Lorazepam

27 Apr 2021| Lenny Tan
Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri
Lorazepam digunakan untuk menangani gangguan kecemasan

Lorazepam digunakan untuk menangani gangguan kecemasan

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Ativan, Lorazepam, Loxipaz, Merlopam, Renaquil

Deskripsi obat

Lorazepam digunakan untuk menangani gangguan kecemasan. Biasanya, obat ini digunakan untuk mengatasi gelisah atau rasa cemas sebelum menjalani operasi. Selain itu, obat lorazepam juga dapat mengatasi gangguan kesulitan tidur (insomnia). 

Obat ini termasuk golongan benzodiazepine yang bekerja pada otak dan sistem saraf pusat untuk memberikan efek menenangkan. Secara spesifik, lorazepam akan meningkatkan efek bahan kimia alami tertentu di dalam tubuh, yaitu GABA atau gamma aminobutyric acid.

GABA adalah bahan kimia yang dibuat di dalam otak untuk menghilangkan kecemasan, serta memperbaiki suasana hati (mood). Lorazepam juga memiliki lebih sedikit interaksi dengan obat lain daripada kebanyakan obat benzodiazepin lainnya.

Lorazepam
GolonganKelas terapi: Hipnotik dan sedativ. Klasifikasi obat: Benzodiazepin
Kategori obatObat resep
Bentuk sediaan obatTablet, injeksi
Dikonsumsi olehDewasa dan anak-anak 12 tahun ke atas
Kategori kehamilan dan menyusuiKategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia
Dosis obatDosis setiap orang berbeda-beda. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Petunjuk umum konsumsi

Dosis yang diberikan mungkin bervariasi berdasarkan kondisi individu. Selama pengobatan, dokter akan melihat respons terhadap pengobatan dan melakukan penyesuaian dosis bila diperlukan.

Oral
Gangguan kecemasan

  • Dewasa: 1-4 mg/hari dalam dosis terbagi selama 2-4 minggu
  • Lansia (lanjut usia): Setengah dosis dewasa atau ditentukan dokter

Insomnia yang berkaitan dengan gejala cemas

  • Dewasa: 1-2 mg menjelang tidur
  • Lansia: Setengah dosis dewasa atau ditentukan dokter

Premedikasi dalam pembedahan

  • Dewasa: 2-3 mg diberikan semalam sebelum operasi, dilanjutkan 2-4 mg 1-2 jam sebelum prosedur
  • Anak-anak: 5-13 tahun 0,5-2,5 mg pada 0,05 mg/kg sampai 0,5 mg terdekat berdasarkan berat badan, tidak kurang dari 1 jam sebelum operasi
  • Lansia: Kurangi ke dosis lebih rendah, setengah dosis dewasa biasa atau kurang

Parenteral atau injeksi pembuluh darah vena (intravena) atau injeksi melalui otot (intramuskular)
Gejala serangan cemas akut

  • Dewasa: 25-30 mcg/kgBB, dapat diulang tiap 6 jam bila dibutuhkan. Untuk pemberian intravena, kecepatan tidak lebih dari 2 mg/menit.
  • Lansia: Setengah dosis dewasa atau ditentukan dokter
  • Anak-anak di atas 12 tahun: Dosis ditentukan dokter

Premedikasi dalam pembedahan

  • Dewasa: 50 mcg/kgBB/hari yang diberikan sebelum tindakan operasi. Obat dari jalur intravena diberikan dalam 30-45 menit sebelum operasi dan jalur intramuskular 60-90 menit sebelum operasi.
  • Lansia: Setengah dosis dewasa atau ditentukan dokter
  • Anak-anak 12 tahun ke atas: Dosis ditentukan dokter

Intravena atau injeksi pada pembuluh darah vena
Status epileptikus, yaitu keadaan kejang yang berlangsung lama dan menyebabkan penurunan kesadaran

  • Dewasa: 4 mg sebagai dosis tunggal, dapat diulangi sekali setelah 10-15 menit bila kejang berlanjut atau kambuh
  • Anak-anak: 2 mg sebagai dosis tunggal
  • Lansia: Kurangi ke dosis lebih rendah atau setengah dosis dewasa atau kurang

Aturan pakai obat

  • Oral: Dikonsumsi dengan atau tanpa makanan
  • Injeksi: Dilakukan secara langsung oleh dokter atau tenaga medis di bawah pengawasan dokter

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal minum atau penggunaan obat sebelumnya, segera konsumsi atau gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi atau menggunakan obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan mengonsumsi atau menggunakan total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi atau menggunakan obat
    Jika sering lupa menggunakan atau mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal penggunaan atau minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Efek samping obat

Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat. Namun, jika terjadi efek samping yang mengganggu atau memburuk, segeralah cari bantuan medis.

Beberapa efek samping yang dapat terjadi setelah penggunaan lorazepam adalah:

  • Sakit kepala
    Pastikan Anda istirahat dan minum banyak cairan. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Konsultasikan dengan dokter Anda jika sakit kepala berlangsung lebih dari seminggu atau tambah parah.
  • Mual
    Konsumsilah makanan ringan dan hindari makanan berat atau pedas. Minumlah obat ini setelah makan. Hubungi dokter Anda jika gejala berlangsung lebih dari beberapa hari atau bertambah buruk.
  • Pusing
    Jika Anda mulai merasa pusing, baringkan tubuh Anda agar tidak pingsan, lalu duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Berhati-hatilah saat mengemudi atau mengoperasikan mesin jika Anda pusing.
  • Mengantuk atau lelah luar biasa di siang hari
    Jangan mengemudi, bersepeda, atau mengoperasikan mesin hingga Anda merasa lebih baik. Jangan minum alkohol sebab akan membuat kondisi lebih buruk. Efek samping ini seharusnya akan membaik dengan sendirinya saat Anda telah terbiasa dengan lorazepam.
    Jika gejala tidak membaik setelah seminggu atau memburuk, hubungi dokter untuk berkonsultasi.
  • Kelemahan otot
    Jika Anda mengalami kelemahan otot yang tidak biasa dan bukan disebabkan olahraga atau bekerja, segera hubungi dokter. Anda mungkin memerlukan tes darah untuk menemukan penyebabnya.
  • Masalah koordinasi atau pengendalian gerakan
    Jika gejala tidak membaik setelah seminggu atau memburuk, hubungi dokter karena Anda mungkin perlu dosis lebih rendah.
  • Perubahan mental
  • Kesulitan berbicara (cadel)

Perhatian Khusus

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya. Hati-hati menggunakan lorazepam jika:

  • Memiliki riwayat mengonsumsi alkohol
  • Memiliki gangguan kepribadian
  • Memiliki gangguan hati dan ginjal ringan hingga sedang
  • Anak-anak
  • Lanjut usia
  • Hamil pada trimester kedua
  • Menyusui

Penyimpanan

  • Oral: Simpan pada suhu di bawah 25°C
  • Injeksi: Simpan antara suhu 2-8°C

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Hindari penggunaan lorazepam pada pasien dengan kondisi medis, seperti:

  • Alergi terhadap lorazepam
  • Gangguan hati berat
  • Gangguan ginjal
  • Kehamilan trimester pertama atau ketiga dan sedang merencanakan kehamilan
  • Gangguan tidur, seperti pernapasan berhenti sementara (sleep apnea)
  • Tingginya tekanan di dalam mata (glaukoma sudut tertutup akut)
  • Keadaan depresi atau berpotensi menyakiti diri sendiri
  • Lemahnya otot karena gangguan saraf (myasthenia gravis)

Tidak ditujukan untuk perawatan tunggal gangguan mental (psikotik) atau gangguan depresi. Hindari penghentian obat secara mendadak.

Kategori kehamilan & menyusui

Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia. Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Pernapasan menjadi sangat lambat atau pendek
  • Kulit atau bagian putih mata menguning
    Hal tersebut dapat menjadi tanda masalah hati. Hentikan penggunaan obat ini dan segera konsultasikan ke dokter.
  • Sulit mengingat sesuatu atau hilang ingatan (amnesia)
  • Melihat atau mendengar hal-hal yang tidak ada (halusinasi)
  • Memikirkan hal-hal yang tidak ada atau tidak terjadi (delusi)
  • Perubahan suasana hati, seperti berbicara terlalu banyak, merasa terlalu bersemangat, gelisah, mudah marah, atau agresif

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi obat mungkin terjadi bila beberapa obat dikonsumsi bersamaan. Jika ingin mengonsumsi obat bersamaan, konsultasikan ke dokter Anda terlebih dahulu. Bila perlu, dokter akan mengubah dosis obat atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Menggunakan lorazepam dengan obat-obatan lain bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi, seperti:

  • Clozapine, morfin, dan codein
    Penggunaan lorazepam bersama obat di atas meningkatkan risiko keparahan efek samping.
  • Paracetamol
    Penggunaan bersama lorazepam meningkatkan metabolisme paracetamol.
  • Antasida
    Penggunaan bersama obat di atas menunda proses penyerapan lorazepam, sehingga efektivitasnya akan berkurang.
  • Obat penurun tekanan darah tinggi (antihipertensi)
    Penggunaan bersama lorazepam meningkatkan risiko penurunan efek tekanan darah menjadi sangat rendah (hipotensi).
  • Obat antiepilepsi, seperti valproat
    Penggunaan bersama lorazepam dapat meningkatkan kadar valproat dalam tubuh, sehingga dapat meningkatkan risiko terjadinya efek samping.
  • Tizanidin dan baclofen
    Penggunaan obat di atas bersama lorazepam dapat meningkatkan efek kantuk (sedatif) tizanidin dan baclofen.
  • Theophylline atau aminophylline
    Penggunaan bersama lorazepam dapat menurunkan efek terapi theophyllin dan aminophylline.
  • Scopolamine
    Penggunaan bersama lorazepam meningkatkan efek mengantuk (sedasi), mendengar atau melihat hal yang tidak ada (halusinasi), dan perubahan perilaku menjadi aneh.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/lorazepam
Diakses pada 10 Maret 2020

Nhs. https://www.nhs.uk/medicines/lorazepam/
Diakses pada 10 Maret 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-8892-5244/lorazepam-oral/lorazepam-oral/details
Diakses pada 10 Maret 2020

Drugs. https://www.drugs.com/lorazepam.html
Diakses pada 10 Maret 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682053.html
Diakses pada 10 Maret 2020

Drugbank. https://www.drugbank.ca/drugs/DB00186
Diakses pada 10 Maret 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email