Loperamide

27 Apr 2021| Lenny Tan
Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri
Loperamide digunakan untuk membantu mengatasi diare akut dan kronis

Loperamide digunakan untuk membantu mengatasi diare akut dan kronis

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Amerol, Colidium, Diadium, Diasec, Diaston, Gradilex, Imodium, Imosa, Inamid, Lodia, Lopamid, Lexadium, Renamid.

Deskripsi obat

Loperamide digunakan untuk membantu mengatasi diare akut, seperti diare yang terjadi saat sedang bepergian, dan diare kronis pada pasien dengan penyakit radang usus, misalnya penyakit Crohn dan kolitis ulserativa.

Obat ini bekerja dengan memperlambat pergerakan usus. Selain itu, loperamide juga mampu mengurangi frekuensi buang air besar dan membuat feses menjadi tidak terlalu encer.

Loperamide juga digunakan untuk mengurangi jumlah cairan pada pasien yang menjalani ileostomy, yaitu proses pembedahan yang dilakukan pada penderita gangguan usus besar dan rektum.

Loperamide (Loperamid)
GolonganKelas terapi : Antidiare
Kategori obatObat resep
Bentuk sediaan obatTablet
Dikonsumsi olehDewasa dan anak-anak
Kategori kehamilan dan menyusuiKategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol, tetapi ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Dosis obatDosis setiap orang berbeda-beda. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Efek samping obat

Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat. Namun, jika terjadi efek samping yang mengganggu atau memburuk, segeralah cari bantuan medis.

Beberapa efek samping yang dapat terjadi setelah penggunaan loperamide adalah:

  • Sembelit
    Hentikan penggunaan loperamide dan minum banyak air. Jika cara ini tidak membantu, konsultasikan dengan apoteker atau dokter Anda.
  • Pusing
    Jika loperamide membuat Anda merasa pusing, berbaringlah agar tidak pingsan, lalu duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Berhati-hatilah saat mengemudi atau menggunakan alat atau mesin jika Anda mengalami efek samping ini.
  • Mual
    Minum loperamide dengan atau setelah makan atau ngemil. Konsumsilah makanan sederhana dan hindari makanan dengan rasa yang kuat, seperti pedas.
  • Sakit kepala
    Pastikan Anda berstirahat. Minum banyak cairan dan hindari alkohol. Mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Bicaralah dengan dokter Anda jika sakit kepala berlangsung lebih dari seminggu atau bertambah parah.
  • Perut kembung
    Hindari makanan yang menyebabkan angin, seperti kacang-kacangan dan bawang bombai. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi lebih sedikit, tetapi lebih sering. Anda juga bisa mengonsumsi tablet arang atau simethicone untuk membantu mengatasi gejala ini.
  • Mengantuk
  • Kram perut

Perhatian Khusus

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya. Hati-hati menggunakan loperamide pada kondisi:

  • Gangguan irama jantung (aritmia)
  • Gangguan hati
  • Penyumbatan atau obstruksi pada leher kandung kemih
  • Ibu hamil dan menyusui
  • Anak-anak
  • Acquired immune deficiency syndrome (AIDS)
  • Peningkatan tekanan bola mata (glaukoma)
  • Penyumbatan pada pilorus (saluran pembawa nutrisi berupa makanan maupun minuman dari lambung ke usus dua belas jari)

Penggunaan obat ini dapat menyebabkan terjadinya dehidrasi, sehingga harus mengonsumsi cairan dan elektrolit. Hentikan penggunaan jika terjadi sembelit, perut kembung, dan kelumpuhan pada usus (ileus). Obat ini juga tidak direkomendasikan untuk penggunaan jangka panjang.

Penyimpanan

Simpan pada suhu antara 20-25°C.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Hindari penggunaan loperamide pada pasien dengan kondisi medis, seperti:

  • Penumpukan gas atau cairan di dalam perut yang menyebabkan perut atau pinggang mengembung (distensi abdomen)
  • Kelumpuhan otot usus (ileus)
  • Peradangan kronis yang terjadi pada usus besar
  • (disentri akut)
  • Peradangan pada usus besar atau usus halus (enterokolitis)
  • Alergi terhadap komponen obat ini
  • Demam tinggi
  • Infeksi diare
  • Diare berdarah
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi)
  • Diare akut yang berkaitan dengan organisme yang mempenetrasi mukosa usus atau kolitis pseudomembranosa karena antibiotik spektrum luas
  • Anak-anak berusia 2 tahun ke bawah
  • Diare yang disebabkan karena infeksi bakteri

Hindari penggunaan sebagai terapi primer pada pasien disentri akut.

Kategori kehamilan & menyusui

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan loperamide pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.

Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan obat ini dan hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Diare berair atau berdarah
  • Sakit perut atau kembung
  • Diare yang sedang berlangsung atau bertambah buruk
  • Detak jantung cepat atau berdebar-debar, sesak napas, dan pusing tiba-tiba seperti akan pingsan

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi obat mungkin terjadi bila beberapa obat dikonsumsi bersamaan. Jika ingin mengonsumsi obat bersamaan, konsultasikan ke dokter Anda terlebih dahulu. Bila perlu, dokter akan mengubah dosis obat atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Menggunakan loperamide dengan obat-obatan lain bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi, seperti:

  • Quinidine, ritonavir, gemfibrozil, ketoconazole, dan itraconazole
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan konsentrasi plasma obat di atas, sehingga dapat menyebabkan terjadinya efek samping.
  • Desmopressin oral
    Loperamide dapat meningkatkan kadar desmopressin oral dalam plasma, sehingga dapat menyebabkan risiko terjadinya efek samping.
  • Antikolinergik, antispasmodik, morfin, beberapa antihistamin, dan antidepresan trisiklik
    Penggunaan bersama obat di atas dapat menyebabkan sembelit atau kesulitan buang air besar.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-4789-4025/loperamide-oral/loperamide-oral/details
Diakses pada 4 Maret 2021

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/loperamide.html
Diakses pada 4 Maret 2021

Patient. https://patient.info/medicine/loperamide-for-diarrhoea-imodium-diah-limit-dioraleze-entrocalm-norimode
Diakses pada 4 Maret 2021

MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/loperamide-oral-route/proper-use/drg-20064573
Diakses pada 4 Maret 2021

Rxlist. https://www.rxlist.com/imodium-drug.htm
Diakses pada 4 Maret 2021

Medicinenet. https://www.medicinenet.com/loperamide/article.htm MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682280.html
Diakses pada 4 Maret 2021

NHS. https://www.nhs.uk/medicines/loperamide/
Diakses pada 4 Maret 2021

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/loperamide?mtype=generic
Diakses pada 4 Maret 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email