Lodomer Tablet

26 Sep 2020| Dea Febriyani
Golongan
Obat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HET
Rp 99.000/box (2 mg); Rp 170.500/box (5 mg) per September 2020
Kemasan
1 box isi 10 strip @ 10 tablet (2 mg; 5 mg)
Produsen
Mersifarma Tirmaku Mercusana
Lodomer tablet adalah obat untuk mengatasi gangguan mental atau perubahan mood seperti gangguan kejiwaan yang membuat penderitanya mengalami delusi, perubahan sikap, dan halusinasi (skizofrenia). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Lodomer tablet mengandung zat aktif haloperidol.

Mengatasi gangguan mental atau perubahan mood seperti:

  • Mengatasi gangguan kesulitan dalam membedakan antara imajinasi dan kenyataan (psikosis).
  • Mengontrol kejang otot wajah.
  • Gangguan yang menyebabkan penderita melakukan gerakan atau ucapan secara tiba-tiba yang secara berulang yang tidak disengaja dan tidak dapat dikendalikan (sindrom tourette).
  • Gangguan mental atau kejiwaan yang menyebabkan penderita mengalami halusinasi, perubahan sikap, dan delusi.
  • Gangguan suasana hati yang menyebabkan penderita merasa sangat bersemangat (mania).

Haloperidol termasuk dalam golongan obat yang disebut antipsikotik. Antipsikotik bekerja pada senyawa kimia dalam otak yang menyebabkan rasa senang dan bahagia (dopamin kimiawi otak). Penurunan dopamin dapat membantu mengobati gangguan kesulitan dalam membedakan antara imajinasi dan kenyataan (psikosis). Haloperidol juga dapat dengan lemah memblokir tindakan bahan kimia otak lainnya. Obat ini dapat membantu mengelola aspek gangguan mental tertentu, seperti sifat agresif, ledakan atau kegembiraan berlebihan, gerakan berlebihan, impulsif, kesulitan memperhatikan, dan perubahan suasana hati.

  • Lodomer tablet 2 mg: haloperidol 2 mg.
  • Lodomer tablet 5 mg: haloperidol 5 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa:
    • Gejala ringan: 0,5-2 mg sebanyak 2-3 kali/hari.
    • Gejala berat: 3-5 mg sebanyak 2-3 kali/hari.

  • Anak-anak 3-12 tahun: 0,5 mg sebanyak 2-3 kali/hari.
Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Dapat dikonsumsi dengan makanan untuk mengurangi iritasi pada saluran pencernaan.
  • Sakit kepala.
    Minumlah banyak air dan minta apoteker untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit yang sesuai. Jika sakit kepala berlanjut, beri tahu dokter Anda.
  • Pusing, mengantuk, dan penglihatan kabur.
    Jika ini terjadi, jangan mengemudi dan jangan gunakan alat atau mesin. Merasa pusing saat Anda berdiri, hal ini bisa terjadi terutama saat Anda pertama kali mulai minum obat ini. Cobalah untuk bangun lebih lambat.
  • Sakit perut.
    Tetaplah konsumsi makanan sederhana, hindari makanan kaya rasa seperti makanan pedas.
  • Mulut kering.
    Cobalah mengunyah permen karet bebas gula atau mengisap manisan bebas gula.
  • Merasa gemetar atau gelisah, gerakan otot yang tidak biasa atau tidak terkendali.
    Bicaralah dengan dokter Anda secepat mungkin tentang semua ini. Perawatan Anda mungkin perlu disesuaikan.
  • Perubahan berat badan, sulit tidur, perubahan mood, hidung tersumbat, perubahan kemampuan seksual, pembesaran payudara, produksi ASI, masalah menstruasi, detak jantung cepat, sembelit, sulit buang air kecil, dan ruam kulit.
    Diskusikan dengan dokter Anda jika ada yang mengganggu.
  • Pasien yang mengalami depresi yang tidak diketahui penyebabnya dan tanpa disertai perasaan gelisah dan marah (depresi endogen tanpa agitasi).
  • Pasien penderita gangguan saraf (neurologis) dengan gejala piramidal atau ekstrapiramidal seperti demam, kejang, dan gangguan gemetar yang tidak dapat dikendalikan (tremor).
  • Pasien yang mengalami koma.
  • Pasien yang mengalami depresi susunan saraf pusat.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap haloperidol.
  • Anak-anak 3 tahun ke bawah.
  • Pasien yang memiliki kadar hormon tiroid yang tinggi dalam tubuh (hipertiroid).
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati (disfungsi hati).
  • Anak-anak.
  • Pasien penderita penyakit kardiovaskular.
    Haloperidol dapat menyebabkan penurunan tekanan darah sementara atau menyebabkan nyeri dada. 
  • Klozapin dan klorpromazin.
    Kadar haloperidol darah dapat meningkat bila digunakan bersama dengan obat di atas.
  • Lithium.
    Haloperidol dapat menyebabkan peningkatan kadar lithium dalam darah sehingga dapat memicu sindrom neuroleptik maligna yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah, demam, dan peningkatan denyut jantung.
  • Karbamazepin dan rifampisin.
    Karbamazepin dapat menurunkan kadar haloperidol dalam darah, sehingga efek haloperidol akan berkurang.
  • Alkohol, opioid, zat hipnotik, zat anestesi umum, dan ansiolitik.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat menyebabkan peningkatan efek depresi sistem saraf pusat.
  • Guanetidin.
    Haloperidol dapat menurunkan efek penurunan tekanan darah tinggi dari obat guanetidin.
  • Obat-obatan jantung yang dapat memperpanjang gelombang QT (pada EKG) dan obat golongan diuretik yang dapat menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan elektrolit.
    Penggunaan haloperidol dengan obat di atas dapat menyebabkan peningkatan risiko gangguan irama jantung (aritmia).

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/lodomer?type=brief&lang=id
Diakses pada 9 September 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/haloperidol?mtype=generic
Diakses pada 9 September 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-8661/haloperidol-oral/details
Diakses pada 9 September 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682180.html
Diakses pada 9 September 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/haloperidol-oral-tablet#important-considerations
Diakses pada 9 September 2020

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/haloperidol.html
Diakses pada 9 September 2020

Patient. https://patient.info/medicine/haloperidol-haldol-serenace
Diakses pada 9 September 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email