Loratadine

02 Mar 2021| Olivia
Loratadine digunakan untuk mengobati gejala alergi, seperti bersin, pilek, dan gatal-gatal

Loratadine digunakan untuk mengobati gejala alergi, seperti bersin, pilek, dan gatal-gatal

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Alernitis, Allohex, Alloris, Anhissen, Clarihis, Claritin, Clatatin, Cronitin, Dayhist, Folerin, Glodin, Gradine, Imunex, Inclarin, Inversyn, Klinset, Lesidas, Logista, Lolergi, Loracor, Loran, Loratadine Hexpharm, Loratadine Indo Farma, Nosedin, Nufalora, Picadin, Pylor, Rahistin, Rihest, Sohotin, Soneryl, Tinnic, Urtilar, Winatin, Xepalodin

Deskripsi obat

Loratadine digunakan untuk mengobati gejala alergi, seperti bersin, pilek, mata berair, gatal-gatal, dan ruam kulit. Obat ini berada dalam kelas obat yang disebut antihistamin.

Loratadine dapat digunakan untuk meredakan gejala hay fever atau rhinitis alergi yang disebabkan serbuk sari, debu, atau zat lain di udara. Gejala rhinitis alergi yang umum terjadi, misalnya bersin, pilek, hidung tersumbat, serta gatal pada mata, hidung, atau tenggorokan.

Obat ini juga dapat digunakan untuk mengobati gatal dan kemerahan yang disebabkan biduran atau urtikaria. Walau dapat mengobati gejala tersebut, loratadine tidak dapat digunakan untuk mencegah urtikaria atau reaksi alergi kulit lainnya. 

Loratadine (Loratadin)
GolonganKelas terapi : Anitihistamin dan antialergi Klasifikasi obat : Antihistamin generasi ke-2
Kategori obatObat resep
Bentuk sediaan obatTablet
Dikonsumsi olehDewasa dan anak-anak berusia 2 tahun ke atas
Kategori kehamilan dan menyusuiKategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin.
Dosis obatDosis setiap orang berbeda-beda. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Petunjuk umum konsumsi

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Oral
Kondisi alergi

  • Dewasa: 10 mg sekali sehari atau 5 mg dua kali lipat
  • Anak-anak 2-12 tahun:
    • Berat badan di bawah 30 kg: 5 mg sebanyak 1 kali/hari
    • Berat badan di atas 30 kg: 10 mg sebanyak 1 kali/hari

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal minum atau penggunaan obat sebelumnya, segera konsumsi atau gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi atau menggunakan obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan mengonsumsi atau menggunakan total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi atau menggunakan obat
    Jika sering lupa menggunakan atau mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal penggunaan atau minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Efek samping obat

Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat. Namun, jika terjadi efek samping yang mengganggu atau memburuk, segeralah cari bantuan medis.

Efek samping yang mungkin timbul dari penggunaan loratadine antara lain:

  • Sakit kepala
    Istirahat dan minum banyak cairan. Mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Sakit kepala biasanya akan hilang setelah minggu pertama mengonsumsi loratadine. Bicaralah dengan dokter Anda jika bertahan lebih lama atau bertambah parah.
  • Kelelahan
    Bicarakan dengan dokter atau apoteker jika efek samping ini tidak kunjung hilang. Anda mungkin akan diberikan obat antihistamin yang berbeda.
  • Mengantuk
    Cobalah obat antihistamin lain yang tidak menyebabkan kantuk. Jika tidak membantu, bicarakan dengan dokter Anda.
  • Sakit perut
  • Muntah
  • Mulut kering
  • Merasa gugup
  • Hiperaktif

Perhatian Khusus

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya. Hati-hati menggunakan loratadine jika:

  • Memiliki asma
  • Memiliki gangguan hati atau ginjal
  • Sedang dalam masa kehamilan dan menyusui

Jika digunakan dengan dosis sesuai, biasanya loratadine tidak akan menyebabkan rasa kantuk. Hindari melakukan kegiatan yang membutuhkan kewaspadaan tinggi, seperti mengemudi atau menggunakan mesin setelah mengonsumsi obat ini.

Obat ini tidak disarankan untuk digunakan pada anak usia di bawah 6 tahun, kecuali atas anjuran dokter. Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Penyimpanan

Simpan pada suhu antara 20-25°C. Terlindung dari panas, cahaya matahari langsung, dan kelembaban.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Jangan menggunakan obat ini jika mempunyai kondisi medis, seperti:

  • Riwayat alergi terhadap loratadine
  • Kerusakan hati
  • Bayi baru lahir atau bayi lahir prematur
  • Asma akut

Kategori kehamilan & menyusui

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya. Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Berhenti menggunakan loratadine dan segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Detak jantung cepat atau tidak merata
  • Sakit kepala parah
  • Perasaan pusing, seperti akan pingsan

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi obat mungkin terjadi bila beberapa obat dikonsumsi bersamaan. Jika ingin mengonsumsi obat bersamaan, konsultasikan ke dokter Anda terlebih dahulu. Bila perlu, dokter akan mengubah dosis obat atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Mengonsumsi obat loratadine dengan obat lain bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi, seperti:

  • Ketoconazole, fluconazole, cimetidine, chlarithromycin, dan erythromycin.
    Penggunaan loratadine dengan obat di atas dapat meningkatkan kadar obat dalam plasma, sehingga dapat menyebabkan toksisitas atau keracunan.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

NHS. https://www.nhs.uk/medicines/loratadine/#:~:text=Loratadine%20is%20an%20antihistamine%20medicine,conjunctivitis%20(red%20itchy%20eyes)
Diakses pada 19 Februari 2021

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-73-204/loratadine-oral/loratadine-oral/details
Diakses pada 19 Februari 2021

Drugs. https://www.drugs.com/loratadine.html
Diakses pada 19 Februari 2021

Healthline. https://www.healthline.com/health/haloperidol-oral-tablet
Diakses pada 19 Februari 2021

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a697038.html
Diakses pada 19 Februari 2021

Health Navigator. https://www.healthnavigator.org.nz/medicines/l/loratadine/
Diakses pada 19 Februari 2021

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682180.html
Diakses pada 19 Februari 2021

Drugbank. https://go.drugbank.com/drugs/DB00455
Diakses pada 19 Februari 2021

Rxlist. https://www.rxlist.com/consumer_loratidine_claritin/drugs-condition.htm
Diakses pada 19 Februari 2021

medicinenet. https://www.medicinenet.com/loratadine/article.htm
Diakses pada 19 Februari 2021

Patient. https://patient.info/medicine/loratadine-for-allergies
Diakses pada 19 Februari 2021

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/drugs/loratadine
Diakses pada 19 Februari 2021

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/loratadine?mtype=generic
Diakses pada 19 Februari 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email