Lithium sebagai pengendali suasana hati dan emosi dalam kehidupan pasien bipolar
Lithium digunakan pada pasien bipolar untuk mengatasi gangguan suasana hati yang tidak menentu

Camcolit, Frimania, Liskonum, Priadel

Lithium digunakan untuk mengatasi gangguan suasana hati pada penderita gangguan bipolar. Penderita gangguan bipolar seringkali mengalami perubahan suasana hati yang tidak menentu, seperti bersemangat (fase mania) atau sedih (fase depresi). Obat ini bekerja pada sistem saraf pusat dan menstabilkan suasana hati penderita gangguan bipolar sehingga membantu mengendalikan suasana hati dan emosi dalam menjalani hidup.

Lithium (Litium)
Golongan

Antipsikotik

Kategori obat

Obat resep

Bentuk sediaan obat

Kapsul, sirup, dan tablet

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak ≥12 tahun

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori D: Telah ditemukan bukti positif adanya risiko terhadap janin, namun penggunaan oleh wanita hamil dapat dipertimbangkan apabila ada manfaat dari penggunaan obat (Contoh: obat diperlukan dalam situasi mengancam jiwa atau pada penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Penggunaan lithium tidak disarankan untuk ibu menyusui karena lithium diketahui dapat diekskresikan melalui ASI dan dapat mengakibatkan efek yang tidak diinginkan pada bayi.

Dosis obat

Dosis diberikan oleh dokter berdasarkan kondisi medis. Dosis yang diberikan bervariasi berdasarkan kondisi individu. Selama pengobatan, dokter akan melihat respons terhadap pengobatan dan melakukan penyesuaian dosis bila diperlukan.

Gangguan Bipolar, Mania, dan Depresi

  • Dewasa: Pengobatan dengan camcolit tablet 1-1,5 gram/hari, untuk pencegahan 300-400 mg/hari. Priadel tablet 400-1200 mg/hari dibagi 1-2 kali konsumsi. Priadel sirup 1,04-3,12 gram/hari dibagi 2 kali konsumsi. Pengobatan dengan liskonum tablet 450-675 mg, 2 kali sehari, untuk pencegahan 450 mg, 2 kali sehari.
  • Anak-anak ≥12 tahun: Pengobatan untuk fase akut dengan kapsul/tablet 1,8 gram/hari dibagi 3-4 kali konsumsi.

Dosis untuk setiap orang berbeda-beda. Dokter akan memberikan dosis yang sesuai dengan kondisi medis dan respons terhadap pengobatan. Penyesuaian dosis juga akan dilakukan oleh dokter tergantung dari hasil selama pengobatan. Lithium sebaiknya dikonsumsi bersama dengan makanan. Hindari makanan dan minuman yang mengandung kafein karena dapat mengurangi efektivitas lithium.

Efek samping seperti mual, diare, pusing, kelemahan otot, kelelahan, dan kebingungan dapat terjadi, namun akan membaik dengan penggunaan dosis yang tepat sesuai anjuran dari dokter. Beberapa efek samping lain juga dapat terjadi dan bertahan ketika menggunakan obat ini secara terus-menerus, seperti:

  • Tremor
  • Sering buang air kecil
  • Sering haus
  • Reaksi alergi
  • Kelainan kulit seperti jerawat, psoriasis

Jika efek yang dirasakan memburuk, segera beritahu dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Beritahukan dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi medis, seperti:

  • Penyakit tiroid
  • Gangguan ginjal
  • Gangguan jantung
  • Dehidrasi
  • Kehamilan dan menyusui

Tidak disarankan melakukan kegiatan yang membutuhkan kewaspadaan setelah mengonsumsi lithium karena obat ini dapat menyebabkan kelelahan dan penurunan kesadaran.

Jangan menggunakan obat ini jika mempunyai kondisi medis, seperti:

  • Penyakit ginjal atau jantung berat
  • Dehidrasi berat

Informasi lebih lengkap bisa dilihat pada kemasan.

Menggunakan lithium dengan obat lain dapat menyebabkan terjadinya interaksi, seperti:

  • Meningkatkan risiko sindrom serotonin dengan sibutramine
  • Hyperpyrexia (demam yang sangat tinggi), dengan obat antidepresan seperti phenelzine, tranylcypromine, dan golongan MAOIs lainnya.
  • Meningkatkan risiko keracunan lithium dengan obat antihipertensi

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

BPOM. http://pionas.pom.go.id/monografi/litium-karbonat
diakses pada 26 November 2018.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/lithium-oral-route/description/drg-20064603
diakses pada 26 November 2018.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/lithium/?type=brief&mtype=generic
diakses pada 26 November 2018.

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-1065/lithium
diakses pada 26 November 2018.

Artikel Terkait