Loratadine

12 Agu 2019| Olivia
Loratadine dapat mengobati gejala alergi dan gatal-gatal akibat gigitan/sengatan serangga

Loratadine digunakan sebagai obat gejala alergi dan gatal

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Alernitis, Allohex, Alloris, Anhissen, Clarihis, Claritin, Clatatin, Cronitin, Dayhist, Folerin, Glodin, Gradine, Imunex, Inclarin, Inversyn, Klinset, Lesidas, Logista, Lolergi, Loracor, Loran, Loratadine Hexpharm, Loratadine Indo Farma, Nosedin, Nufalora, Picadin, Pylor, Rahistin, Rihest, Sohotin, Soneryl, Tinnic, Urtilar, Winatin, Xepalodin

Deskripsi obat

Loratadine adalah obat golongan antihistamin yang digunakan untuk mengobati gejala alergi, seperti gatal-gatal, pilek, mata berair, dan bersin. Loratadine juga digunakan untuk mengatasi gatal karena sengatan/gigitan serangga. Obat ini bekerja dengan mencegah produksi zat histamin oleh tubuh yang menyebabkan gatal-gatal, pilek, mata berair, dan bersin sehingga dapat mengurangi gejala alergi tersebut.

Loratadine (Loratadin)
Golongan

Antihistamin

Kategori obat

Obat resep

Bentuk sediaan obat

Tablet

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak >2 tahun

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori B: Penelitian pada sistem reproduksi hewan percobaan tidak menunjukkan adanya risiko pada janin, namun tidak ada penelitian terkontrol yang telah dilakukan pada wanita hamil.

Dosis obat

Dosis diberikan oleh dokter berdasarkan kondisi medis. Dosis yang diberikan bervariasi berdasarkan kondisi individu. Selama pengobatan, dokter akan melihat respons terhadap pengobatan dan melakukan penyesuaian dosis bila diperlukan.

Dosis untuk orang dewasa adalah 10 mg sekali sehari atau 5 mg setiap 12 jam. Dosis untuk anak-anak usia 2-5 tahun adalah 5 mg, sekali sehari; dosis anak-anak usia di atas 5 tahun sama dengan dosis untuk orang dewasa.

Efek samping obat

Beberapa efek samping yang dapat timbul pada pemakaian loratadine, antara lain:

Perhatian Khusus

Beritahukan dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi medis, seperti:

  • Gangguan hati
  • Gangguan ginjal
  • Kehamilan dan menyusui

Jika digunakan pada dosis yang sesuai, biasanya loratadine tidak akan menyebabkan rasa kantuk. Hindari melakukan kegiatan yang membutuhkan kewaspadaan seperti mengemudi atau menggunakan mesin setelah mengonsumsi obat ini. Obat ini tidak disarankan untuk digunakan pada anak usia di bawah 6 tahun kecuali dokter menganjurkannya.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Penggunaan loratadine dengan obat-obatan lain dapat menyebabkan terjadinya interaksi obat. Hindari menggunakan desloratadine bersama dengan loratadine karena obat ini memiliki kandungan dan efek yang sama. Hindari juga menggunakan obat-obatan seperti cimetidine, erythromycin, ketoconazole, clarithromycin, quinidine, fluconazole, fluoxetine karena dapat meningkatkan atau bahkan menurunkan efek dari loratadine.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

BPOM. http://pionas.pom.go.id/monografi/loratadin
diakses pada 26 November 2018.

Drugs. https://www.drugs.com/pregnancy/loratadine.html
diakses pada 26 November 2018.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/antihistamine-decongestant-combination-oral-route/description/drg-20069883
diakses pada 26 November 2018.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/loratadine?mtype=generic
diakses pada 26 November 2018.

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-73-204/loratadine-oral/loratadine-oral/details
diakses pada 26 November 2018.

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email