Loperamide (Alias: Loperamid)

Terakhir ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri pada 31 Jan 2019
Loperamide merupakan obat dengan memperlambat pergerakan usus sehingga diare bisa dihentikan.
Loperamide digunakan untuk mengobati diare

Merk dagang yang beredar:

Amerol, Colidium, Diadium, Diasec, Diaston, Gradilex, Imodium, Imosa, Inamid, Lodia, Lopamid, Lexadium, Renamid.

Loperamide digunakan untuk mengobati diare. Obat ini bekerja dengan cara memperlambat pergerakan usus, sehingga diare bisa dihentikan. Loperamide dimanfaatkan juga untuk mengurangi jumlah debit pada pasien yang telah mendapatkan pasca ileostomy, yakni lubang baru pengganti anus (dubur) pada dinding perut, dan terhubung dengan bagian akhir dari usus halus.

Loperamide (Loperamid)
Golongan

Antidiare

Kategori Obat

Obat resep

Bentuk Obat

Tablet

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Dosis

Dosis diberikan berdasarkan indikasi medis, dan mungkin bersifat individual. Selama pengobatan, dokter akan melihat respons terhadap pengobatan dan melakukan penyesuaian dosis bila diperlukan.

Diare akut

  • Dewasa: Awalnya, 4 mg diikuti dengan 2 mg setiap setelah buang air besar. Maksimal 16 mg setiap hari. Hentikan jika kondisi tidak membaik dalam 48 jam.
  • Anak: 4-8 tahun: 1 mg, 3-4 kali sehari; 9-12 tahun: 2 mg, 4 kali sehari hingga 5 hari.

Diare kronis

  • Dewasa: Awalnya, 4-8 mg setiap hari dalam dosis terbagi, disesuaikan jika perlu.

Aturan pakai Loperamide dengan benar

Baca petunjuk obat Loperamide dan patuhi petunjuk dokter sebelum menggunakannya. Obat ini dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Ikuti petunjuk dari dokter untuk pemakaian setiap harinya. Dosis akan diberikan sesuai kondisi medis.

Diare akan menyebabkan tubuh kehilangan air. Oleh karena itu, minum banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang. Untuk mengurangi iritasi pada perut, jalani diet hambar selama diare. Beri tahu dokter jika kondisi tidak membaik dalam 2 hari, atau bahkan memburuk.

Efek Samping

Setiap pemakaian obat berpotensi menimbulkan efek samping. Meski belum tentu terjadi, efek samping yang berlebihan harus segera mendapat penanganan medis.

Obat loperamide dapat menyebabkan efek samping berupa pusing, kelelahan, dan sembelit. Jika efek samping memburuk, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Segera cari pertolongan medis jika mengalami efek samping berikut ini yang meski jarang, tapi sifatnya serius.

  • Sembelit parah
  • Sakit perut
  • Detak jantung cepat
  • Pusing berat atau pingsan

Ada beberapa efek samping lain yang belum disebutkan di atas. Jika Anda mengalami efek samping lain, tanyakan pada tenaga kesehatan.

Peringatan

Berkonsultasilah dengan dokter terlebih dahulu, termasuk jika Anda memiliki kondisi medis seperti: 

  • Kerusakan hati
  • Sakit perut tanpa diare
  • Kehamilan dan menyusui

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Penyakit radang usus akut
  • Adanya gas atau cairan menumpuk dalam perut (distensi abdomen)

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan obat.

Interaksi

Interaksi mungkin terjadi jika Anda mengonsumsi beberapa obat bersamaan. Apabila ingin mengonsumsi loperamide bersama dengan obat lain, harap konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. Sebab, dokter mungkin saja mengubah dosisnya.

Berikut ini jenis obat yang akan menimbulkan interaksi tertentu saat digunakan bersamaan dengan loperamide.

Jenis Obat

Interaksi

Inhibitor P-glikoprotein (quinidine, ritonavir)

Peningkatan kadar plasma

Antikolinergik, antispasmodik, morfin, beberapa antihistamin, antidepresan trisiklik)

Sembelit

Penggunaan loperamide bersama obat lain juga berpotensi mengurangi paparan terhadap saquinavir.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Penyakit
Referensi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/loperamide-oral-route/description/drg-20064573
Diakses pada 22 November 2018

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/loperamide
Diakses pada 22 November 2018

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-4789-3025/loperamide-oral/loperamide-liquid-oral/details
Diakses pada 22 November 2018

Artikel Terkait:
Back to Top