Loprolol Tablet 100 mg

27 Okt 2020| Dea Febriyani
Loprolol tablet adalah obat untuk mengatasi tekanan darah tinggi (hipertensi).

Deskripsi obat

Loprolol tablet adalah obat untuk mengatasi tekanan darah tinggi (hipertensi) dan nyeri dada (angina pektoris) Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Loprolol tablet mengandung zat aktif metoprolol.
Loprolol Tablet 100 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HET0
Produk HalalYa
Kandungan utamaMetoprolol.
Kelas terapiAntihipertensi.
Klasifikasi obatBeta blocker.
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 tablet (100 mg)
ProdusenIkapharmindo Putramas

Informasi zat aktif

Metoprolol atau obat golongan beta blocker bekerja dengan menghambat reseptor beta-1 adrenergik yang memengaruhi kerja jantung sehingga detak jantung akan melambat dan beban kerja jantung berkurang. Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, metoprolol diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diabsorbsi secara cepat dan sempurna. Ketersediaana hayati hayati sekitar 40-50% dan waktu puncak plasma adalah 1,5-2 jam.
  • Distribusi: Terdistribusi melintasi sawar darah otak dan terdapat di dalam ASI dalam jumlah yang sedikit. Volume distribusi adalah 3,2-5,6 L/kg dan ikatan protein plasma sekitar 12% pada albumin.
  • Metabolisme: Secara keseluruhan dimetabolisme di hati melalui enzim CYP2D6 dan mengalami metabolisme lintas pertama sekiar 50%.
  • Ekskresi: Sebanyak 95% diekskresi melalui urin dalam bentuk obat tidak berubah sekitar 5-10% dan meningkat hingga 30-40% pada metabolisme CYP2D6 yang lemah. Waktu paruh eliminasi adalah 3-4 jam.

Indikasi (manfaat) obat

  • Mengatasi tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Mengatasi nyeri dada (angina pektoris).

Metoprolol bekerja dengan menghambat reseptor beta-1 adrenergik yang memengaruhi kerja jantung sehingga detak jantung akan melambat dan beban kerja jantung berkurang serta mengatasi berbagai masalah terkait tekanan darah dan nyeri dada.

Komposisi obat

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa:

  • Tekanan darah tinggi (hipertensi): 100 mg/hari dalam bentuk dosis tunggal atau dalam dua dosis terbagi, dosis dapat ditingkatkan setiap minggu berdasarkan respon tiap pasien.
    • Dosis maksimal: 400 mg/hari.
  • Nyeri dada (angina pectoris): 50-100 mg sebanyak 2-3 kali/hari.
    • Dosis maksimal: 400 mg/hari.
  • Gangguan irama jantung (aritmia jantung): 50 mg sebanyak 2-3 kali/hari, dosis dapat ditingkatkan 300 mg/hari dalam dosis terbagi jika dibutuhkan.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi dengan atau tanpa makanan dan tablet ditelan utuh.

Efek samping obat

  • Sakit kepala.
    Cobalah untuk istirahat dan minum banyak cairan serta jangan mengonsumsi alkohol terlalu banyak. Tanyakan kepada apoteker Anda untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Sakit kepala biasanya akan hilang setelah satu minggu mengonsumsi metoprolol dan hubungi dokter jika sakit kepala terjadi lebih dari satu minggu atau semakin memburuk.
  • Rasa lelah, pusing, atau lemah.
    Jika metoprolol menyebabkan pusing atau lemah, hentikan apa yang sedang Anda lakukan dan cobalah duduk atau berbaring hingga Anda merasa lebih baik. Jangan mengemudi atau menggunakan alat dan mesin jika Anda merasa lelah dan jangan minum alkohol karena dapat memperburuk keadaan Anda.
  • Tangan atau kaki terasa dingin.
    Letakan tangan atau kaki Anda di bawah air hangat yang mengalir, pijat dan gerakan jari tangan dan kaki Anda. Jangan merokok dan mengonsumsi minuman yang mengandung kafein sebab akan menyebabkan pembuluh darah menyempit dan membatasi aliran darah. Cobalah kenakan sarung tangan dan kaos kaki agar lebih hangat serta jangan memakai jam tangan atau gelang karet.
  • Mual.
    Jika metoprolol menyebabkan Anda merasa mual, cobalah mengonsumsi makanan sederhana dan hindari makanan yang berat atau pedas. Cobalah konsumsi metoprolol setelah makan untuk menghindari rasa mual.
  • Sakit perut.
    Cobalah istrirahat dan mengonsumsi makanan dan minuman secara perlahan dengan porsi yang lebih sedikit. Cobalah menggunakan handuk hangat atau botol air yang berisi air hangat ke atas perut untuk meringankan rasa sakitnya. Namun, jika Anda merasa sangat kesakitan, segera hubungi dokter Anda.

Perhatian Khusus

  • Pasien yang memiliki penyakit jantung iskemik.
  • Pasien yang memiliki infark miokard.
  • Pasien yang memiliki gangguan hati.
  • Pasien yang memiliki kadar gula darah tinggi (diabetes mellitus).
  • Pasien dengan kondisi otot yang lemah (miastenia gravis).
  • Pasien dengan konsisi peradangan pada kulit (psoriasis).
  • Pasien dengan kadar hormon yang tinggi di dalam darah (tirotoksikosis).
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Lansia.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan loprolol tablet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap metoprolol.
  • Pasien dengan tekanan darah tinggi atau memiliki detak jantung yang lambat (bradikardia).
  • Pasien yang memiliki kondisi penyumpatan atrioventricular (antriventricular block) derajat 2 atau derajat 3.
  • Pasien gagal jantung dekompensasi yaitu gagal jantung yang butuh penanganan segera.
  • Pasien dengan penyakit paru-paru atau asma.
  • Pasien dengan kondisi penyemputan pembuluh darah arteri (penyakit arteri perifer).

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Fluksentin.
    Fluksentin akan meningkatkan kadar atau efek metoprolol dengan cara mempengaruhi metabolisme enzim hati CYP2D6.
  • Digoksin, diltiazem, dan verapamil.
    Digoksin meningkatkan toksisitas dari metoprolol sehingga dapat meningkatkan risiko detak jantung melambat (bradikardia).
  • Insulin.
    Penggunaan bersama metoprolol meningkatkan efek hipoglikemia yaitu rendahnya kadar gula darah.
  • Obat antihipertensi seperti asebutol, artemether atau lumenfantrin, atenolol, betaksolol, bisoprolol, carvedilol, seliprolol, labetolol, nebivolol, penbutolol, pindolol, propanolol.
    Penggunaan bersama metoprolol dengan obat antihipertensi lain dapat meningkatkan efek antihipertensi dari masing-masing obat tersebut.
  • Klorpromazin.
    Penggunaan bersama metoprolol dapat meningkatkan kadar metoprolol atau klorpromazin dengan cara menurunkan laju metabolisme.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

  • Sesak pada pernapasan dan dada.
    Jika Anda mengalami sesak napas dan sesak pada dada, hentikan penggunaan obat ini dan segera konsultasikan ke profesional kesehatan Anda karena hal tersebut dapat menjadi tanda atau gejala masalah pada paru-paru.
  • Sesak napas dengan batuk yang semakin parah saat berolahraga seperti berjalan menaiki tangga, terjadi pembengkakan pada pergelangan kaki atau tungkai kaki, nyeri dada, detak jantung tidak teratur.
    Jika Anda mengalami salah satu atau beberapa hal tersebut, hentikan penggunaan obat ini dan segera konsultasikan ke profesional kesehatan Anda karena hal tersebut dapat menjadi tanda atau gejala masalah jantung.
  • Detak jantung cepat, suhu tubuh tinggi 38°C ke atas, gemetar, merasa kebingungan.
    Jika Anda mengalami salah satu atau beberapa hal tersebut, hentikan penggunaan obat ini dan segera konsultasikan ke profesional kesehatan Anda karena hal tersebut dapat menjadi tanda atau gejala meningkatnya hormon tiroid dalam darah (tirotoksikosis).
  • Kulit atau bagian putih mata berubah menjadi kuning.
    Jika kulit atau bagian putih mata Anda berubah menjadi kuning, hentikan penggunaan obat ini dan segera konsultasikan ke profesional kesehatan Anda karena hal tersebut dapat menjadi tanda atau gejala masalah hati.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/metoprolol
Diakses pada 12 Agustus 2020

Nhs. https://www.nhs.uk/medicines/metoprolol/
Diakses pada 12 Agustus 2020

Medscape. https://reference.medscape.com/drug/lopressor-toprol-xl-metoprolol-342360#3
Diakses pada 12 Agustus 2020

Drugbank. https://www.drugbank.ca/drugs/DB00264
Diakses pada 12 Agustus 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email