dokter.

Aturan pakai Lorazepam dengan benar

Selalu ikuti anjuran dari dokter atau baca petunjuk di kemasan sebelum penggunaan. Obat ini bisa dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Lorazepam dapat menyebabkan ketergantungan jika digunakan secara teratur untuk waktu yang lama dan dengan dosis yang tinggi. Bila pemakaiannya dihentikan secara tiba-tiba dan tanpa konsultasi dengan dokter, pasien bisa mengalami gejala putus obat yang meliputi gangguan pribadi, kejang, kesulitan tidur, kehilangan nafsu makan.

Oleh sebab itu, dokter akan menganjurkan penghentian konsumsi secara bertahap. Contohnya dengan perlahan-lahan mengurangi dosisnya.

Efek Samping

Pemakaian obat umumnya memiliki efek samping tertentu dan bersifat individual. Jika terjadi efek samping yang berlebih, harus segera ditangani oleh tenaga medis.

Lorazepam dapat menyebabkan efek samping yang umum seperti pusing, mengantuk, sakit kepala, mual, penglihatan kabur, mulas, perubahan nafsu makan, dan konstipasi. Jika efek samping semakin memburuk segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Segera cari bantuan medis jika terjadi efek samping serius yang meliputi:

  • Perubahan mental.
  • Bicara cadel.
  • Kelemahan yang tidak biasa.
  • Kesulitan berjalan.

Ada beberapa efek samping lain yang mungkin belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek samping selain dari yang terdaftar di atas, segera konsultasikan ke dokter Anda.

Peringatan

Beritahukan dokter Anda mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut:

  • Gangguan hati dan ginjal.
  • Gangguan kepribadian.
  • Kecanduan alkohol.
  • Masalah pernapasan.

Kontraindikasi

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis yang meliputi

Informasi lebih lengkap bisa dilihat pada kemasan.

Interaksi

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya. Bila perlu, dokter mungkin akan mengurangi dosis atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Mengonsumsi lorazepam dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi di bawah ini:

  • Dengan scopolamine, dapat meningkatkan sedasi, halusinasi dan risiko perubahan perilaku menjadi irasional.
  • Dengan Na valproate atau probenesid, dapat meningkatkan kadar plasma.
Penyakit

 

  • Gangguan kecemasan

 

Referensi

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-8892-2244/lorazepam-oral/lorazepam-concentrate-oral/details
Diakses pada 3 Desember 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/lorazepam-oral-route/description/drg-20072296
Diakses pada 3 Desember 2018

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/lorazepam/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 3 Desember 2018

Artikel Terkait:
Back to Top